Keilmuan Imam Ali AS dan Bimbingan Rasulullah SAW
Keutamaan Imam Ali as Bagian Keempat
1. Pengajaran Rasulullah SAW yang Tidak Pernah Terputus
- Rujukan Kitab:
Dikutip dari kitab Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain karya Al-Hafizh Al-Hakim Al-Naisaburi (ulama Ahlus Sunnah bermazhab Asy-Syafi’i). Pada catatan kaki terdapat kitab Talkhisul Mustadrak karya Imam Az-Zahabi (terbitan Darul Fikr, 2002 M / 1422 H, Jilid 3, hlm. 337, Hadis No. 4688). - Matan Riwayat:
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Hajjaj al-Jamali, beliau mendengar Ali bin Abi Thalib AS berkata:“Apabila aku bertanya kepada Rasulullah SAW, beliau menjawabku. Dan apabila aku diam, beliaulah yang mulai (mengajariku).” - Penjelasan:
Ketika Imam Ali AS mengajukan pertanyaan, Rasulullah SAW selalu menjawabnya. Namun, ketika beliau diam, Rasulullah SAW yang mendahului untuk mengajarkan keilmuan kepada beliau.
Dengan demikian, bimbingan dan pengajaran Rasulullah SAW kepada Imam Ali AS tidak pernah kosong. - Kualitas Hadis:
Imam Al-Hakim menilai hadis ini:حَدِيثٌ صَحِيحٌ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ وَلَمْ يُخْرِجَاهُ
(“Hadis ini sahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak mengeluarkannya.”)
Imam Az-Zahabi pun menyetujui kesahihan hadis ini dalam Talkhis-nya.
2. Keluasan Ilmu Al-Qur’an dan Kejadian Masa Depan
- Rujukan Kitab Pertama:
Dikutip dari kitab Jami’ Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih karya Ibn Abdil Bar (ulama Ahlus Sunnah bermazhab Al-Maliki), ditahqiq oleh Abil Asbal Az-Zuhairi (terbitan Dar Ibn al-Jauzi, cetakan ke-10, 1433 H, Jilid 1, hlm. 383, Hadis No. 726). - Rujukan Kitab Kedua:
Diriwayatkan pula dalam kitab Al-Faqih wal-Mutafaqqih karya Al-Khatib Al-Baghdadi (ulama Asy-Syafi’i), ditahqiq oleh Adil bin Yusuf Al-Azazi (terbitan Dar Ibn al-Jauzi, cetakan ke-1, 1430 H, hlm. 710). - Matan Riwayat:
Diriwayatkan dari sahabat Abu Al-Thufail, beliau menyaksikan Ali bin Abi Thalib AS berkhutbah dan bersabda:
“Tanyakanlah kepadaku! Demi Allah, tidaklah kalian menanyakan kepadaku tentang sesuatu yang akan terjadi hingga Hari Kiamat melainkan aku akan mengabarkannya kepada kalian. Dan tanyakanlah kepadaku tentang Kitabullah! Demi Allah, tidak ada satu ayat pun melainkan aku mengetahui kapan ia diturunkan:”
مَا مِنْهَا آيَةٌ إِلَّا وَأَنَا أَعْلَمُ بِلَيْلٍ نَزَلَتْ أَمْ بِنَهَارٍ أَمْ فِي سَهْلٍ نَزَلَتْ أَمْ فِي جَبَلٍ
(“Apakah turun di waktu malam atau siang, di dataran rendah/lembah atau di pegunungan.”)
- Kualitas Hadis:
Muhaqqiq Abil Asbal Az-Zuhairi dan Adil bin Yusuf Al-Azazi menyatakan bahwa sanad riwayat ini sahih dan para perawinya terpercaya (isnaduhu shahihun wa rijaluhu tsiqat).
3. Kesimpulan Ceramah
- Sumber Pengetahuan:
Pengetahuan Imam Ali AS mengenai peristiwa masa depan hingga Hari Kiamat serta seluk-beluk Al-Qur’an bersumber langsung dari pendidikan dan bimbingan Rasulullah SAW, yang mana Rasulullah SAW memperoleh ilmu tersebut dari wahyu Allah SWT. Pengetahuan tersebut bukan dimiliki oleh Imam Ali AS secara mandiri. - Koreksi Pemahaman:
Barang siapa berkeyakinan bahwa Imam Ali AS mengetahui kejadian masa depan secara mandiri tanpa belajar dan menerima bimbingan dari Rasulullah SAW, maka keyakinannya tersebut adalah keliru. - Keotentikan Sumber:
Seluruh riwayat ini terdokumentasi secara otentik dalam kitab-kitab rujukan utama ulama terkemuka Ahlus Sunnah (Syafi’i dan Maliki).

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

