Kajian kali ini membahas tentang tema Ar-Raja’, yang secara sederhana dimaknai sebagai harapan kepada Allah SWT.
Allah meletakkan harapan di hati setiap hamba sebagai kekuatan dan motivasi untuk bergerak maju serta mencapai apa yang diinginkan dalam proses kehidupan.
Tanpa harapan, manusia tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik.
Harapan (Raja’) dan Kekhawatiran (Khauf)
Dalam tasawuf, Raja’ tidak berdiri sendiri, melainkan berpasangan dengan Khauf (rasa takut atau khawatir).
Seorang Arif, Abu Ali Ar-Razbari, mengibaratkan rasa takut dan harap seperti dua sayap burung; jika salah satunya patah, maka burung tersebut akan jatuh, namun jika keduanya berfungsi dengan baik, ia akan terus terbang mencapai tujuannya.
Keseimbangan ini digambarkan dalam ibadah Sa’i antara Shafa (menggambarkan Khauf) dan Marwah (menggambarkan Raja’).
Perbedaan Raja’ dan Tamanna
Penting untuk membedakan antara Raja’ dan Tamanna:
- Tamanna:
Keinginan atau angan-angan yang tidak disertai dengan usaha. - Raja’:
Harapan yang diiringi dengan juhd (kesungguhan usaha) untuk mendapatkan rahmat Allah.
Tiga Tingkatan Al-Raja’
Berdasarkan penjelasan dalam sumber, terdapat tiga tingkatan harapan:
- Tingkat Dasar (Awam):
Harapan bahwa segala amal perbuatan dihitung sebagai perniagaan dengan Allah yang tidak akan merugi.
Di sini, hamba mengharapkan pahala, ampunan, dan surga sebagai ganjaran atas ketaatannya. - Tingkat Menengah (Ar-Riyadhah):
Harapan untuk mendapatkan kenikmatan dekat dengan Allah dengan cara menekan keinginan dan keterikatan pada kenikmatan duniawi.
Pada tahap ini, hamba melepaskan kelezatan fisik demi merasakan kelezatan dalam ketaatan. - Tingkat Puncak (Al-Mahabbah):
Harapan yang hanya fokus pada perjumpaan dengan Allah (Liqa’).
Bagi para kekasih Allah (Muhibbin), mereka tidak lagi peduli pada surga atau neraka, melainkan hanya merindukan kebersamaan dengan Sang Kekasih.
Manfaat Raja’ dalam Kehidupan
Sifat Raja’ membuat seorang hamba memiliki keluasan hati dan tidak berputus asa dari rahmat Allah, betapapun besarnya dosa yang telah dilakukan.
Allah memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka baik (Raja’) hamba tersebut kepada-Nya. Raja’ juga memberikan kelezatan dalam ibadah karena adanya motivasi cinta dan janji kebaikan dari Allah.

LIVE Belajar TASAWUF bersama Ustadz Dr Khalid al-Walid, setiap Ahad Jam 19.45 – 21.00
Anda bukan sekadar menyimak, tetapi bisa interaktif pada room chat YouTube Misykat TV.
Silahkan membagikan/share video. Semoga jari-jemari Anda akan menjadi saksi mencintai Allah Swt, Rasul dan Ahlulbaitnya. Bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.
Pusat Kajian Tasawuf Misykat:
YouTube : Misykat TV
SoundCloud : SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify : Misykat Bandung
Web : www.misykat.net
Terima kasih telah mendengarkan dan dapatkan kenang-kenangan dari kami klik disini https://wa.wizard.id/be44fc
Donasi Dakwah Digital:
Bank BRI 1141 01 000 401 56 2 an Yayasan Bahtera Cinta Almustofa
Cp WA 0812 239 14000
#DiskusiDigital #MisykatTV

