Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Mengenal Kedudukan Sang Nabi
Kajian ini berfokus pada upaya kita untuk lebih mengenal Rasulullah SAW, mengetahui siapa beliau sebenarnya, serta memahami kedudukan mulia beliau di sisi Allah SWT.
Sebagai pemimpin para nabi dan rasul (Sayyidul Anbiya wal Mursalin), beliau memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh para nabi sebelumnya.
Meskipun sebagai mukmin kita dilarang membeda-bedakan para rasul dalam hal keimananโartinya kita harus mengimani semua utusan Allah dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad dengan iman yang samaโAl-Qur’an secara gamblang menjelaskan bahwa para nabi memiliki derajat yang berbeda-beda.
Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa sebagian rasul dilebihkan kedudukannya di atas sebagian yang lain.
Perbedaan Panggilan dan Jangkauan Risalah
Satu perbedaan mencolok yang terekam dalam Al-Qur’an adalah cara Allah memanggil para nabi-Nya.
Allah selalu memanggil nabi-nabi terdahulu langsung dengan nama mereka, seperti “Ya Adam”, “Ya Nuh”, “Ya Ibrahim”, atau “Ya Musa”.
Namun, khusus untuk Rasulullah SAW, Allah tidak pernah memanggil langsung namanya “Ya Muhammad”, melainkan dengan sebutan penghormatan seperti “Ya ayyuhan Nabiyyu” atau “Ya ayyuhar Rasul”.
Selain itu, nabi-nabi terdahulu diutus secara khusus hanya untuk kaum, zaman, dan tempat tertentu saja.
Sebaliknya, Rasulullah SAW diutus untuk seluruh lapisan manusia di setiap tempat dan sepanjang zaman.
Perbandingan dengan Nabi-Nabi Ulul Azmi
Dalam sumber dijelaskan perbandingan kemuliaan antara Nabi Muhammad SAW dengan nabi-nabi besar lainnya:
- Nabi Adam AS:
Para malaikat diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam sebagai bentuk penghormatan, namun perintah itu hanya dilakukan sekali.
Sementara itu, Allah dan para malaikat-Nya terus-menerus bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sepanjang waktu.
Nabi Adam menerima kalimat tobat setelah melakukan kesalahan, namun Allah telah menjamin ampunan bagi Rasulullah SAW bahkan sebelum beliau meminta.
Secara spiritual, kenabian Muhammad SAW telah ditetapkan bahkan sebelum penciptaan Adam. - Nabi Ibrahim AS:
Nabi Ibrahim adalah seorang pencari (Tholib) yang pergi menuju Tuhannya, sedangkan Rasulullah SAW adalah yang dicari (Matlub) dan diperjalankan langsung oleh Allah dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Nabi Ibrahim berdoa agar namanya dikenang baik oleh generasi mendatang, namun Allah telah mengangkat nama Muhammad SAW berdampingan dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat dan azan tanpa beliau harus memintanya. - Nabi Musa AS:
Nabi Musa menerima firman Allah di bumi (Gunung Tursina) dan jatuh pingsan ketika melihat sedikit percikan cahaya kebesaran-Nya. Namun, Rasulullah SAW menerima wahyu di Sidratul Muntaha dan tetap tegar saat menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang paling agung. - Nabi Daud AS:
Nabi Daud diberi mukjizat dapat melunakkan besi, sementara Rasulullah SAW diberi kemampuan untuk melunakkan hati manusia yang keras dengan rahmat dan syafaat.
Makna “Awalul Muslimin”
Para nabi terdahulu dalam Al-Qur’an sering disebut sebagai bagian dari kaum muslimin (Minal Muslimin).
Namun, untuk Rasulullah SAW, Al-Qur’an menggunakan istilah “Awwalul Muslimin” (orang yang pertama kali berserah diri).
Hal ini dikarenakan beliaulah makhluk pertama yang menyatakan kesaksiannya saat Allah mengambil sumpah dari seluruh ruh anak cucu Adam.
Hakikat Kemanusiaan dan Keridaan Allah
Seringkali muncul anggapan bahwa Rasulullah hanyalah manusia biasa. Memang beliau adalah manusia (Basyar), namun beliau bukan manusia sembarangan.
Ibarat batu, manusia lain adalah kerikil biasa, sedangkan Rasulullah SAW adalah permata atau berlian yang sangat mahal.
Keistimewaan lain adalah bagaimana Allah selalu mendahulukan keridaan beliau.
Jika biasanya hamba mencari keridaan Allah, Allah justru berfirman kepada Nabi Muhammad bahwa Dia akan memberikan karunia-Nya sampai sang Nabi merasa rida atau puas.
Bentuk keridaan beliau adalah syafaat bagi umatnya; beliau tidak akan rida jika ada satu pun umatnya yang masih beriman namun masuk ke dalam neraka.
Penutup: Tujuan Mengkaji Keagungan Nabi
Tujuan utama mengkaji kebesaran Rasulullah SAW melalui Al-Qur’an adalah agar kita semakin mengenal, mengagumi, dan mencintai beliau.
Dengan memahami kedudukan mulia beliau yang jauh di atas manusia lainnya, kita diharapkan dapat menjadikan beliau sebagai satu-satunya idola sejati dan menempatkan beliau di atas segala sesuatu yang kita miliki dalam hidup ini.

Bersama Ustadz Muhammad bin Alwi BSA
Eps 3. Nabi Teragung (seri Rasulullah SAW dalam Al Qur’an) oleh Ustad Muhammad bin Alwi BSA
Video source: DISKUSI FATHIMAH

