Kedudukan & Keutamaan Imam Ja’far ash-Shadiq as dalam Pandangan Ulama Ahlussunnah
1. Kitab Taqrib at-Tahdzib (Karya Ibn Hajar al-‘Asqalani)
Rujukan: Bagian 1, Cetakan Pertama (1995), Penerbit Darul Fikr, Halaman 91
- Pembacaan Teks Arab/Matan:
Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib al-Hasyimi, Abu Abdillah al-Ma’ruf as-Sadiq: Sadūqun, Faqīhun, Imām. - Penjelasan:
Ibn Hajar al-‘Asqalani (salah satu ulama Ahlussunnah) mencatat biografi Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib al-Hasyimi (dengan kuniyah Abu Abdillah yang dikenal sebagai as-Shadiq).
Beliau menegaskan kredibilitasnya bahwa Imam Ja’far adalah seorang yang sangat jujur (saduq), alim/faqih (faqihun), dan seorang Imam (imam).
2. Kitab Al-Wafi bil Wafayat (Karya As-Safadi)
Rujukan: Jilid 9, Cetakan Pertama (2010), Penerbit Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, Halaman 75
- Pembacaan Teks Arab/Matan:
Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum, al-Imam al-Madani… - Penjelasan & Terjemahan:
As-Safadi menjelaskan bahwa Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib (yang dikenal sebagai as-Shadiq) adalah seorang Imam dan tokoh ulama agung dari Madinah. - Kesaksian Para Ulama yang Dikutip:
- Kredibilitas Perawi (Tsiqah):
Beliau dinilai terpercaya (tsiqah) oleh Yahya bin Ma’in, Imam asy-Syafi’i, dan sekelompok ulama lainnya. - Pernyataan Abu Hatim:
Abu Hatim berkata: “Tsiqah, la yus’alu ‘an mitslih” (Beliau terpercaya, sosok sepertinya tidak perlu dipertanyakan lagi). - Pernyataan Abu Hanifah:
Ma ra’aitu afqaha/akhama min Ja’far bin Muhammad (Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih alim daripada Ja’far bin Muhammad). - Pernyataan Imam Ja’far ash-Shadiq:
Beliau pernah menyampaikan kepada murid-muridnya: “Saluni qabla an tafqiduni…” (“Tanyalah kepadaku sebelum kalian kehilanganku, karena tidak ada yang dapat menyampaikan ilmu kepada kalian sepeninggalku seperti pembicaraan/ilmu yang aku sampaikan ini”).
- Kredibilitas Perawi (Tsiqah):
3. Kitab Siyar A’lam an-Nubala’ (Karya Imam az-Zahabi)
Rujukan: Penerbit Darul Hadits, Cetakan Tahun 2006
- Jilid 6, Halaman 363–364:
- Penilaian Sanad oleh Abu Zur’ah:
Ibn Abi Hatim menceritakan bahwa beliau mendengar Abu Zur’ah ditanya mengenai perbandingan kualitas beberapa jalur sanad perawi (sanad Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, Suhail dari ayahnya, dan al-A’la dari ayahnya): “Mana sanad yang lebih shahih?”
Abu Zur’ah menjawab tegas: “Ja’far la yuqasu bihi ha’ula'” (Ja’far tidak dapat dibandingkan dengan mereka). - Kesaksian ‘Amr bin Abil Miqdam:
Beliau berkata: “Ketika aku melihat Ja’far bin Muhammad, aku mengetahui bahwa beliau termasuk mata rantai para nabi”. - Riwayat Sholeh bin Abil Aswad:
Beliau mendengar Imam Ja’far bin Muhammad menegaskan kembali: “Tanyalah kepadaku sebelum kalian kehilanganku, karena tidak ada yang menyampaikan kepada kalian sepeninggalku seperti pembicaraanku ini”.
- Penilaian Sanad oleh Abu Zur’ah:
- Jilid 10, Halaman 283:
- Pernyataan Imam az-Zahabi: Az-Zahabi menegaskan bahwa putra dari Imam Muhammad al-Baqir, yaitu Imam Ja’far as-Shadiq, memiliki kedudukan yang sangat agung (kabirusy-sya’n), merupakan salah satu Imam puncak ilmu pengetahuan, dan lebih utama dalam kepemimpinan serta kedudukan dibandingkan Abu Ja’far al-Mansur.
Penutup Pelajaran
Demikianlah gambaran kedudukan mulia Imam Ja’far ash-Shadiq as dalam pandangan para ulama Ahlussunnah sebagaimana disebutkan dalam kitab Taqrib at-Tahdzib, Al-Wafi bil Wafayat, dan Siyar A’lam an-Nubala’.
Pelajaran ditutup dengan do’a dan shalawat:
Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihit tayyibinath thahirin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

—
Video sumber: Dalil-dalil Channel
Judul video:
Manusia Ini Tidak Dapat Dibandingkan Dengan Mereka

