Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Al-Quran dimudahkan Allah untuk dipelajari manusia, dengan syarat adanya peran manusia untuk mempelajarinya.
Apakah kemudahannya hanya untuk yang bersungguh-sungguh? Apa saja kemudahan yang diberikan?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Program ini memasuki hari ke-11 di bulan Ramadhan dan melanjutkan pembahasan Surah Al-Qamar, dimulai dari ayat 11.
Fokus pembahasan kali ini adalah peristiwa yang menimpa umat Nabi Nuh serta kaum ‘Ad,.
Kisah Nabi Nuh: Banjir Besar dan Ketetapan Allah (Ayat 11-16)
Setelah Nabi Nuh bersabar selama ratusan tahun mengajak kaumnya namun terus dihina, beliau akhirnya berdoa kepada Allah,.
- Pintu Langit dan Mata Air:
Allah menjawab doa tersebut dengan segera membuka pintu-pintu langit sehingga air turun dengan sangat deras (munhamir).
Secara bersamaan, Allah memancarkan air dari berbagai penjuru bumi. Kedua aliran air ini bertemu untuk mewujudkan sebuah urusan yang telah ditetapkan atau diukur (Qodir). - Konsep Kadar dan Banjir:
Secara umum, air hujan turun dengan kadar tertentu untuk kemaslahatan manusia.
Jika terjadi banjir di masa kini, hal itu sering kali disebabkan oleh kesalahan manusia (seperti menebang pohon atau menyumbat saluran), bukan karena kesalahan Allah.
Namun, dalam kasus Nabi Nuh, kadar air tersebut memang ditetapkan untuk menghancurkan kaum yang durhaka. - Takdir dan Pilihan Manusia:
Peristiwa ini berkaitan dengan takdir. Manusia diberi pilihan oleh Allah di antara takdir-takdir yang tersedia.
Seperti bola karet yang dilempar ke tembok, sejauh mana ia melenting bergantung pada seberapa keras manusia melemparnya. - Bahtera Nabi Nuh:
Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang-orang beriman di atas perahu yang terbuat dari papan dan paku,.
Perahu tersebut berlayar di bawah pengawasan dan pemeliharaan khusus dari Allah,. - Siksa vs Ujian:
M. Quraish Shihab menekankan bahwa jika Allah menjatuhkan siksa, Dia akan menyelamatkan orang baik terlebih dahulu dan menghancurkan yang berdosa.
Namun, jika suatu musibah menimpa semua orang (termasuk yang baik), maka itu adalah ujian atau peringatan, bukan siksa. - Bukti Sejarah:
Peristiwa banjir ini begitu populer di berbagai agama dan sejarah. Ada penelitian yang menunjukkan sisa-sisa perahu di Gunung Ararat, Turki, meskipun para pakar masih berbeda pendapat.
Yang utama, peristiwa ini dijadikan Allah sebagai peringatan yang langgeng bagi semua orang.
Kemudahan Al-Quran (Ayat 17)
Ayat 17 menyatakan bahwa Allah telah memudahkan Al-Quran untuk dipelajari dan menjadi pelajaran.
- Peranan Manusia:
Penggunaan kata “Kami” dalam ayat ini mengisyaratkan adanya keterlibatan manusia. Kemudahan itu diberikan Allah, namun manusia harus memiliki niat dan kesungguhan untuk mempelajarinya,. - Tingkat Kesungguhan: Menariknya, dalam istilah tafsir, Allah tidak menuntut kesungguhan hingga 100% di awal; begitu seseorang melangkah untuk memahami, Allah akan membuka jalan kemudahan baginya.
- Kekayaan Makna: Al-Quran diibaratkan seperti alam raya atau berlian,. Jika dilihat dari sudut yang berbeda, ia akan memancarkan cahaya atau wawasan yang berbeda pula. Oleh karena itu, keragaman penafsiran tidak seharusnya dipertentangkan.
Kisah Kaum ‘Ad dan Peringatan Allah (Ayat 18-21)
Setelah Nabi Nuh, Al-Quran menceritakan kaum ‘Ad (umat Nabi Hud) yang mendustakan peringatan.
- Siksa yang Dahsyat:
Allah mengirimkan angin yang sangat kencang dan dingin (Sarsar) pada hari sial yang berkelanjutan bagi mereka.
Siksa ini disebut sebagai “siksa-Ku” oleh Allah untuk menunjukkan betapa besarnya dampak tersebut. - Tentang “Hari Sial”:
Menanggapi pertanyaan mengenai hari baik dan hari sial, dijelaskan bahwa pada dasarnya semua hari adalah baik karena datang dari Allah,.
Tidak ada hari yang secara hakiki membawa sial bagi nasib manusia; yang mempengaruhi nasib adalah perbuatan manusia itu sendiri,.
Istilah “hari sial” dalam kisah ini lebih merujuk pada perasaan atau pengalaman buruk yang dialami secara terus-menerus oleh kaum tersebut. - Dahsyatnya Angin:
Angin tersebut mampu mengangkat dan menjatuhkan manusia hingga mereka tergeletak seperti batang pohon kurma yang tumbang. - Harapan bagi Umat Nabi Muhammad:
Berbeda dengan umat terdahulu yang bisa dibinasakan secara total, Allah tidak akan menghabiskan umat Nabi Muhammad dalam siksaan; akan selalu ada golongan orang baik yang tersisa.
Kita diingatkan untuk selalu optimis karena rahmat Allah jauh lebih besar daripada murka-Nya,.

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441
Follow:
Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

