15 September 2026

“Lā ḥukma illā lillāh!”

Suara itu memotong khutbah.
“Lā ḥukma illā lillāh!”
Tiada hukum selain milik Allah.
Seorang lelaki Khawarij berdiri di tengah orang-orang yang mendengarkan Imam Ali a.s. di Kufah. Seruannya mengalihkan perhatian. Kepala-kepala menoleh; pandangan berpindah dari orang yang sedang berkhutbah kepada orang yang menyelanya.
Ali diam.
Kemudian seorang lagi berdiri.
Seruan yang sama terdengar.
Lalu seorang lagi.
Suara mereka bertambah. Kalimat itu berpindah dari satu mulut ke mulut lainnya, memenuhi sela-sela khutbah yang terhenti.
“Tiada hukum selain milik Allah!”
Mereka mengucapkannya di hadapan Ali. Menjadikan kalimat itu sanggahan terhadap beliau, mengangkatnya sebagai dasar untuk menolak keputusan yang mereka tentang.
Ali membiarkan mereka bersuara.
Di hadapannya kini berdiri orang-orang yang menentang dirinya. Di sekeliling mereka duduk orang-orang yang menunggu jawaban beliau. Satu tempat menghimpun dua kehendak yang berlawanan, dan semua perhatian tertuju kepada seorang pemimpin yang khutbahnya telah dipotong.
Ketika seruan mereka semakin banyak, Ali berbicara.
“Kalimat yang benar, tetapi dipakai untuk tujuan yang batil.”
Beliau mengenali kalimat itu. Beliau juga mengenali maksud yang dibawa orang-orang yang meneriakkannya.
Lalu Ali melanjutkan.
Dan perkataan berikutnya menentukan bagaimana mereka akan diperlakukan.
“Kalian mempunyai tiga hak pada kami.”
Hak.
Kata itu ditujukan kepada orang-orang yang baru saja mengganggu khutbahnya.
Ali mulai menyebutkannya.
Mereka tidak akan dilarang memasuki masjid-masjid Allah untuk menunaikan salat.
Di tempat mereka berdiri dan menyanggah beliau itu, hak beribadah mereka tetap dijaga. Mereka masih dapat datang, berdiri dalam barisan, menundukkan kepala, dan bersujud kepada Allah.
Kemudian beliau menyampaikan yang kedua.
Bagian mereka dari harta fai’ tidak akan ditahan selama tangan mereka masih bersama tangan kaum Muslim.
Ada syarat yang beliau nyatakan dengan jelas. Selama mereka tetap bersama dalam tanggung jawab tersebut, bagian yang menjadi hak mereka tetap diberikan.
Perbedaan sikap terhadap Ali tidak dengan sendirinya menghapusnya.
Lalu yang ketiga.
“Kami tidak akan memulai peperangan terhadap kalian sampai kalian memulainya terhadap kami.”
Batas itu kini telah terdengar oleh semua orang.
Seruan mereka telah mengusik khutbah. Penentangan mereka telah dinyatakan terang-terangan. Namun, Ali membedakan apa yang sedang mereka ucapkan dari peperangan yang belum mereka mulai.
Beliau menetapkan batas bagi dirinya sendiri dan bagi orang-orang yang berada di bawah perintahnya.
Masjid tetap terbuka.
Bagian harta tetap mempunyai ketentuannya.
Peperangan tidak boleh dimulai terhadap mereka hanya karena suara penentangan itu telah meninggi.
Ketegasan Ali juga hadir dalam peringatannya. Dalam riwayat yang sama, beliau memperingatkan mereka tentang akibat pemberontakan bersenjata dan pertanggungjawaban di hadapan Allah. Mereka harus memahami bahwa jaminan hak tersebut berjalan bersama batas yang tidak boleh mereka langgar.
Di tengah ketegangan itu, Ali menyampaikan keduanya tanpa mengurangi salah satunya: hak yang akan beliau jaga, dan akibat yang harus mereka tanggung apabila memilih jalan perang.
Orang-orang yang menentangnya masih berdiri di sana.
Mereka datang membawa sebuah seruan tentang hukum Allah.
Kini mereka mendengar bagaimana Ali mengikat kekuasaannya sendiri pada kewajiban: bahkan terhadap mereka, ada sesuatu yang tidak boleh beliau rampas.
Khutbah itu telah dipotong oleh suara-suara penolakan.
Tetapi jawaban yang tertinggal jauh lebih berat daripada seruan yang memotongnya.
“Kalian mempunyai tiga hak pada kami.”
Ali mengatakannya ketika mereka menentang.
Ketika semua orang mendengar.
Ketika beliau mempunyai kuasa untuk bertindak—dan menetapkan sendiri batas tindakannya.
Mereka memotong khutbah
Hasyim Arsal Alhabsi
Dehills Institute
Catatan sumber:
Da‘ā’im al-Islām, jilid 1, bagian perlawanan bersenjata terhadap pemerintahan.
Suasana saya bangun dan kembangkan; dialog diterjemahkan secara bebas dan sebagian diparafrasakan. Tetap berpegang pada riwayat.

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us