17 October 2026

Ayat 21-24

1. Pendahuluan Kajian

  • Pertemuan ini merupakan sesi keempat sekaligus bagian penutup dari rangkaian kajian Tafsir Surah Al-Hasyr, yang memfokuskan pembahasan pada ayat-ayat terakhir (ayat 21 hingga 24).
  • Pemateri menegaskan bahwa penafsiran ini adalah bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada makna Al-Qur’an, dengan keyakinan bahwa penafsir sejati Al-Qur’an adalah Rasulullah SAW dan keluarga suci beliau.
  • Rangkaian ayat terakhir ini secara khusus menguraikan sifat-sifat Allah, baik sifat keindahan (Jamaliyah) maupun sifat keagungan (Jalaliah).
  • Mengenal sifat-sifat Allah berguna untuk menyucikan jiwa, mengarahkan hati secara total kepada Allah, serta menjadi sarana pendekatan diri (taqarrub) kepada-Nya.

2. Tafsir Ayat 22: Tauhid dan Pengetahuan Allah yang Tanpa Batas

  • Maha Esa dan Tanpa Sekutu:
    • Ayat dimulai dengan penegasan bahwa Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia.
    • Sesuatu yang memiliki duplikat atau tandingan tidak dapat dikatakan “Maha Segala-galanya”; Allah menjadi Maha Segala-galanya karena Dia Esa dan tidak ada tandingan-Nya.
  • Mengetahui yang Nyata dan yang Gaib (‘Alimul Ghaibi was-Syahadah):
    • Syahadah adalah segala hal yang dapat dijangkau oleh panca indra manusia (dilihat, didengar, diraba, dicium).
    • Gaib adalah hal-hal yang berada di luar jangkauan panca indra manusia.
    • Bagi manusia terdapat keterbatasan, namun bagi Allah tidak ada perbedaan antara yang tampak dan yang tersembunyi. Pengetahuan Allah mencakup seluruh alam semesta hingga bisikan dan lintasan pikiran di dalam batin manusia.
  • Dalil Pendukung tentang Luasnya Ilmu Allah:
    • Surah Qaf Ayat 16: Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui apa yang dibisikkan oleh batin manusia dan Dia lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri.
    • Surah Al-An’am Ayat 59: Kunci-kunci kegaiban ada pada Allah. Tidak ada selembar daun pun yang gugur, atau Biji yang berada dalam kegelapan bumi, melainkan semua berada dalam pengetahuan-Nya.
  • Pelajaran bagi Hamba:
    • Menyatu dan menyadari luasnya ilmu Allah akan menumbuhkan rasa malu dalam diri hamba untuk berbuat maksiat, karena menyadari seluruh pikiran, niat, dan perbuatannya selalu berada dalam pengawasan Allah.

3. Tafsir Ayat 22: Sifat Kasih Sayang Allah (Ar-Rahman dan Ar-Rahim)

  • Perbedaan Kasih Sayang:
    • Ar-Rahman merupakan karunia kasih sayang Allah yang bersifat umum untuk seluruh makhluk di dunia.
    • Ar-Rahim merupakan kasih sayang khusus yang diperuntukkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
  • Pelajaran bagi Hamba:
    • Allah tidak serta-merta langsung menghukum hamba-Nya yang berbuat keburukan, melainkan memberi waktu dan kesabaran agar hamba-Nya bertaubat.
    • Sifat pengasih dan penyayang ini memberikan harapan dan semangat bagi hamba untuk terus memperbaiki diri dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.
    • Allah senantiasa menutupi keburukan dan keaiban hamba-Nya di hadapan sesama, sehingga memberi kesempatan untuk kembali ke jalan kebaikan.

