Keabsahan dan Makna Kata “Maula” bagi Ali bin Abi Thalib a.s.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bagian I: Pendataan Kitab-Kitab Rujukan dan Penilaian Keshahihan Hadis “Maula”
Setelah mengkaji berbagai rujukan kitab hadis dan biografi utama ulama Ahlus Sunnah dan Salafi, riwayat sabda Nabi SAW mengenai status Maula bagi Imam Ali bin Abi Thalib a.s. terbukti memiliki sanad yang shahih dan derajat mutawatir.
1. Kitab Silsilah al-Ahadits as-Shahihah
- Penulis: Al-Albani (salah satu ulama besar Salafi).
- Spesifikasi: Munjilad (Jilid) 4, Penerbit Maktabah al-Ma’arif, Tahun Terbit 1995.
- Halaman 330:
Tertera matan sabda Rasulullah SAW:قال رسول الله صلى الله عليه واله: مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَعَلِيٌّ مَوْلاَهُ، اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَعَادِ مَنْ عَادَاهُ
(Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjadikanku maula-nya, maka Ali adalah maula-nya. Ya Allah, walikanlah orang yang mewalikannya dan musuhilah orang yang memusuhinya.”)
- Halaman 343:
Al-Albani menegaskan:وجملة القول أن حديث الترجمة حديث صحيح بشطريه بل الأول منه متواتر عنه صلى الله عليه واله كما يظهر لمن تتبع أسانيده وطرق
(Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis shahih pada kedua bagiannya. Bahkan bagian pertamanya adalah mutawatir dari Nabi SAW sebagaimana tampak bagi siapa saja yang meneliti sanad dan jalur-jalurnya.)
2. Kitab Al-Bidayah wan-Nihayah
- Penulis: Ibn Kathir (salah satu ulama Ahlus Sunnah).
- Spesifikasi: Juz 4, Penerbit Darul Fikr, Cetakan Pertama (Tahun 2005), Halaman 175.
- Pernyataan Ibn Kathir:
وصدر الحديث متواتر تيقن أن رسول الله صلى الله عليه واله قال، وأما “اللهم وال من والاه” فزيادة قوية الإسناد
(Bagian awal hadis ini adalah mutawatir yang diyakini pasti kebenarannya bahwa Rasulullah SAW bersabda… Adapun kalimat ‘Allahumma waali man waalaahu’ merupakan tambahan yang sanadnya kuat.)
3. Kitab Musnad al-Imam Ahmad bin Hanbal (Ta’liq Syu’aib Al-Arna’ut)
- Spesifikasi: Juz 32, Penerbit Mu’assasah ar-Risalah, Cetakan Kedua (Tahun 2008), Halaman 56.
- Riwayat:
Dari Abu al-Tufail, sampai pada sabda Nabi SAW:من كنت مولاه فهذا مولاه، اللهم وال من والاه وعاد من عاداه
- Komentar Syu’aib Al-Arna’ut:
إسناده صحيح رجاله ثقات رجال الشيخين
(Sanadnya shahih, para perawinya terpercaya/tsiqah dan merupakan perawi Asy-Syaikhain [Al-Bukhari & Muslim].)
4. Kitab Sunan Ibn Majah (Tahqiq Al-Albani)
- Spesifikasi: Cetakan Kedua (Tahun 2008), Halaman 36.
- Penilaian Al-Albani: صحيح (Shahih).
5. Kitab Al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain
- Penulis: Al-Hakim dengan ta’liq Adz-Dzahabi (keduanya ulama Ahlus Sunnah).
- Spesifikasi: Juz 3, Penerbit Darul Fikr, Cetakan Pertama (Tahun 2001), Halaman 323.
- Penilaian Al-Hakim:
هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه بطوله
(Hadis ini shahih sesuai syarat Asy-Syaikhain [Al-Bukhari & Muslim], namun keduanya tidak meriwatkannya secara panjang/lengkap.)
6. Kitab Sharh Musykil al-Atsar
- Penulis: Ath-Thahawi (salah satu ulama Ahlus Sunnah).
- Spesifikasi: Jilid 9, Penerbit Dar Balansiyyah, Cetakan Pertama (Tahun 1999), Halaman 108.
- Pernyataan Abu Ja’far Ath-Thahawi:
هذا الحديث صحيح والإسناد لا طعن لأحد في أحد من رواته
(Hadis ini shahih, dan sanadnya tidak memiliki celaan dari seorang pun terhadap siapa pun dari para perawinya.)
