Pembicara: Ustadz Abdillah Baabud
Sumber: [Live] Kajian Tafsir Al-Quran : Surat Al-Mu’minun Ayat 8-22 (Alqurba TV)
Pendahuluan & Peninjauan Kembali (Ayat 1–7)
Kajian dibuka dengan doa, puji-pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau, serta ucapan salam kepada jamaah.
Kajian ini merupakan pertemuan kedua pembahasan Tafsir Surat Al-Mu’minun.
- Kilas Balik Ayat 1–7:
Sebelum masuk pada ayat ke-8, diulas kembali secara singkat 4 sifat awal orang beriman (Al-Mu’minun) yang mendapat keberuntungan besar (qad aflaha al-mu’minun), yaitu:- Khusyuk dalam shalatnya (al-khusyu’ fis-shalah).
- Menjauhi perbuatan sia-sia (al-i’radh ‘anil-laghwi).
- Menunaikan zakat (al-i’ta’ lizzakah).
- Memelihara kehormatan dan syahwat biologisnya (hifzhul-furuj).
Memelihara Amanat dan Menepati Janji (Ayat 8)
Teks Ayat: وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
(Walladzīna hum li’amānātihim wa ‘ahdihim rā‘ūn).
- Karakteristik Mukmin:
Seorang mukmin adalah pribadi yang senantiasa memegang teguh amanat dan setia pada janjinya; orang mukmin pantang berkhianat dan pantang ingkar janji. - Cakupan Amanat:
Amanat memiliki makna yang sangat luas:- Amanat kepada Allah SWT:
Menjalankan tujuan penciptaan (liya’budun), yaitu senantiasa menghamba, beribadah, berjalan di atas ridha-Nya, serta menjauhi murka-Nya. - Amanat kepada Rasulullah SAW:
Menjadi pengikut yang setia. - Amanat atas Nikmat Diri:
Seluruh anggota tubuh (mata, telinga, lisan, wujud diri) adalah amanah dari Allah yang wajib digunakan di jalan ridha-Nya. - Amanat dalam Relasi Sosial & Profesi:
Setiap peran yang disandang seseorang—sebagai anak (berbakti kepada orang tua), ayah, pasangan, tetangga, teman, pekerja, hingga pengusaha—merupakan bentuk amanat yang wajib dijaga.
- Amanat kepada Allah SWT:
Memelihara Waktu-Waktu Shalat (Ayat 9)
Teks Ayat: وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
(Walladzīna hum ‘alā ṣalawātihim yuḥāfiẓūn).
- Makna Memelihara Shalat:
Setelah sebelumnya disebutkan khusyuk saat shalat (ayat 2), pada ayat ini ditekankan pentingnya menjaga waktu-waktu shalat. - Riwayat Imam Ja’far as-Sadiq AS:
- Pengikut/Syi’ah sejati dijelaskan sebagai Ahlul wara’ wal ijtihad (orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadah dan taat), Ahlul wafa’ wal amanah, serta Ahluz zuhdi wal ibadah.
- Mereka mendirikan 51 rakaat shalat sehari semalam (gabungan 5 shalat fardhu dan shalat-shalat sunnah/nafilah).
- Ciri mereka mencakup bangun shalat malam (Al-Qa’imuna bil-lail), sering berpuasa (As-Sa’imuna bin-nahar), membayar zakat, menunaikan haji, dan menjauhi hal-hal yang haram.
- Salah satu tolok ukur utama kedekatan dan keimanan seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia menjaga waktu-waktu shalatnya (‘inda mawa’idish-shalah).
Pewaris Surga Firdaus & Sifat-Sifat Surga (Ayat 10–11)
Teks Ayat: أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ . الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
(Ulā’ika humul-wāriṡūn. Allażīna yarhiṡūnal-firdausa hum fīhā khālidūn).
- Keberuntungan Hakiki:
Orang-orang yang memenuhi sifat-sifat di atas akan mewarisi Surga Firdaus, yaitu tingkatan surga yang sangat tinggi. - Tiga Tatanan Utama Kehidupan Surga:
- Fīhā mā tasytahīhil-anfus: Kebebasan Keinginan.
Di dalam surga tersedia segala hal yang diinginkan dan diidamkan tanpa batas (unlimited). - Lā yabghūna ‘anhā ḥiwalā: Kualitas Khas Tanpa Kejenuhan.
