Rujukan Kitab dan Latar Belakang
Penjelasan dalam video merujuk pada kitab Al-Bidayah wan-Nihayah karya ulama Ahlussunnah, Ibnu Katsir (Jilid 6, terbitan Darul Fikr, cetakan pertama tahun 2005, halaman 234–235).
Diriwayatkan melalui jalur As-Sauri, Al-Jariri, serta ulama lainnya bahwa Hisyam bin Abdul Malik melaksanakan ibadah haji bersama saudaranya, Al-Walid, pada masa kepemimpinan ayahnya.
Peristiwa di Ka’bah dan Hajar Aswad
- Kesulitan Hisyam:
Ketika sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah dan ingin mencium Hajar Aswad, Hisyam tidak mampu mencapainya karena padatnya lautan manusia.
Oleh karena itu, didirikanlah sebuah mimbar khusus untuknya agar ia dapat duduk di atasnya, sementara penduduk Syam berdiri mengelilinginya. - Kehadiran Imam Ali Zainul Abidin:
Tiba-tiba muncul Ali bin Husein (Imam Ali Zainul Abidin) mendekati Hajar Aswad untuk menciumnya. Secara spontan, orang-orang memberikan jalan dan kelapangan bagi beliau sebagai bentuk penghormatan atas kewibawaan dan kemuliaan yang beliau miliki.
Sikap Hisyam dan Pura-Pura Tidak Mengenal
- Melihat penghormatan masyarakat tersebut, penduduk Syam yang berada di sekitar Hisyam bertanya, “Siapakah orang ini?”
- Hisyam menjawab, “Aku tidak mengenalnya.”
Jawaban ini disampaikan Hisyam sebagai bentuk sikap berpura-pura tidak mengenal untuk merendahkan Ali bin Husein, agar penduduk Syam tidak menaruh simpati atau tertarik kepada beliau.
Kesaksian dan Syair Al-Farazdaq
- Penyair Al-Farazdaq yang hadir di lokasi saat itu menyela dan menegaskan bahwa ia mengenal beliau.
- Ketika penduduk Syam bertanya siapa sosok tersebut, Al-Farazdaq melantunkan bait-bait syair pujian:
- Pengakuan Alam dan Tempat Suci:
Sosok inilah yang dikenal oleh batu kerikil yang diinjaknya, Ka’bah mengenalnya, begitu pula tanah Haram dan tanah di luar Haram. - Kedudukan dan Sifat:
Beliau adalah putra dari sebaik-baik hamba Allah seluruhnya (Rasulullah SAW), sosok yang bertakwa, bersih, suci, lagi alim. - Pengakuan Kaum Quraisy:
Jika bangsa Quraisy melihatnya, mereka akan mengakui bahwa kemuliaan orang ini telah mencapai puncaknya. - Putra Fatimah:
Beliau adalah putra Fatimah (‘alaihas salam); dan jika Hisyam pura-pura tidak mengenalnya, maka kakek beliaulah yang menjadi penutup para nabi.
- Pengakuan Alam dan Tempat Suci:
Kesimpulan dan Pelajaran Video
Riwayat ini menceritakan betapa tingginya kemuliaan Imam Ali Zainul Abidin (salah satu Imam Ahlul Bait), yang meskipun dicoba ditutupi atau tidak diakui oleh penguasa yang zalim pada masa itu, kemuliaannya tetap memancar.
Pesan utama di akhir video mengajak kita untuk membaca, mempelajari, dan meneladani jalan hidup beliau yang mulia.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel
Judul video:
Pura-Pura Tidak Mengenalnya