7. Kitab Shahih Ibn Hibban
- Penulis: Ibn Hibban (ulama Ahlus Sunnah), ditahqiq oleh Syu’aib Al-Arna’ut.
- Spesifikasi: Jilid 15, Penerbit Mu’assasah ar-Risalah, Cetakan Ketiga (Tahun 1997), Halaman 376.
- Penilaian Syu’aib Al-Arna’ut:
إسناده حسن رجاله ثقات رجال الشيخين
(Sanadnya hasan, para perawinya terpercaya/tsiqah dan merupakan perawi Asy-Syaikhain.)
8. Kitab Musnad Ahmad bin Hanbal (Tahqiq Ahmad Muhammad Syakir)
- Spesifikasi: Jilid 1, Penerbit Darul Hadits Kairo, Tahun Terbit 2012, Halaman 509.
- Penilaian Ahmad Muhammad Syakir: إسناده صحيح (Sanadnya shahih).
9. Kitab Al-Ahadits al-Mukhtarah
- Penulis: Dhiya’uddin Al-Maqdisi (ulama Ahlus Sunnah), ditahqiq oleh Dr. Abdul Malik bin Abdullah.
- Spesifikasi: Jilid 1, Penerbit Maktabah al-Asad, Cetakan Kelima (Tahun 2008), Halaman 106.
- Penilaian Muhaqqiq: إسناده صحيح (Sanadnya shahih).
10. Kitab Majma’ az-Zawa’id wa Manba’ al-Fawa’id
- Penulis: Al-Haitsami (ulama Ahlus Sunnah).
- Spesifikasi: Juz 9, Penerbit Darul Fikr, Cetakan Pertama (Tahun 2005), Halaman 129–130.
- Pernyataan Al-Haitsami:
رواه البزار وأحمد ورجاله رجال الصحيح غير فطر بن خليفة وهو ثقة
(Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Ahmad, dan para perawinya adalah perawi kitab Shahih, selain Fitr bin Khalifah dan dia adalah perawi tsiqah.)
Bagian II: Pembahasan Makna dan Hakikat Kata “Maula”
Setelah mengetahui keabsahan dan keshahihan hadis ini dari berbagai sumber, pembahasan berlanjut pada arti dari kata “Al-Maula” (المولى) yang terdapat dalam hadis tersebut.
Kajian Kitab Majmu’ Fatawa Al-‘Utsaimin
- Penulis: Ibn ‘Utsaimin (salah satu ulama besar Salafi).
- Spesifikasi: Jilid 3, Penerbit Dar uth-Thurayya, Cetakan Kedua (Tahun 2005), Halaman 136.
- Pertanyaan: Syaikh ditanya mengenai hukum seseorang yang menyapa seorang raja dengan sebutan “Ya Maulaya” (يا مولاي).
- Jawaban Syaikh Ibn ‘Utsaimin: Wilayah/Kewalian terbagi menjadi dua bagian:
- Wilayah Mutlaqah (ولاية مطلقة – Keloyalan/Kekuasaan Mutlak):
- Jenis ini hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla semata.
- Wilayah Muqayyadah Mudhafah (ولاية مقيدة مضافة – Keloyalan/Kekuasaan Terikat & Disandarkan):
- Jenis ini bisa diperuntukkan bagi selain Allah. Dalam bahasa Arab, kata ini memiliki banyak makna, di antaranya:
- An-Nashir (الناصر): Penolong.
- Al-Mutawalli lil-Umur (المتولي للأمور): Pengurus / Pengelola urusan-urusan.
- As-Sayyid (السيد): Tuan / Pemimpin.
- Jenis ini bisa diperuntukkan bagi selain Allah. Dalam bahasa Arab, kata ini memiliki banyak makna, di antaranya:
- Wilayah Mutlaqah (ولاية مطلقة – Keloyalan/Kekuasaan Mutlak):
- Dalil Al-Qur’an dan Hadis:
- Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلاَهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ
(Q.S. At-Tahrim: 4)
- Dan sabda Rasulullah SAW:
مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَعَلِيٌّ مَوْلاَهُ
- Allah Ta’ala berfirman:
Penutup Pelajaran
Pertanyaan reflektif dikembalikan kepada para pemirsa:
“Apa hakikat makna Al-Maula bagi Ali bin Abi Thalib ‘alaihis salam?” Jawaban ini kami serahkan kepada para pemirsa.
Penutup Doa:
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله الطيبين الطاهرين والحمد لله رب العالمين
(Semoga shalawat tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarganya yang baik dan suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.)

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

