Dalil Hukum Memperingati Maulid Nabi SAW Menurut Madzhab Syafi’i

Apakah Memperingati Maulid Nabi saw itu hukum nya bid’ah yang tidak dibolehkan?

Padahal, Rasulullah saw bersabda, “man ‘azhzhama maulidy kuntu syafi’an lahu yaum al-Qiyamah”

artinya: Barangsiapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat. (Hadits Riwayat Ibnu Asakir Dalam Kitab Tarikh, Juz 1, Halaman 60). Menurut Imam Dzahabi: sahih sanadnya.

Sekarang mari kita simak beberapa dalil berikut ini:


1. Apa kata para ulama besar Madzhab Syafi’i?

Simak kutipannya dalam video berikut:

2. Tidak Semua Yang Tidak Dicontohkan Rasulullah Itu Bid’ah Yang Haram

Jika semua yang tidak dicontohkan Rasulullah disebut bid’ah, kita-kita generasi akhir zaman ini, tidak akan bisa mengenal Islam dari sumber terpercaya.

Sumber Islam paling pokok adalah al-Qur’an dan Sunnah, baru kemudian ijtihad ulama melalui ijma’ dan qiyas. Kita bisa mengenal Al-Qur’an dan Hadis karena bid’ah yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah. Al-Qur’an di zaman Rasulullah dan sahabat tersimpan terutama di dada para penghafal al-Qur’an. Belum ada mushaf utuh. Catatatan al-Qur’an terberai di tangan para sahabat, ditulis di daun lontar, tulang, dan batu.

Seusai perang Yamamah, banyak sahabat penghafal al-Qur’an gugur. Kepada Khalifah Abu Bakar, Sahabat Umar ra usul agar dihimpun mushaf untuk menjaga otentisitas al-Qur’an. Abu Bakar menolak dan berkata: “Kaifa naf’alu sya’an lam yaf’alhu Rasulullah?”: “Bagaimana kita melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah?”

Umar bergeming, terus meyakinkan Abu Bakar dan berkata: “Hadzâ wallâhi khairun”: “Demi Allah ini kebaikan.” Akhirnya, setelah terus diyakinkan Umar, dada Abu Bakar terbuka, menyetujui usul Umar dan memerintahkan Zaid ibn Tsabit memimpin tim penghimpunan al-Qur’an (Jalaluddîn as-Suyûthi, al-Itqân fî Ulûmil Qur’ân, Beirut: Dar –l Fikr, 2005, Juz 1, hal. 82).

Seandainya kita ikuti kelompok literalis, menganggap semua hal yang tidak dilakukan Rasulullah sebagai bid’ah, kita sekarang tidak bisa baca al-Qur’an! Di zaman Utsman, kodifikasi mushaf digalakkan besar-besaran, dibagikan secara massif keluar tanah Hijaz.

Mushaf telah dihimpun di zaman Abu Bakar, dicetak massif dan dibagikan di zaman Utsman. Orang selain Arab, seperti kita, tetap tidak bisa baca al-Qur’an tanpa bantuan bid’ah para ulama. Jangan bayangkan mushaf zaman dulu seperti sekarang. Dulu huruf Arab gundul, betul-betul gundul, tanpa titik dan harakat. Kita tidak bisa membedakan huruf Ta’, Ba’ dan Tsa’, karena hanya berupa cengkok tanpa titik. Huruf Shad dan Dhad juga tidak ada bedanya.

Orang yang pertama kali meletakkan titik ke dalam huruf Arab (awwalu man wadha’an nuqoth alal hurûf) adalah Abu-l Aswad ad-Du’ali, pada 62 H. Beliau adalah generasi tabi’in. Seabad kemudian, Imam Kholil ibn Ahmad al-Farahidi yang wafat pada 185 H, melengkapi dengan harakat sehingga kita mengenal harakat fathah, kasrah, dhammah, sukun, tanwin, dst. Tanpa bantuan ‘bid’ah’ dua ulama ini, orang ajam seperti kita tidak akan bisa membaca al-Qur’an.

