Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Pembukaan: Memasuki Bulan Rabiul Awal
Kajian ini dimulai dengan rasa syukur dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Mengingat saat ini memasuki bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah, maka kajian tafsir rutin (Surah Al-Baqarah) dihentikan sejenak.
Fokus beralih pada ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang keagungan, sifat, dan tugas Rasulullah SAW, karena hanya Allah-lah yang paling mengenal sosok beliau.
Fokus pembahasan kali ini adalah Surah Al-Ahzab ayat 45-46, yang menyebutkan lima sifat dan tugas utama Nabi Muhammad SAW:
- Syahidan (Saksi)
- Mubasyiron (Pembawa kabar gembira)
- Nadziron (Pembawa peringatan)
- Daโiyan illallah bi idznihi (Penyeru kepada Allah dengan izin-Nya)
- Sirojan Muniro (Lampu yang terang benderang).
1. Syahidan (Sang Saksi)
Rasulullah diutus sebagai saksi dalam berbagai makna:
- Saksi perilaku umatnya:
Beliau menyaksikan langsung apa yang kita lakukan. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa amal kita dilaporkan kepada beliau pada hari Senin, Kamis, dan Jumat.
Jika amal kita baik, beliau bersyukur; jika buruk, beliau sedih dan memohonkan ampun. - Saksi bagi para Nabi terdahulu:
Kelak di hari kiamat, beliau akan menjadi saksi apakah para nabi sebelumnya telah menyampaikan risalah kepada umat mereka masing-masing. - Saksi keberadaan Allah:
Sifat-sifat beliau, seperti rahmat dan ilmunya yang luas, merupakan bukti nyata atau “percikan” terkecil yang bisa manusia saksikan untuk mengenal kebesaran Allah yang tak terjangkau.
2 & 3. Mubasyiron (Pembawa Kabar Gembira) & Nadziron (Pembawa Peringatan)
Sifat ini diberikan karena manusia secara naluriah selalu mencari keuntungan (jalbu manfaat) dan menghindari bahaya (daf’ul madhorroh).
- Basyir (Kabar Gembira):
Memberi motivasi berupa pahala dan surga agar manusia semangat berbuat baik.
Contohnya: tiket surga di telapak kaki ibu, atau pahala jihad bagi wanita yang berbakti pada suami. - Nadzir (Peringatan):
Memberi peringatan berupa ancaman neraka agar manusia selamat dari bahaya dosa. Peringatan ini pun sebenarnya adalah bentuk Rahmat (kasih sayang) Rasulullah agar umatnya tidak terjerumus.
Nabi Muhammad SAW tidak pernah membuat umatnya putus asa atau pesimis.
Beliau bahkan meminta agar rasa sakit saat pencabutan nyawa umatnya diberikan kepada beliau saja agar umatnya tidak menderita.
Sebagai pengikutnya, kita pun diajarkan untuk menjadi sosok yang memudahkan orang lain, murah senyum, dan tidak menakut-nakuti.
4. Da’iyan illallah bi idznihi (Penyeru kepada Allah dengan Izin-Nya)
Tugas para nabi hanyalah mengembalikan manusia kepada penciptanya (Tauhid), bukan mengajak kepada kepentingan pribadi, golongan, atau partai.
- “Bi idznihi” (Dengan Izin-Nya):
Menunjukkan bahwa tugas mengubah watak manusia dan melawan hawa nafsu adalah pekerjaan yang sangat berat, sehingga membutuhkan izin, ilmu, dan bantuan langsung dari Allah. - Rasulullah tidak pernah berucap atau berdakwah berdasarkan hawa nafsu, melainkan murni mengikuti wahyu.
Jika tidak tahu, beliau akan menunggu wahyu dan tidak mengarang jawaban sendiri.
5. Sirojan Muniro (Lampu yang Terang Benderang)
Rasulullah adalah cahaya yang membasmi kegelapan.
- Cahaya yang Tak Pernah Padam:
Berbeda dengan lampu biasa (Siroj) yang bisa mati, beliau disebut Muniro (yang menerangi), menunjukkan bahwa cahayanya abadi, baik saat beliau hidup maupun setelah wafat. - Ketenangan Hati:
Hidup tanpa Rasulullah akan penuh kegelisahan dan kegelapan.
Hati yang di dalamnya ada Rasulullah akan memancarkan cahaya dalam tutur kata dan perbuatannya. - Fisik yang Bercahaya:
Siti Aisyah pernah meriwayatkan bahwa saat lampu rumahnya padam dan jarumnya hilang, ruangan seketika menjadi terang saat Rasulullah masuk, sehingga jarum tersebut ditemukan.
Sebagai penutup, ditekankan bahwa nikmat terbesar bagi manusia adalah keberadaan Rasulullah SAW. Kita diharapkan dapat mendekatkan diri kepada beliau melalui amal saleh dan akhlak yang mulia agar kehidupan kita senantiasa dibimbing oleh cahaya beliau.

Bersama Ustadz Muhammad bin Alwi BSA
Eps 11. Pembawa Kabar Gembira (seri Rasulullah SAW dalam Al Qur’an)
Video source: DISKUSI FATHIMAH

