21 October 2026

Kajian Hadis (Eps 26) Imam Ja’far Ash Shadiq cicit Rasulullah Saw dan guru dari semua Imam mazhab dalam Islam
dan sekarang mengaji kitab Pelita Syariat dan Gerbang Hakikat Bab Menghilangkan Rasa Was-was

Apa itu Was-was?

Kajian ini membahas tentang Al-Waswasah, yaitu suatu kondisi di mana hati merasa galau, gundah gulana, dan mengalami keresahan jiwa yang dalam.
Dalam terminologi Al-Qur’an, ini disebut sebagai penyakit was-was, sebuah gangguan yang sangat berbahaya jika menimpa seseorang.

Penyebab Munculnya Was-was

Menurut Imam Ja’far ash-Shadiq, setan tidak akan mungkin bisa memasukkan rasa was-was ke dalam diri seorang hamba, kecuali jika hamba tersebut:

  • Terlepas dari mengingat Allah SWT (lalai dzikir).
  • Meremehkan perintah-perintah Allah.
  • Terjerumus dalam larangan-larangan-Nya.
  • Mengabaikan peringatan-peringatan batin yang muncul dari fitrah, akal, dan firasat mukmin,.

Setan memanfaatkan daya khayal manusia untuk masuk dan menguasai hati. Jika hati sudah dikendalikan, maka akan muncul kekeliruan, kesesatan, bahkan kekufuran.

Bahaya Penyakit Was-was

Seseorang yang tertimpa penyakit was-was tidak akan merasakan ketentraman atau kenyamanan hidup.
Ia akan selalu merasa gelisah. Al-Qur’an dalam Surah An-Nas secara khusus memerintahkan kita untuk berlindung kepada Allah—Tuhan, Penguasa, dan Sembahan manusia—dari kejahatan bisikan setan (waswasil khannas),.

Strategi Menghadapi Setan: Perumpamaan Anjing Galak

Setan adalah musuh yang nyata (QS. Fatir: 6). Dr. Kholid menjelaskan sebuah perumpamaan: Anggaplah setan seperti seekor anjing liar yang galak.
Anjing tersebut hanya akan tunduk dan takut kepada pemiliknya. Dalam hal ini, pemiliknya adalah Allah SWT.
Oleh karena itu, cara terbaik untuk selamat dari gangguan “anjing” tersebut bukanlah dengan melawannya sendirian, melainkan dengan mendekat dan berlindung kepada Pemiliknya (Allah),.

Solusi dan Cara Menghilangkan Was-was

Untuk melepaskan diri dari cengkraman was-was, seorang mukmin harus melakukan langkah-langkah berikut:

  • Isti’adzah & Tawakkal:
    Meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah bagi orang yang beriman dan bertawakkal (QS. An-Nahl: 99),

  • Muraqabah:
    Membangun kesadaran terus-menerus bahwa Allah selalu mengawasi dan meliputi kita.

  • Istiqamah:
    Konsisten dalam ketundukan di hadapan Allah.

  • Memperbanyak Dzikir:
    Membasahi lidah dan hati dengan mengingat Allah agar setan tidak memiliki ruang untuk masuk.

Peringatan: Jangan Terjebak pada Keangkuhan (Ghurur)

Kita harus belajar dari jatuhnya Iblis.
Iblis adalah makhluk yang memiliki ilmu luas dan telah beribadah ribuan tahun, namun ia hancur karena kesombongan (takabur) dan rasa bangga diri (ujub) saat diperintahkan sujud kepada Adam.
Jangan sampai ketaatan dan kesalehan kita justru membuat kita merasa aman dan sombong, karena kesombongan adalah pintu masuk bagi setan.

Kunci utamanya adalah tetap merasa fakir (butuh) di hadapan Allah dalam setiap nafas.

Panduan Mengatasi Gangguan Was was

bersama Dr. Kholid Al-Walid

YouTube : Misykat TV
SoundCloud : SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify : Misykat Bandung
Web : Misykat.net


Cp WA 0812 239 14000

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us