Kita juga berhutang kepada Abu Ubaid Qosim ibn Salam (w. 224 H) yang menemukan ilmu tajwîd, sehingga untaian ayat al-Qur’an indah dibaca dan didengar. Sekali lagi, tanpa bid’ah Sahabat dan ulama, kita tidak bisa mengenal al-Qur’an dan membacanya dengan baik dan benar.

Sumber kedua Islam adalah hadis. Kitab-kitab hadis yang terhimpun seperti al-Muwattha’ karya Imam Malik, Musnad Ahmad karya Imam Ahmad ibn Hanbal, dan kitab-kitab sunan (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibn Majah) adalah produk bid’ah karena tidak diajarkan Rasulullah saw.

Fakta-fakta ini mematahkan argumen pokok kelompok literalis yang memukul rata semua bid’ah. Baca Selengkapnya pembahasan tuntas tentang apa itu bid’ah, pada link berikut ini

3. Anjuran Maulid dari Khulafa’urrosyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali bin Abi Thalib ra)

Sumber: Kitab “An-Ni’matul Kubra ‘alal ‘Alami fi Maulidi Sayyidi Waladi Adam” halaman 5-7, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami (909-974 H. / 1503-1566 M.), cetakan “Maktabah al-Haqiqat” Istambul Turki:

1. Sayyidina Abu Bakar RA. berkata:
من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كان
رفيقي في الجنة

Artinya:
———-
“Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang emas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka ia akan menjadi temanku di surga.”

2. Berkata Sayyidina Umar RA.:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام

Artinya:
———-
“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.”

3. Berkata Sayyidina Utsman RA.:
من أنفق درهما على قراءة مولد النبي صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد غزوة بدر وحنين

Artinya:
———-
“Barangsiapa membelanjakan satu dirham (uang mas) untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi SAW, maka seakan-akan ia ikut-serta menyaksikan perang Badar dan Hunain.”

4. Sayyidina Ali RA. berkata:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب

Artinya:
———-
“Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi SAW, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab”

4. Jika Makanan Saja Dijadikan Hari Raya Bagaimana Dengan Kelahiran Rasulullah saw?

Dalam Al-Qur’an Surat Al Maidah ayat 114: “Isa putera Maryam berdoa: Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi Hari Raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

Jika turunnya makanan saja bisa dijadikan Hari Raya, mengapa Kelahiran Rasulullah saw (Maulid Nabi saw), oleh sebagian orang tidak boleh dirayakan?

Simak penjelasan lebih detil pada video berikut ini:

 

5. Bid’ah Tidak Sama Dengan Sunnah Hasanah

Berikut beberapa riwayat tentang Sunnah Hasanah yang dikutip dari Kitab Sunan Ibn Majah tahqiq Al-Albani, halaman 53, Cetakan ke2 tahun 2008M/1429H, terbitan Maktabah Maarif Ar Riyadh; lalu Musnad Ahmad, Tahqiq Syua’ib Al-Arnauth, Jilid ke 31 halaman 536, cetakan kedua tahun 2008M/1429H, terbitan Muasasah Ar Rislah dan Kitab Tuhfatul Ahwadzi karya Imam Mubarok Furi, halaman 86, cetakan pertama tahun 2001M/1431H, terbitan Daarul Hadis Al Qohiroh.

 

___________
Artikel terkait lainnya:
Perayaan maulid nabi bukan bid’ah
Perintah Al-Qur’an untuk memuliakan Nabi SAW
Perbedaan Antara Bid’ah Sesat dengan Bid’ah Hasanah Menurut Imam Syafi’i dan Ibn Taimiyyah

92 thoughts on “Dalil Hukum Memperingati Maulid Nabi SAW Menurut Madzhab Syafi’i”

