Bismillahirrahmannirraheem.
1. Riwayat Pertama: Sikap Umar bin Khattab Mengetahui Tangisan Rasulullah SAW
- Rujukan Kitab:
-
- Kitab: Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal, Jilid 1.
- Tahqiq: Syuaib Al-Arnauth.
- Penerbit: Muassasah Ar-Risalah, Cetakan ke-2 (Tahun 2008), Halaman 335.
- Isi Riwayat (Diriwayatkan dari Umar bin Khattab r.a.):
-
- Umar bin Khattab r.a. menceritakan bahwa di pagi hari beliau mendatangi Rasulullah SAW.
Pada saat itu, beliau melihat Rasulullah SAW sedang duduk bersama Abu Bakar r.a. dan keduanya tengah menangis. - Umar bertanya: “Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku apa yang menyebabkan engkau dan sahabatmu menangis? Jika hal itu membuatku menangis, maka aku akan menangis. Namun jika tidak, aku akan berpura-pura menangis karena kalian berdua telah menangisinya.”
- Umar bin Khattab r.a. menceritakan bahwa di pagi hari beliau mendatangi Rasulullah SAW.
- Kredibilitas / Status Sanad:
-
- Syuaib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad riwayat ini bernilai Hasan dan seluruh perawinya merupakan perawi Shahih.
- Pelajaran Kajian:
-
- Umar bin Khattab r.a. ikut menangis ketika melihat Nabi SAW menangis, bahkan sampai berpura-pura menangis. Hal ini menunjukkan bentuk ittiba’ (mengikuti) perbuatan Nabi SAW.
2. Riwayat Kedua: Rasulullah SAW Menangisi Tragedi Pembunuhan Al-Husain bin Ali a.s.
- Pertanyaan Kajian:
-
- Apakah Nabi SAW pernah menangisi tragedi pembunuhan Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib alaihimussalam?
- Rujukan Kitab:
-
- Kitab: Ithaf Al-Khiyarah Al-Maharah karya Al-Busyiri (salah satu ulama Ahlussunnah).
- Penerbit: Maktabah Ar-Rusyd, Jilid 9, Cetakan ke-1 (Tahun 1998), Halaman 319.
- Isi Riwayat (Diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a.):
-
- Ummu Salamah r.a. menceritakan bahwa suatu hari Nabi SAW sedang tidur di rumahnya.
- Kemudian Al-Husain datang, sementara Ummu Salamah sedang duduk menjaga di depan pintu. Ummu Salamah memegang Al-Husain karena khawatir dia masuk ke dalam dan membangunkan Rasulullah SAW.
- Ketika Ummu Salamah lalai sejenak, Al-Husain masuk secara perlahan-lahan lalu duduk di atas perut Rasulullah SAW.
- Di saat itulah Ummu Salamah mendengar Rasulullah SAW menangis/meratap.
- Ummu Salamah segera mendatangi beliau dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mengetahui hal ini (Al-Husain masuk).”
- Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Malaikat Jibril a.s. baru saja datang kepadaku sementara Al-Husain berada di atas perutku. Jibril bertanya: ‘Apakah engkau mencintainya?’ Aku menjawab: ‘Iya.’ Jibril berkata: ‘Sesungguhnya umatmu kelak akan membunuhnya. Maukah aku perlihatkan kepadamu tanah tempat di mana dia akan terbunuh?’ Aku menjawab: ‘Iya.’ Kemudian Jibril mengepakkan sayapnya dan memberikan tanah ini kepadaku.”
- Ummu Salamah melihat di tangan Rasulullah SAW terdapat tanah merah, dan beliau menangis seraya bersabda: “Aduh, siapakah setelahku yang berani membunuhmu?”
- Kredibilitas / Status Sanad:
-
- Al-Busyiri menegaskan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abd bin Humaid dengan sanad yang Shahih.
Kesimpulan & Catatan Kritis
- Riwayat ini menjadi teguran halus bagi pihak-pihak yang selalu mempermasalahkan tindakan menangisi Al-Husain a.s..
- Khalifah kedua (Umar bin Khattab r.a.) sendiri tetap menangis—bahkan walaupun berpura-pura menangis—karena melihat dan mengikuti tangisan Rasulullah SAW.
- Riwayat-riwayat shahih mengenai hal ini telah tercantum dengan jelas di dalam kitab-kitab induk seperti Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal dan Ithaf Al-Khiyarah Al-Maharah.
Penutup
Washallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi ath-thahirin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

