4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

 

 

Hidup Bersama Al-Qur’an Edisi Idulfitri

Narasumber: M. Quraish Shihab (Abi) & Najwa Shihab

Pendahuluan

Najwa Shihab: Lebaran telah tiba, Alhamdulillah. Semoga semuanya menikmati suasana menyenangkan bersama keluarga. Hari ini kita hadir sejenak di sela-sela silaturahmi untuk menjawab lima pertanyaan dari berbagai usia yang diajukan kepada kami berdua.

1. Hadiah Uang Lebaran untuk Anak-Anak

Najwa Shihab: Ada yang merasa menyesal karena tidak mendapat uang saat Lebaran, sehingga merasa Lebarannya tidak segemilang biasanya. Bagaimana tanggapan Abi?

Quraish Shihab: Idulfitri adalah hari kegembiraan setelah menyelesaikan tugas ibadah. Kegembiraan itu harus kita upayakan semaksimal mungkin, termasuk bagi anak-anak. Saya sendiri membagikan uang riyal kepada cucu-cucu hari ini. Jadi, bagi anak-anak yang belum dapat, tetap boleh menagih karena menggembirakan anak kecil termasuk hal yang dianjurkan oleh Allah. Menggembirakan anak sama dengan menggembirakan orang tuanya.

2. Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?”

Najwa Shihab: Pertanyaan kedua untuk para lajang. Bolehkah kita marah saat ditanya “Kapan nikah?” di tengah kumpul keluarga? Rasanya baru saja membersihkan dosa, tapi langsung ingin marah lagi.

Quraish Shihab: Pada prinsipnya, marah itu tidak boleh, apalagi di hari Idulfitri. Pertanyaan tersebut sebenarnya wajar diajukan kepada seseorang yang sudah dianggap mampu dan dewasa sebagai bentuk kepedulian. Dahulu, Sayyidina Umar pernah bertanya kepada seseorang apakah dia sudah menikah. Beliau menganjurkan untuk segera menikah agar tidak timbul salah sangka, baik terkait masalah kesehatan maupun kekhawatiran melakukan hal yang tidak dibenarkan agama.

Najwa Shihab: Tambahan dari saya, daripada marah, lebih baik minta didoakan saja. Katakan bahwa saat ini belum ada jodohnya dan minta dibantu melalui doa.

3. Memaafkan tapi Sulit Melupakan

Najwa Shihab: Bolehkah jika kita sudah memaafkan, namun sulit untuk melupakan kesalahan orang lain?

Quraish Shihab: Secara hukum, tidak memaafkan pun sebenarnya adalah hak seseorang atas kesalahan yang dilakukan kepadanya. Namun, Allah menganjurkan kita untuk memaafkan jika kita sendiri ingin dimaafkan oleh Allah.

Arti “maaf” yang sesungguhnya adalah menghapus bekas luka di hati. Jika sudah terhapus, maka seharusnya tidak diingat lagi.
Tingkatan yang paling sempurna menurut Al-Qur’an adalah menghapus bekas luka tersebut dan tetap berbuat baik kepada orang yang pernah bersalah kepada kita.
Menahan amarah namun menyimpannya dalam hati bukanlah hakikat maaf yang sempurna. Dengan saling memaafkan, kita sebenarnya sedang mengharapkan ampunan dari Allah SWT.

4. Perasaan Ibadah Ramadan Tidak Maksimal karena Pandemi

Najwa Shihab: Banyak yang merasa amalan Ramadannya tidak tuntas karena suasana wabah, seperti tidak bisa tarawih berjamaah atau itikaf di masjid. Bagaimana cara melengkapinya agar tetap bahagia di hari Lebaran?

Quraish Shihab: Merasa ibadah belum sempurna adalah hal yang bagus karena menunjukkan keinginan untuk lebih baik.
Namun, perlu diingat bahwa agama tidak mewajibkan hal-hal di luar kemampuan kita.
Jangan kecewa jika tidak bisa ke masjid atau mudik karena ada alternatif lain untuk berbuat baik. Jika merasa belum sempurna, usahakanlah untuk menyempurnakannya di luar bulan Ramadan melalui amalan lain dan berdoalah semoga Ramadan mendatang kita bisa beribadah lebih baik lagi dalam suasana yang sudah normal.

5. Ucapan Selamat Idulfitri Favorit

Najwa Shihab: Apa ucapan Idulfitri favorit yang biasanya Abi sampaikan kepada keluarga dan kerabat?

Quraish Shihab: Ada dua yang populer. Pertama, dari Rasulullah SAW: “Taqabbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima ibadah kami dan ibadah Anda).
Kita tidak boleh merasa yakin ibadah kita pasti diterima, maka kita berdoa.

Kedua: “Minal Aidin wal Faizin, Kullu ‘am wa antum bi khair”. Artinya, semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah (kesucian), masuk surga, memperoleh pengampunan Allah, serta setiap tahun kita senantiasa bertemu dalam keadaan sehat walafiat.

Najwa Shihab: Selamat Idulfitri dan selamat merayakan kebersamaan bersama keluarga.

Hari raya Idul Fitri menjadi momen bagi kita untuk saling memberikan maaf terhadap siapapun dan jangan pernah malu untuk meminta maaf atas kesalahan pribadi khususnya di hari mulia ini.

Maaf itu berarti menghapus bekas luka di hati, dan jika Anda tidak bisa melupakan kesalahan orang lain maka bencilah perbuatan buruknya bukan pelakunya.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَجَعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ ، كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us