21 October 2026

1. Identitas dan Rujukan Kitab

Video ini membahas riwayat hadis yang bersumber dari Kitab Al-Mustadrak ‘ala Al-Shahihain. Kitab ini disusun oleh Al-Hakim An-Naisaburi, seorang ulama Ahlussunnah yang bermazhab Syafi’i.
Kitab ini ditalkhis (diringkas dan diteliti kembali) oleh Imam Az-Zahabi serta diterbitkan oleh Darul Fikr (Juz 1, Cetakan 1, Tahun 1422 H / 2002 M, Halaman 111, Hadis Nomor 40).

2. Isinya Riwayat dan Dialog

Riwayat ini disampaikan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau menceritakan peristiwa kedatangan seorang wanita tua menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang berada di samping Aisyah:

  • Dialog Pertama (Penggantian Nama):
    • Rasulullah SAW bertanya: “Man anti?” (Siapakah engkau?).
    • Wanita tua tersebut menjawab: “Ana Jatsamah Al-Muzaniyyah” (Aku adalah Jatsamah Al-Muzaniyyah).
    • Rasulullah SAW bersabda: “Bukan, tetapi engkau adalah Hasanah Al-Muzaniyyah”.
    • Penjelasan: Wanita ini awalnya memiliki nama yang kurang baik (Jatsamah), sehingga Rasulullah SAW menggantinya menjadi nama yang baik (Hasanah).
  • Dialog Kedua (Menanyakan Kabar):
    • Rasulullah SAW bertanya lagi: “Bagaimana keadaanmu? Bagaimana engkau menghabiskan waktumu selama tidak berjumpa dengan kami?”.
    • Wanita itu menjawab: “Demi ayah dan ibuku (sebagai tebusanmu), keadaanku selalu dalam keadaan baik, wahai Rasulullah”.

3. Penjelasan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah

Setelah wanita tua tersebut pamit pergi, Sayyidah Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW karena heran melihat penyambutan dan penghormatan yang sangat istimewa dari beliau kepada wanita tua itu.

Rasulullah SAW menjelaskan alasannya:

“Sesungguhnya dia dulu pernah datang berkunjung kepada kami di masa Khadijah masih hidup. Dan sesungguhnya memelihara/menjalin hubungan baik (kesetiaan) adalah bagian dari iman.”

4. Derajat Keshahihan Hadis

  • Al-Hakim An-Naisaburi menyatakan bahwa riwayat ini merupakan hadis sahih yang sesuai dengan syarat Al-Bukhari dan Muslim.
  • Imam Az-Zahabi dalam catatan kakinya (talkhis) menyepakati keshahihan hadis ini dan menegaskan bahwa riwayat ini sesuai dengan syarat Al-Bukhari dan Muslim serta tidak memiliki kecacatan.

5. Pelajaran & Keutamaan Sayyidah Khadijah Al-Kubra a.s.

Riwayat ini menjadi dalil atas keutamaan dan kedudukan mulia Ummul Mukminin Khadijah Al-Kubra ‘alaihas-salam di hati Rasulullah SAW:

  • Rasulullah SAW memberikan penghormatan luar biasa kepada seorang wanita tua hanya karena wanita tersebut pernah berkunjung sewaktu Sayyidah Khadijah masih hidup.
  • Hal ini mengilustrasikan ungkapan pepatah Arab:

“Karena menghormati satu orang (yang dicintai), maka dihormati pulalah seribu orang di sekitarnya.”

Dalil2 Keutamaan Khadijah dan Kesetiaan Rasulullah

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us