Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Memasuki Bulan Rabiul Awal
Kita saat ini telah memasuki bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Sayyidul Wujud, Nabi Muhammad SAW.
Setiap tahunnya, pada bulan ini, kita menghentikan sejenak kajian tafsir rutin untuk khusus mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kebesaran dan keagungan Rasulullah SAW agar kita lebih mengenal beliau.
Pihak yang paling mampu menjelaskan keagungan beliau adalah Allah SWT melalui Al-Qur’an, lisan beliau sendiri, para keluarga yang disucikan, serta para sahabat yang hidup bersama beliau.
Perjanjian Para Nabi (Ali Imran: 81)
Dalam Surat Ali Imran ayat 81, dijelaskan bahwa di alam sebelum dunia ini, Allah telah mengambil sumpah dan perjanjian (Mitsaq) kepada setiap nabi yang akan diutus.
Inti dari perjanjian tersebut adalah: jika kelak datang seorang Rasul (Muhammad SAW) yang membenarkan apa yang mereka bawa, maka para nabi tersebut wajib beriman dan membelanya.
Mereka juga wajib menyeru umat masing-masing untuk menanti dan mengimani Rasul tersebut.
Ketika Allah bertanya apakah mereka menyepakati perjanjian ini, para nabi menjawab, “Kami menyepakati dan mengiyakan”.
Allah kemudian menjadi saksi langsung atas perjanjian yang dahsyat ini.
Hal ini menunjukkan bahwa dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad, agama yang dibawa adalah satu (Tauhid), namun syariat dan kitab nabi terdahulu hanya sesuai untuk zaman mereka, sementara syariat Nabi Muhammad adalah yang paling sempurna dan lengkap.
Keutamaan Nabi Muhammad di Antara Ulil Azmi
Dalam Surat Al-Ahzab ayat 7, Allah menyebutkan perjanjian khusus dengan para nabi Ulil Azmi.
Meskipun secara urutan waktu Nabi Muhammad adalah yang terakhir setelah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa, namun dalam ayat tersebut nama Nabi Muhammad didahulukan.
Hal ini dikarenakan di alam sebelum dunia ini, makhluk yang paling terdepan dan pertama diciptakan adalah Sayyidul Wujud Muhammad SAW.
Kabar Gembira dan Sifat Rasulullah dalam Kitab Terdahulu
Para nabi terdahulu selalu membicarakan dan mengagungkan Nabi Muhammad sebagai idola mereka.
Nabi Isa AS secara gamblang terekam dalam Surat Ash-Shaff ayat 6 memberitahu Bani Israil bahwa beliau membawa kabar gembira akan datangnya seorang Rasul bernama Ahmad.
Lebih dari sekadar nama, sifat-sifat Rasulullahโmulai dari wajah, cara berjalan, hingga cara bicaranyaโsudah dijelaskan secara rinci dalam Taurat dan Injil.
Begitu rincinya penjelasan tersebut sehingga para penganut kitab terdahulu mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri.
Bahkan, sifat para sahabat beliau yang keras terhadap musuh Allah namun berkasih sayang di antara sesama juga sudah tertulis dalam kitab-kitab tersebut.
Tawassul Para Nabi kepada Nabi Muhammad
Berbagai riwayat menunjukkan bahwa para nabi bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW:
- Nabi Adam AS:
Saat memohon ampunan, Nabi Adam bertawassul dengan nama Muhammad yang ia lihat bersanding dengan nama Allah di ‘Arsy.
Bahkan, mahar pernikahan Nabi Adam dengan Siti Hawa adalah bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. - Nabi Nuh AS:
Ditemukan sekeping kayu kuno (diyakini bagian dari bahtera Nuh) yang bertuliskan permohonan selamat dengan tawassul kepada Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. - Nabi Ibrahim AS:
Beliau terpilih menjadi Khalilullah (Kekasih Allah) salah satunya karena banyaknya ia bershalawat kepada Nabi Muhammad.
Saat diperintahkan menyembelih putranya, Allah menjelaskan bahwa kesedihan yang lebih besar adalah atas pengorbanan cucu Nabi Muhammad, yaitu Imam Husain di Karbala. - Nabi Musa AS:
Saat mempelajari keagungan Nabi Muhammad, Nabi Musa sempat berdoa, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk bagian dari umat Muhammad”.
Kesaksian Makhluk Lain
Bukan hanya manusia, seluruh alam semesta mengenal Nabi Muhammad.
Ketika Abrahah hendak menyerang Ka’bah, gajah putih miliknya menundukkan kepala di hadapan kakek Rasulullah, Abdul Muthalib, dan berkata, “Salam bagimu wahai pembawa cahaya Muhammad”.
Hal ini membuktikan bahwa setiap makhluk merindukan dan mengagungkan beliau.
Penutup
Seluruh nabi dari Adam hingga Isa telah membicarakan dan mengambil janji untuk membela Nabi Muhammad SAW.
Di hari kiamat kelak, persaksian para nabi atas umatnya tidak akan diterima oleh Allah kecuali melalui kesaksian dari Sayyidul Wujud Muhammad SAW. Beliau adalah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada alam semesta.

Bersama Ustadz Muhammad bin Alwi BSA
Eps 6. Para Nabi pun Mengidolakan (seri Rasulullah SAW dalam Al Qur’an)
Video source: DISKUSI FATHIMAH