    1. Jazakallahu khoiran.
      Sekedar meminta klarifikasinya. Dari video yang pertama terkait pernyataan para ‘ulama madzhab Asy-Syafi’i mengenai perayaan maulid dan sub bab kedua (ternyata para khulafa’ur rasyidin menganjurkan mengadakan majelis untuk merayakan maulid) saya perhatikan tidak terkorelasi ya.. ada sesuatu yang hilang. Mohon klarifikasinya.
      Juga pada perkara sub bab kedua, perkataan Abu Bakar Ash shidiq dan Ali Bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhuma, terasa seperti perkataan yg diucapkan karena wahyu (dalam konteks terasa seperti perkataan Rasulullah) dalam memastikan suatu perkara yang ghoib, meskipun Rasulullah sdh menjamin bahwa kedua sahabat tersebut masuk surga.
      Mohon info jalur periwayatan perkataan tsb jika, memang mauquf kepada kedua sahabat tsb.

    1. Iya, dengan peringatan Maulid Nabi, merupakan syiar Islam. Di kampung saya bulan Maulid adalah bulan yang ditunggu2, biasanya selain pengajian baca Qur’an dan diisi dengan tausiah, juga rebana, berisi puji2 an tentang Kanjeng Nabi Muhammad saw, maulidan penuh berkah.

      1. Sama mbak, ditempat saya bukan hanya saat bulan Maulud saja diperingati harlah Nabi, tapi hampir semua bulan saat pengajian berlangsung selalu mengagungkan nama Rasulullah, disebutnya pembacaan Maulid..

      2. Betul Mba,
        kita gak sadar ternyata peringatan Maulid Nabi itu sudah menjadi budaya islam yang ada di Nusantara. Mungkin ini adalah cara cara para Wali kita untuk tetap menjaga Islam di Nusantara, hingga saat ini Indonesia adalah salah satu negara dengan muslim terbanyak di dunia. Predikat itu tentunya tidak secara kebetulan saja. tentunya ada dasar dasar yang dibangun oleh leluhur kita untuk menjaga kelestarian Islam di Nusantara tercinta ini.

      3. Ya, sama di kampung ku Maulid Nabi moment yg di tunggu tunggu, selain pengajian dan lomba2 keagamaan dimesjid2 dulu sy suka ada acara ngumpulkan buah2an didoakan sebelum maulid ngak boleh dimakan, trus setiap keluarga yg mampu membuat nasi kuning, saling antar nasi kuning
        . Berkah sekali.. RINDU MAULID NABI

      4. Maulid Nabi banyak manfaatnya, selain terutama mengenal lebih dalam terhadap Rasulullah SAW dan tentunya juga mengenal wajah Islam yang sesungguhnya.
        Mengenal beliau yang santun, bertoleransi dan terutama figur ketinggian akhlak beliau.
        Sehingga siapapun akan semakin mengenal Islam dan Nabi secara utuh. Bukan sebagaimana dimanipulir seolah Islam itu berwajah sangar dan mudah mencap kafir kepada selainnya.

      5. benar Mbak, moment Maulid Nabi adalah kesempatan bagi umatnya bahkan non muslim sekalipun untuk mengenal setiap karakter Rasulullah SAW yang sebenarnya. Kesempatan baik juga untuk menyampaikan beberapa/banyak hadits-hadits yang ternyata justru menafikan kemuliaan akhlak beliau yang jelas-jelas sudah disucikan karena ikhtiar nya sendiri.

      6. alhamdulillah..bagus ya, bisa menjadi waktu untuk banyak kebaikan, kesempatan silaturahmi, dapat ilmu, introspeksi diri, meng-koreksi diri baca Al Quran, belajar menghormati dan menghargai budaya sendiri juga

      7. kita memang sangat membutuhkan acara-acara untuk mensyukuri NikmatNya terbesar, lahirnya Rasulullah SAW yang telah menyampaikan Risalah Islam dari Nya, di antaranya ya Maulid Nabi ini, sangat keliru jika kita bersikap anti bahkan memusuhi acara Maulid Nabi hanya karena alasan Rasulullah SAW dan para Sahabatnya tidak mencontohkan, sangat banyak hal-hal yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW dan para Sahabatnya tersebut saat itu, kini kita lakukan dalam keseharian tanpa meributkan dalil-dalinya.