Tidak seperti nikmat dunia yang cepat membuat bosan, nikmat surga memiliki kualitas tertinggi sehingga penghuninya tidak pernah merasa jemu dan tidak ingin berpindah/berganti tempat. - Hum fīhā khālidūn: Keabadian.
Penghuninya menetap di sana selama-lamanya tanpa batas waktu.
- Fīhā mā tasytahīhil-anfus: Kebebasan Keinginan.
- Prinsip Kesabaran:
Keberuntungan orang beriman diperoleh dari kesabaran yang singkat di dunia (ṣabarū ayyāman qaṣīrah) untuk meraih kenyamanan dan kebahagiaan yang abadi (‘āqibatuhum rāḥatan ṭawīlah).
Tahapan Proses Penciptaan Manusia (Ayat 12–14)
Teks Ayat: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن سُلَالَةٍ مِّن طِينٍ …
(Wa laqad khalaqnal-insāna min sulālatim min ṭīn…).
- Fase-Fase Penciptaan Manusia:
- Min sulālatim min ṭīn (Saripati Tanah):
Cikal bakal manusia berasal dari saripati tanah. Tumbuhan (padi, gandum, buah) dan hewan ternak tumbuh serta makan dari tanah, yang kemudian diolah tubuh manusia menjadi cairan nutfah. - Nuṭfatan fī qarārim makīn (Nutfah):
Pembuahan sperma dan sel telur yang ditempatkan secara aman di tempat yang kokoh (rahim). - ‘Alaqah:
Nutfah berkembang menjadi segumpal darah. - Muḍghah:
Segumpal darah menjadi segumpal daging. - ‘Iẓām:
Segumpal daging membentuk tulang belulang. - Laḥm:
Tulang belulang dibungkus kembali dengan daging. - Khalqan Ākhar:
Dijadikan ciptaan bentuk lain, yaitu saat ditiupkannya ruh ke dalam janin (sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam Muhammad al-Baqir AS).
- Min sulālatim min ṭīn (Saripati Tanah):
- Keagungan Pencipta:
Ditutup dengan kalimat Fa tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn (Maha Suci Allah, Sebaik-baik Pencipta). - Pelajaran Kedalaman:
-
- Penciptaan manusia adalah mukjizat besar yang terjadi setiap saat.
- Manusia pada awalnya berada dalam ketiadaan dan tidak tahu apa-apa (lā ta’lamūna syai’ā), lalu dipelihara, dikawal, dan diberi rezeki penuh oleh Allah di dalam rahim.
- Karena Allah yang mengawal dan menjamin manusia sejak awal keberadaannya, manusia hendaknya tidak merasa khawatir akan rezeki dan kehidupannya.
Kematian, Hari Kebangkitan, & Keadilan Hakiki (Ayat 15–16)
Teks Ayat: ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ . ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ
(Ṡumma innakum ba‘da żālika lamayyitūn. Ṡumma innakum yaumal-qiyāmati tub‘aṡūn).
- Kepastian Kematian:
Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian (kullu nafsin ẕā’iqatul-maut). - Hari Kebangkitan (Yaumul Qiyamah):
Setelah kematian, seluruh manusia akan dibangkitkan kembali. - Kebutuhan Rasional akan Akhirat:
- Kehidupan dunia ini serba terbatas. Jika kehidupan berhenti di dunia tanpa ada hari kebangkitan, maka akan terjadi ketidakadilan.
- Contoh Pejuang/Martir: Para pahlawan yang mengorbankan nyawa demi kemerdekaan tidak sempat menikmati hasil perjuangan di dunia; balasan yang adil bagi mereka berada di akhirat.
- Contoh Pelaku Kejahatan Besar: Seorang penjahat yang membunuh puluhan ribu orang, jika dihukum di dunia ia hanya memiliki satu nyawa. Keadilan yang setimpal baru bisa ditegakkan di akhirat (sebagaimana digambarkan dalam Surat An-Nisa ayat 56 mengenai pembalasan hukuman yang berulang).
- Seruan Taubat:
Segala kebaikan maupun keburukan sekecil zarrah (miṡqāla ẕarratin) pasti dicatat dan dibalas. Karena itu, manusia dianjurkan untuk segera bertaubat (astaghfirullāh wa atūbu ilaih) selagi masih memiliki kesempatan hidup.