4. Tafsir Ayat 23: Sifat-Sifat Keagungan dan Kerajaan Allah

  • Maha Raja/Penguasa Sejati (Al-Malik):
    • Allah adalah pemilik sejati atas segala sesuatu.
    • Pemateri menyampaikan nasihat tentang tiga tahapan menuju kesadaran penghambaan yang sejati:
      1. Menyadari bahwa manusia tidak memiliki apa pun; seluruh anggota tubuh dan harta adalah anugerah Allah.
      2. Menyadari bahwa karena tidak memiliki apa pun, manusia tidak memegang kendali mutlak atas segala sesuatu.
      3. Pasrah dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Pengatur Sejati, yaitu Allah.
    • Pemateri memuat ungkapan bahwa seseorang dapat mengenal Tuhannya melalui runtuhnya rencana-rencana matangnya dan tidak tergapainya keinginan pribadi, sehingga ia menyadari ada Zat Maha Kuasa yang memegang kendali.
  • Maha Suci (Al-Quddus):
    • Allah Suci dari segala bentuk kekurangan, cela, dan keaiban. Seluruh keputusan dan ketetapan-Nya Maha Bijaksana dan Maha Sempurna.
  • Maha Memberi Keselamatan (As-Salam):
    • Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya. Seluruh petunjuk, ajaran, dan tempat yang dijanjikan Allah (surga) adalah jalan dan tempat keselamatan.
  • Maha Memberi Keamanan dan Keimanan (Al-Mu’min):
    • Allah memberikan keimanan kepada hamba-Nya dan memberikan rasa aman bagi orang-orang yang beriman. Pemateri mengutip penjelasan bahwa kalimat Tauhid merupakan benteng keamanan Allah bagi siapa saja yang memasukinya dengan memenuhi syarat-syaratnya.
  • Maha Pemelihara, Maha Perkasa, dan Maha Menundukkan (Al-Muhaimin, Al-‘Aziz, Al-Jabbar):
    • Allah Maha Berkuasa, mengawasi, dan menjaga seluruh makhluk-Nya.
    • Keperkasaan dan keputusan Allah pasti terjadi dan tidak ada yang mampu melawan ketetapan-Nya.
  • Maha Memiliki Kebesaran (Al-Mutakabbir):
    • Sifat kebesaran/keagungan adalah hak mutlak Allah karena tidak ada yang lebih besar dari-Nya.
    • Sifat sombong tercela jika dimiliki oleh makhluk karena keagungan makhluk bersifat semu, sedangkan bagi Allah sifat ini adalah kebenaran hakiki.

5. Tafsir Ayat 24: Penciptaan dan Pembentukan Rupa

  • Maha Pencipta (Al-Khaliq):
    • Allah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan.
    • Tidak ada satu pun makhluk yang berani mengaku sebagai pencipta langit dan bumi atau pencipta dirinya sendiri.
  • Maha Mengadakan secara Unik (Al-Bari’):
    • Setiap ciptaan Allah bersifat spesial dan tidak ada yang berupa ciplakan (copy-paste). Contohnya, tidak ada dua manusia yang memiliki garis tangan yang sama persis sepanjang sejarah.
  • Maha Pembentuk Rupa (Al-Mushawwir):
    • Allah membentuk rupa dan desain ciptaan-Nya sejak berada dalam benih, tanpa memerlukan kanvas atau contoh gambar sebelumnya.

6. Nama-Nama yang Indah (Asmaul Husna) dan Tawasul

  • Semua nama dan sifat Allah adalah Husna (baik/indah) karena seluruh hukuman dan keputusan-Nya didasarkan pada keadilan dan hikmah.
  • Pemateri menguraikan konsep tawasul berdoa dengan menyebut nama-nama Allah dan memohon melalui hamba-hamba pilihan-Nya (Rasulullah dan keluarga suci beliau).
  • Dikutip pula rujukan kitab tafsir Ad-Durr Al-Mantsur karya As-Suyuthi mengenai kisah Nabi Adam yang mendapat ampunan dari Allah setelah berdoa dengan memohon perantara nama-nama suci tersebut.

7. Keutamaan Tasbih

  • Surah Al-Hasyr dibuka dengan bacaan tasbih dan ditutup pula dengan bacaan tasbih.
  • Tasbih berfungsi menyucikan pemikiran manusia dari persangkaan yang keliru tentang Allah.
  • Seluruh makhluk di alam semesta—termasuk butiran pasir, tetesan air, hingga sel-sel dan anggota tubuh manusia—senantiasa Bertasbih kepada Allah.
  • Dua Pesan Penting dari Tasbih Seluruh Alam:
    1. Manusia sepatutnya malu berbuat maksiat menggunakan anggota tubuh yang sebenarnya sedang Bertasbih kepada Allah.
    2. Seluruh keberadaan yang Bertasbih ini merekam setiap perbuatan manusia dan dapat menjadi saksi di hadapan Allah.

8. Keutamaan Empat Ayat Terakhir Surah Al-Hasyr

  • Tiga hingga empat ayat terakhir Surah Al-Hasyr memuat nama Allah yang Paling Agung (Ismul A’zam).
  • Membaca bagian akhir surah ini menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang.
  • Barang siapa yang membaca dari ayat Lau anzalna (ayat 21) hingga akhir surah, lalu ia wafat pada malam tersebut, maka ia dicatat wafat dalam keadaan syahid.
  • Ayat-ayat penutup ini juga dijelaskan sebagai penawar/obat bagi berbagai penyakit.

AB Tafsir Surah Al Hasyr 21

Bersama Ustadz Abdillah Baabud

—

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us