Makna Tenggelam
Kajian ini membahas tentang Manzilah al-Gharg, yaitu sebuah kedudukan spiritual di mana seorang hamba “tenggelam” dalam keagungan dan kemuliaan Allah SWT.
Istilah “tenggelam” di sini bukan berarti kebinasaan, melainkan sebuah kondisi kecintaan dan kepasrahan diri yang luar biasa yang menenggelamkan kesadaran diri seseorang dalam kebesaran Ilahi.
Sebagai perumpamaan, Rasulullah SAW menyebut Ahlul Bait sebagai kapal penyelamat; siapa yang menaikinya akan selamat, dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam dalam makna keselamatan dunia dan akhirat.
Hakikat Taslim (Penyerahan Total)
Seseorang yang mencapai maqam ini berada dalam kondisi Taslim (penyerahan total).
Contoh nyata digambarkan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat menjalankan perintah penyembelihan.
Keduanya telah berserah diri sepenuhnya (Islam/Taslim), diletakkan lehernya di atas batu tanpa ada sedikit pun penolakan (naked) dalam hati terhadap kehendak Allah.
Semakin tinggi kedudukan seseorang di sisi Allah, maka semakin besar pula tingkat berserah dirinya.
Tiga Tingkatan Manzilah al-Gharg
KH. DR. Kholid Al Walid menjelaskan bahwa ketenggelaman ini terbagi menjadi tiga tingkatan utama:
- Tenggelam dalam Ilmu (Gharg fil ‘Ilm):
Ini bukan sekadar kesadaran kognitif atau teori, melainkan ilmu yang telah merasuk dan membentuk karakter (mutasif) pelakunya.
Pada tahap ini, ilmu menyatu dengan diri sehingga melahirkan sifat rendah hati yang tulus, bukan yang dibuat-buat.
Orang yang berada pada tingkat ini melihat keagungan Allah dalam segala hal, seperti Jalaluddin Rumi yang langsung teringat Allah saat mendengar irama ketukan batu. - Tenggelam dalam Hal/Penyaksian (Gharg fil Haal/Musyahadah):
Pada tingkat ini, tirai (hijab) antara kesadaran diri dan alam batin tersingkap.
Hamba tersebut merasakan kelezatan ibadah yang dahsyat, baik dalam salat, puasa, maupun zikir.
Pengalaman batin ini memberikan efek luar biasa pada fisik dan jiwa, seperti tangisan Nabi Yakub AS karena rindu pada Yusuf AS, atau Imam Busiri yang sembuh dari lumpuh setelah bermimpi bertemu Rasulullah SAW (kisah Burdah). - Tenggelam dalam Hakikat (Gharg fil Haqiqat):
Ini adalah tingkatan tertinggi di mana seseorang fana (lenyap) dalam cinta Ilahi.
Ia melepaskan segala harapan dan keinginan selain Allah. Hamba tersebut tidak lagi menyaksikan dirinya sendiri, melainkan hanya menyaksikan Al-Haq (Allah) semata.
Perumpamaannya seperti Majnun yang hanya melihat Laila dalam segala hal; begitu pula pecinta Tuhan yang hanya melihat wajah-Nya.
Pentingnya Bimbingan Guru
Untuk mencapai maqam ini, diperlukan proses panjang yang dimulai dengan pengetahuan tauhid yang benar dan bimbingan seorang guru (mursyid).
Tanpa bimbingan, ilmu yang dimiliki berisiko hanya menjadi “hijab” atau penghalang yang justru membuat seseorang menjadi sombong, temperamental, atau suka menghakimi orang lain.
Ilmu yang benar seharusnya melembutkan hati dan memunculkan akhlak yang mulia.

Bersama KH Dr. Kholid Al Walid M.Ag
Belajar Tasawuf seri #65: Manzilah al-Gharg (Tenggelam Dalam Haybah Ilahi)
LIVE STRAMING Senin 08 Mei 2023 Jam 20.00 WIB
YouTube: Misykat TV
SoundCloud: SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify: Misykat Bandung
Web: Misykat.net
Cp WA 0812 239 14000
#MisykatTV #DiskusiDigital