      8. Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (Arab: مولد النبي‎, Mawlid an-Nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Terimakasih Mbak Sundari

      9. Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (Arab: مولد النبي‎, Mawlid an-Nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat. Terimakasih Ibu Sundari.

      10. Maulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (Arab: مولد النبي‎, Mawlid an-Nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

  1. Terima kasih Admin sangat mencerahkan pembahasan mengenai Maulid Nabi saw semoga semakin menambah kecintaan kita pada Rasulullah saw

  2. Nabi Muhammad SAW diutus sebagai Rahmatan lil alamin. Memperingati hari lahirnya ( Maulud ) karena wujud kebahagian umat islam memiliki Nabi Terakhir ( Khataman Nabi ) yang telah membawa manusia dari kesesatan menuju keselamatan di dunia dan akhirat.

    1. Dalil Maulid Nabi, diatas sangat bermanfaat menambah keyakinan. kaum wahabi begitu marak membidahkan bahkan baru baru ini ada pemboman ditengah tengah Perayaan Maulid Nabi di timur tengah. mudah mudahan kekacauan seperti itu tidak terjadi di Indonesia

  3. Maulid Nabi adalah salah satu bentuk suka cita dalam mengingat kenikmatan dari Allah berupa diturunkan nya Nabi terakhir yg Rahmatan Lil Alamin, Muhammad SAW.

    1. Iya Bu, merayakan hari lahir anak-anak aja senengnya bukan main, apa lagi memperingati Maulid Nabi junjungan kita. Nabi yang dipilih Allah untuk membimbing kita melakoni tahap hidup di dunia agar bisa kembali ke hadiratNya melalui jalan yang benar.
      Mudah2an kita bisa mengajak banyak teman untuk bersyukur merayakan hari yang mulia ini, Maulid Nabi.

      1. Nikmat terbesar bagi kita adalah kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw. Bukan hanya layak memperingati dan mensyukuri kelahiran Beliau saw, kita bahkan wajib melaksanakan peringatan kelahiran Beliau saw

      2. Betul, siapapun saja yg dekat dengan kita apabila mereka ulang tahun pasti kita turut senang dan mengucapkan rasa suka tsb dgn bergembira ria, berdoa, bernyanyi, & makan-makan. Buat Rasulullah SAW masa kita salah memperingatinya apalagi dibilang Bid’ah. Astaghfirullah….

      3. Kalau boleh bilang hampir Tak ada perayaan yg lain yg layak diadakan melebihi keagungan Maulid Nabi… Bukankah beliau adalah penerang bagi kegelapan… Penunjuk kepada jalan yang benar

  4. Hukum Maulid Nabi sangatlah istimewa, terimakasih admin atas pencerahan nya. Semoga Tuhan memberikan umur panjang kepada admin.

  5. Maulid Nabi adalah acara yang saya nikmati dari masih kecil. Ketika ada suara2 yang meragukan boleh tidaknya acara ini, sedih juga rasanya. Terima kasih telah memberi jawaban yang terang.

  6. alhamdulillah, penjelasan ini sangat terang tentang Maulid Nabi yang katanya terlarang untuk kita amalkan karena Nabi tidak mencontohkan. sederhana saja ternyata

  7. Alhamdulillah….makin mantap aja deh ikut merayakan acara Maulid Nabi Saw karena Dalil Maulid Nabi sudah jelas. Trims admin

  8. Alhamdulillah, penjelasannya sangat gamblang dan jelas.

    Bila Maulid Nabi dianggap bid’ah maka banyak hal lain menjadi bid’ah juga. Misalnya, HUT kemerdekaan, pakai kopiah dan sarung bisa bid’ah.

    1. Setuju….
      Penjelasannya sangat jelas dan diperkuat dengan pernyataan para khulafaur rasyidin yang membolehkan bahkan ada yg menganjurkan untuk membaca Maulid Nabi.

  9. Sebelum tahu dalil memperingati Maulid Nabi ini sy sudah memperingati nya tiap tahun dari SD sampai punya 4 anak.
    Sekarang setelah tahu ada Dalilnya tambah Mantap pemahamannya.
    Syukran ustadz pencerahannya.

