Bismillahirrahmanirrahim.
Kesaksian Kitab Siyar A’lam al-Nubala
Penyusun: Al-Imam Az-Zahabi (salah seorang ulama Ahlussunnah).
Penerbit & Cetakan: Darul Hadits, Al-Qahirah (Kairo), Jilid 5, cetakan tahun 2006 M / 1427 H.
- Halaman 227 — Penilaian Ibnu Sa’ad mengenai Imam Ali Zainal Abidin:
Imam Az-Zahabi menukil pernyataan dari Ibnu Sa’ad:
-
- “Huwa ‘Aliyyul Asghar”
(Bahwasanya Imam Ali Zainal Abidin adalah Ali Muda). - “Wa amma akhuhu ‘Aliyyul Akbar, qutila ma’a abihi bi Karbala”
(Sementara saudaranya adalah Ali Akbar, yang terbunuh bersama ayahnya [Imam Al-Husein] di Karbala). - Sifat dan Kedudukan Beliau:
- Thiqatan (Orang yang tsiqah / dapat dipercaya)
- Ma’munan (Orang yang amanah)
- Katsiral Hadits (Banyak meriwayatkan hadis Rasulullah SAW)
- ‘Aliyyan wa Rafi’an (Tinggi dan mulia kedudukannya)
- Wara’an (Seorang yang wara’)
- “Huwa ‘Aliyyul Asghar”
- Halaman 234 — Kelayakan Menyandang Kepemimpinan Utama (Imamah ‘Uzma):
Imam Az-Zahabi menegaskan:
-
- “Wa kana lahu jalalatun ‘ajibah”
(Bahwasanya Imam Ali Zainal Abidin memiliki kemuliaan dan keagungan yang mengagumkan). - “Wa kana ahlan lil imamatil ‘uzma”
(Bahkan beliau sangat pantas untuk menyandang Imamah ‘Uzma / kepemimpinan yang agung).
- “Wa kana lahu jalalatun ‘ajibah”
5 Dasar Kelayakan Beliau Menyandang Imamah ‘Uzma:
- Li sharafih (Karena kemuliaannya)
- Wa su’dudih (Karena kedudukannya / keluhurannya)
- Wa ‘ilmih (Karena ilmunya)
- Wa thaqqufi ‘ibadatih (Karena ketekunan dan kesungguhan ibadahnya)
- Wa kamali ‘aqlih (Serta kesempurnaan akalnya)
Kesaksian Kitab As-Sawa’iq al-Muhriqah
Penyusun: Ibnu Hajar Al-Haitami (ulama Ahlussunnah wal Jama’ah bermazhab Syafi’i).
Penerbit & Cetakan: Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah, cetakan pertama tahun 1983 M / 1403 H.
- Halaman 302 — Warisan Keilmuan, Zuhud, dan Dahsyatnya Ibadah Beliau:
- Mewarisi Keutamaan Ayahnya:
Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan bahwa Imam Ali Zainal Abidin menurunkan/mewarisi dari ayahnya (Imam Al-Husein AS) dalam hal ilmu (‘ilman), kezuhudan (zuhdan), dan ibadah (‘ibadatan). - Kekhusyukan Saat Wudhu:
“Wa kana idza tawaddha’a lish-shalah…”
Di saat beliau wudhu untuk melaksanakan shalat, wajah beliau menjadi pucat pasi. Ketika ditanyakan Kepada beliau mengenai penyebabnya, Imam Ali Zainal Abidin menjawab:
“Atadruna baina yadai man aqam?”
(“Tahukah kalian, di hadapan siapa aku akan berdiri menghadap?”)
- Kuantitas Shalat Sehari Semalam:
“Wa hukiya annahu kana yusalli fil yaumi wal lailati alfa rak’ah”
Diceritakan bahwasanya Imam Ali Zainal Abidin melakukan shalat dalam sehari semalam sebanyak 1000 rakaat.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin wa alihi al-kiram, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