Penciptaan Tujuh Langit & Pengawasan Allah atas Niat (Ayat 17)
Teks Ayat: وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ
(Wa laqad khalaqnā fauqakum sab‘a ṭarā’iqa wa mā kunnā ‘anil-khalqi ghāfilīn).
- Tujuh Jalan/Langit:
Allah menciptakan 7 lapisan langit/wilayah keberadaan di atas manusia. Hal ini menunjukkan betapa kecilnya manusia di tengah alam semesta sehingga tidak layak untuk sombong atau angkuh. - Pengawasan Mutlak (Wa mā kunnā ‘anil-khalqi ghāfilīn):
Allah tidak pernah lalai terhadap ciptaan-Nya. Setiap ucapan, perbuatan, hingga bisikan dan niat di dalam hati berada dalam pengawasan Allah. - Pentingnya Keikhlasan Niat:
Dicontohkan dua orang yang sama-sama berperang dan gugur di samping Rasulullah SAW.
Satu orang dimuliakan Allah karena berjuang murni mencari ridha-Nya, sedangkan yang satu lagi tidak bernilai karena sejak awal berniat mengejar harta rampasan perang (ghanīmah).
Hikmah Hujan, Tumbuhan, & Keberkahan Pohon Zaitun (Ayat 18–20)
Teks Ayat: وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
(Wa anzalnā minas-samā’i mā’am biqadarin fa askannāhu fil-arḍi wa innā ‘alā ẕahābim bihī laqādirūn).
- Air Hujan dengan Takaran (Biqadarin):
Air hujan diturunkan dengan ukuran yang pas dalam bentuk tetesan lembut yang menyehatkan dan menyegarkan, bukan ditumpahkan sekaligus yang bisa menghancurkan bumi. - Peringatan Allah:
Melalui kalimat Wa innā ‘alā ẕahābim bihī laqādirūn, Allah mengingatkan bahwa Dia Mahakuasa untuk menghilangkan seluruh pasokan air di bumi jika manusia ingkar. - Hasil Tumbuhan & Buah-buahan (Ayat 19–20):
- Dari air hujan, Allah menumbuhkan kebun-kebun kurma (nakhīl), anggur (a‘nāb), dan beraneka buah-buahan sebagai sumber rezeki.
- Disebutkan pula pohon yang keluar dari Tursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak serta penambah selera makan (ṣibghil lil-ākilīn).
- Kritik atas Kelalaian Manusia:
Manusia kerap menikmati buah-buahan dan rezeki setiap hari, namun sering kali lalai dan tidak mau tunduk/patuh kepada Sang Pencipta.
Pelajaran dari Binatang Ternak & Bahtera Laut (Ayat 21–22)
Teks Ayat: وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهَا …
(Wa inna lakum fil-an‘āmi la‘ibrah, nusqīkum mimmā fī buṭūnihā…).
- Pelajaran (‘Ibrah) pada Binatang Ternak:
- Makanan rumput hijau pada sapi, kambing, dan unta diolah oleh Allah hingga menghasilkan minuman air susu yang putih, segar, dan bergizi tinggi dari dalam perut mereka.
- Binatang ternak memberikan manfaat yang sangat banyak (manāfi‘u kaṡīrah): daging untuk dimakan, bulu/kulit untuk pakaian dan penghangat, serta menggerakkan sektor peternakan dan perekonomian.
- Dari air susu ternak, lahir berbagai produk olahan seperti keju, mentega, margarin, yogurt, hingga kefir.
- Kemudahan Transportasi (Ayat 22):
- Allah menundukkan punggung binatang ternak sebagai sarana transportasi darat, serta mengaruniakan perahu/kapal (al-fulk) yang dibuat dari kayu tumbuhan untuk mengarungi lautan.
Penutup Kajian
- Seluruh fasilitas, nikmat, dan sarana kehidupan di alam semesta telah disempurnakan oleh Allah SWT.
- Pengetahuan dan teknologi canggih manusia pada hakikatnya hanyalah bentuk pengolahan atas bahan-bahan dasar yang telah diciptakan dan disediakan oleh Allah SWT.
- Kajian ini diselesaikan hingga ayat ke-22 dan akan dilanjutkan pada ayat ke-23 pada pertemuan berikutnya.

Bersama Ustadz Abdillah Baabud
—
Video sumber: ALQURBA TV
LINK QRIS UNTUK HUSEINIYAH :
https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