  10. Kalau imam syafi’i sendiri merayakan maulidan tidak pak?
    Dan menjelaskan tata caranya maulidan yg benar?
    Ditunggu jawabannya sebagai pencerahan.

  11. Perayaan maulid uni tudak pernah dilakukan oleh Rosul dan para sahabat, kalau memang perkara ini baik tentu mereka yang lebih dulu melkukanya

      1. dalil Maulid Nabinya jelas banget ini, ada video, ada kitab kitab dari ahlu sunnah, kok masih aja diperdebatkan tidak boleh memperingatinya? dalil gak bolehnya apa? dikitab mana?

        pengalaman saya memang hanya faham wahabi yang tidak membolehkan peringatan Maulid Nabi. Wahabi bukan ahlusunnah!! ajarannya bertolak belakang dengan ahusunnah. jadi jika anda atau siapa saja yang ajarannya mirip mirip dengan wahabi yang secara umum dan keras menolak Maulid Nabi, Tahlilan, Haul, Tawassul, maka perlu dipertimbangan lagi guru ngajinya. HATI HATI!!!

  12. Kalo para imam2 madzhab yang hidup pada generasi yg dipuji Rasulullah sholallahu alaihi wasallam yaitu masa Beliau, sahabat, tabiin ,atbaut tabiin merayakan maulid dan menjelaskan tata cara maulid ga Pak Ustadz? Mohon penjelasannya pak Ustadz.

    1. Nggak usah ngotot udah dijelaskan diatas kalau kamu nggak mau ikut Yaa jangan ikut heran juga anda ini anda juga jangan baca qur an di mushaf karena waktu itu Qur an masih ditulis dikulit kayu pelepah Kurma kulit binatang. Simpel saja

    2. HP anda itu juga BID’AH,
      karena diJaman Nabi TIDAK ADA HP.
      maka pendapat Anda pun juga BID’AH yang SESAT.
      .
      Buang saja HP Anda.

    3. Definisi sempurna apa mas ? kalau km bepergian naik onta apa sepeda, motor, mobil, kereta, pesawat ? km skg pakai hp, nonton tv, denger radio zaman nabi ga pake tuh anda bid’ah tuh. Belajar lagi…

  13. Ngaku mazhab syafi’i tp imam syafi’i aja gak maulidan.. Rasulullah gak, sahabat jg gak trus ibadah tu ngikutin sapa?
    Dan semua bid’ah sesat.. tau definisi “semua”? Gak ada yg tersisa satu pun..
    Dalam riwayat An Nasa’i,

    مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

    “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

    Baca selengkapnya https://muslim.or.id/11456-hadits-hadits-tentang-bidah.html

    1. Terus kamu yang benar gitu? Orang kaya kamu mah seperti yang dibilang diatas haha. Kalau kamu nggak mah ikut Yaa nggak usah ikut sederhana saja dan jangan merusak keyakinan orang lain yang mau maulidan

      1. Katanya hormati pendapat orang lain? Kan hanya bertany dan pertanyaannya pun ada dalil nya pula. Kenapa anda seperti ini? Kalo anda tau monggo dijelaskan, kalo tdk tau ya bilang saja. Tdk usah ada perkataan yg konotasinya kasar dan nada tinggi. Jazakaallahu khoiron
        #selfreminder

    2. Maklumlah, hadistnya aja disahihkan oleh Albani, Ulama Wahabi, Orang yang berani mensahihkan suatu hadist di jaman sekarang, beliau tidak pernah bertemu sahabat, tabiin, orang-orang saleh jaman dulu aja ngga ada yang berani mensahihkan suratu hadist, seperti Imam Nawawi , Syeikh asqalani as sakandari, maupun yang lainnya, Banyak kitab-kitab yang lainnya mas, baca kitab lainnya.

  14. Mereka itu generasi terbaik mas
    Beda sama anda…
    Sebaik baik zaman pada masa ku (para sahabat) kemudian setelah nya (tabiin) kemudian setelah nya (tabiut tabiin)…
    Anda dapat tazkiyah ^ zaman anda lebih baik
    Apakah sahabat melakukan maulid
    Atau tabiin atau tabiut tabiin…
    Diamana anda dibandingkan mereka

  15. Rasulullah berkata : ada suatu zaman dimana umat ku terbagi atas 13 golongan, 12 lainnya akan masuk neraka dahulu sedangkan 1 golongan akan masuk surga tanpa hisab bersama ku, lalu para sahabat bertanya siapakah 1 golongan itu? Rasul menjawab “mereka adalah orang2 yang memurnikan ajaranku dan mengikuti sunnah2 ku”

    cuma saling mengingatkan sesama muslim 🙂

  16. Ulasan yg menarik dalam membahas Hukum Maulid Nabi, lebih menarik lagi karena disertakan Dalil-dalil mengenai Maulid Nabi. Semoga dapat memberikan wawasan ilmu bagi banyak orang.

  17. Inilah dalil tentang mengadakan Maulid Nabi yg lengkap. Tapi harus d baca sampe tuntas. Jgn br baca sekilas sdh komentar. Jika masih ada yg tdk sepakat nggak masalah. Yang penting saling menghormati pendapat org lain yg berbeda.

  18. Terimakasih admin atas share ilmunya….
    Ternyata anjuran tentang Maulid Nabi sudah ada sejak zaman khulafaur rasyidin. Sangat mencerahkan….

  19. Maulid Nabi merupakan hari yg agung, waktu kecil dulu diperingati sangat meriah di tiap mesjid, sekarang mulai berkurang,.. yu kita peringati Maulid Nabi.

  20. Selama ini bingung Maulid Nabi boleh nggak yah, tapi setelah nonton ini ternyata boleh yah… Alhamdulillah makasih ilmunya

  21. Dalil mengutamakan Rasulullah atas makhluk yang lain, bahkan dari diri sendiri cukup banyak dan bisa dijadikan sebagai DALIL bahwa MAULID NABI bukanlah hal yang buruk, bid’ah atau hal yang menyesatkan.
    SUNGGUH suatu pendapat yang sangat dangkal menganggap sesuatu yang memuliakan junjungannya adalah perbuatan berlebihan, bahkan sudah suatu kelaziman kita lebih banyak mengadakan acara2 mengenang, memperingati perjuangan Rasulullah, agar generasi penerus makin mengenal dan dapat meneladani beliau SAW.
    #terima kasih atas tambahan dalil Maulid Nabi-nya.

  22. MAULID NABI baik untuk kita peringati agar generasi penerus lebih mengenal dan dapat meneladani perilaku Rasulullah secara benar, dan demi sejenak melepas kerinduan kepada Rasulullah SAW.

  23. Bila semua hal yang dilakukan diluar tekstual Al-Qur’an dan Sunnah, seperti Maulid ini. Maka mengharamkan, melarang perayaan Maulid Nabi saww pun termasuk bid’ah. Karena tdk ada teks yang menyuruhnya. Thx Admin.

    1. masyarakat kita terlalu kaku dalam beragama Islam, karena terbelenggu dengan jargon2 bawaan salafi-wahabi “kembali ke Al Quran dan Sunnah” dan harus berdalil secara mandiri, padahal kita bukan santri2 yang khusus mempelajari Agama Islam secara mendalam, sehingga sekedar untuk berkhidmat pada Rasulullah SAW pada hari lahirnya pun kita harus punya Hukum Maulid Nabi, ironis.

  24. Banyak orang tidak faham bahwa maulid nabi merupakan perilaku yang terpuji..,dengan adanya dalil ini semakin yakin bahwa maulid nabi merupakan bentuk kecintaan terhadap Nabi SAW

  25. Ya, betul2 tidak dapat dibantah. Semoga kita semua memperoleh syafaat Rasulullah saw, antara lain melalui menghormati, memperingati dan mensyukuti nikmat terbesar berupa kelahiran Nabi Besar Muhammad saw

    1. ya Bu Mieke Gembirasari, pada nyatanya kita sebagai umat Rasulullah SAW sering terlupakan dengan nikmat terbesar ini. Apa yang salah jika kita mensyukurinya dengan acara Maulid Nabi, bahkan kita tidak perlu dalil untuk hal-hal seperti ini

  26. Di Indonesia Maulid Nabi sudah ada sejak dulu, terus diperingati turun temurun. Jadi sebenarnya kecintaan kita terhadap Rosulullah saw sudah mengakar dalam kehidupan rakyat Indonesi. Namun akhir akhir ini dengan berkembangnya faham wahabi banyak sekali yang menolak Maulid Nabi. Bahkan menjadikan Maulid Nabi Bidah bahkan haram.

    Dengam adanya dalil dalil tersebut maka patahlah semua keyakinan kaum wahabi yg suka membidahlan Maulid nabi

  27. Maulid Nabi bukan persoalan lagi…bagi yg membid’ahkan ..toh…mereka merayakan milad-milad yg sesuai nafsu mereka…mereka ga bilang bid’ah.
    Peristiwa maulid nabi momen dimana kita mengenal,menghormati,dan meneladani sosok Rasulullah SAW…..

  28. Nabi Muhammad saw aja mengatakan barangsiapa menghormati hari lahirnya, tentu akan diberikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat. Jadi perayaan Maulid Nabi itu dibolehkan.

    1. Iya Bu dlm hadis Ibnu Asakir diatas menyebutkan bahwa Rasulullah akan memberikan syafaat bagi siapa saja yg memperingati hari lahirnya. Semoga terus berkumandang pembacaan Maulid Nabi ini.

  29. Barang siapa menghormati hari lahir ku, akan aku berikan syafa’at kelak, dlm hadis riwayat Ibnu Asakir diatas. Semoga saya termasuk dlm golongan yang diberi syafa’at ol eh Rasulullah. Dan semoga pembacaan peringatan Maulid Nabi terus berkumandang di bumi Allah..

  30. Barang siapa menghormati hari lahir ku kelak akan aku berikan syafa’at, dlm hadis riwayat Ibnu Sakit diatas. Semoga hamba termasuk golongan yg diberikan syafaat Rasulullah. Semoga terus berkumandang pembacaan memperingati Hari Maulid Nabi di bumi Allah.

  31. Alhamdulillah dan terimakasih sudah memposting periwayatan/hadis-hadis tentang pentingnya perayaan Maulid Junjungan dan Pemberi Syafa’at kita, Nabi Muhammad SAW. Penjelasan yang sangat gamblang dan mudah dipahami oleh orang awam seperti saya.

  32. Terimakasih banyak. Dalil-dalil yang menjelaskan tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, alhamdulillah, di Indonesia masih banyak umat Islam yang mengadakan peringatan Maulid Nabi setiap tahun, dan semoga menjadi syiar Agama Islam, kita semakin mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW

  33. Maulid Nabi hari yang sangat ditunggu tunggu di masyarakat Indonesia, banyak acara yg meriah, setiap daerah punya kebiasaan berbeda dalam merayakan Maulid Nabi… Kebahagiaan terpancar menjelang Maulid… Anak anak bersuka cita.. ada yang pawai obor dan sholawatan hal yg sangat di tunggu2, terima kasih admin semakin yakin akan Maulid Nabi

  34. cukup banyak dalil argumentasi tentang perlunya dan bolehnya hukum memperingati Maulid Nabi, alhamdulillah, terimakasih banyak admin

  35. dalil-dalilnya cukup/sangat kuat. apakah masih banyak kalangan masyarakat yang anti dan alergi dengan acara Maulid Nabi?

  36. secara logika wajiblah umat Rasulullah SAW memperingati Maulid Nabi nya sendiri, dan kesempatan itu sangat besar pada hari maulidnya

  37. Alhamdulillah dari kemarin saya cari-cari hadits-hadits kuat tentang pentingnya Maulid Nabi bagi umat Islam. Terimakasih sudah memposting riwayat-riwayat mutawatir beserta penjelasan yang mudah dipahami tentang Maulid Nabi SAW. Barakallah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *