4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Ada ungkapan “Jika ingin berbicara dengan Allah maka berdoalah, namun jika ingin Allah berbicara kepadamu maka bacalah Al-Quran”

Bagaimana membaca Al-Quran dengan sempurna? apa yang dilakukan agar kita selalu mendapat hikmah dari Al-Quran?

Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.

Kisah Kaum Tsamud dan Nabi Saleh

Pembahasan dimulai dari ayat 22, yang melanjutkan kisah kaum-kaum terdahulu sebagai pelajaran, kali ini mengenai kaum Tsamud (kaum Nabi Saleh).
Sebagaimana kaum ‘Ad, kaum Tsamud juga mendustakan peringatan yang dibawa oleh utusan Allah.

Salah satu bentuk penolakan mereka didasari oleh kesombongan sosial. Mereka mempertanyakan mengapa mereka harus mengikuti seorang manusia biasa yang hidup di tengah-tengah mereka.
Mereka menganggap jika mengikuti Nabi Saleh, mereka akan berada dalam kesusahan atau kegilaan (su’ur),.

Kaum Tsamud memandang Nabi Saleh bukan sebagai orang terhebat atau terpandang di antara mereka, melainkan orang biasa yang dianggap miskin.
Pola pikir ini serupa dengan kaum musyrik pada zaman Nabi Muhammad yang mempertanyakan mengapa Al-Quran tidak turun kepada tokoh-tokoh besar di Mekkah atau Thaif.
Atas sikap ini, mereka pun mencemooh Nabi Saleh sebagai pembohong yang jahat.

Ujian Unta Betina

Sebagai pembuktian dan ujian bagi mereka, Allah menganugerahkan seekor unta betina yang istimewa.
Unta ini merupakan mukjizat yang sesuai dengan keahlian kaum Tsamud.
Karena mereka adalah ahli seni yang mahir memahat gunung batu, Allah memberikan mukjizat berupa makhluk hidup (unta) yang muncul dari batu tersebut,.

Unta ini memiliki keistimewaan menghasilkan susu yang sangat banyak untuk mencukupi kebutuhan seluruh kaum, namun ia juga minum dalam jumlah besar.
Oleh karena itu, Allah menetapkan aturan berbagi air: sehari untuk unta tersebut minum (dan kaum mengambil susunya), dan sehari berikutnya untuk kaum mengambil air.

Dosa Kolektif dan Kehancuran Kaum Tsamud

Kaum Tsamud kemudian bersepakat untuk membunuh unta tersebut.
Mereka menyuruh seorang tokoh yang mereka hormati—yang digambarkan sebagai orang paling bejat—untuk menyembelih unta itu.

Meskipun yang melakukan penyembelihan hanya satu orang, seluruh kaum terkena azab.
Hal ini dikarenakan mereka semua menyetujui perbuatan tersebut.
Abi menekankan bahwa persetujuan terhadap suatu dosa, baik melalui dukungan langsung maupun diam saat melihat kejahatan (seperti dalam kasus perundungan atau bullying), membuat seseorang ikut menanggung dosa perbuatan tersebut,.

Azab yang dikirimkan kepada mereka berupa satu teriakan menggelegar (suara malaikat) yang mengakibatkan guncangan hebat dan petir.
Kaum Tsamud pun hancur lebur, bergelimpangan hingga menjadi seperti batang-batang pohon kering atau jerami yang hancur di kandang ternak.

Kemudahan Al-Quran (Wa Laqad Yassarnal-Qur’an)

Di tengah kisah-kisah ini, terdapat ayat yang diulang berkali-kali (ayat 17, 22, 32, dan nantinya 40): “Wa laqad yassarnal-Qur’ana lidz-dzikri fahal min muddakir”.
Pengulangan hingga empat kali ini bertujuan untuk meyakinkan manusia tentang kebenaran dan kemudahan Al-Quran.

Beberapa aspek kemudahan Al-Quran yang dijelaskan meliputi:

  1. Kemudahan Pelafalan:
    Kata-kata dalam Al-Quran tidak ada yang sulit diucapkan.
    Bahkan, Allah memberikan variasi bacaan (qira’at) untuk memudahkan suku bangsa yang berbeda, misalnya perubahan bunyi huruf agar lebih ringan di lidah.
  2. Bacaan yang Sempurna:
    Secara bahasa, “Quran” berarti bacaan yang sempurna, baik dari segi susunan kata, cara membacanya (tajwid), maupun kandungannya yang tersurat dan tersirat,.
  3. Kemudahan Menghafal dan Memahami:
    Al-Quran sangat mudah diingat oleh siapa pun yang memiliki kemauan, bahkan anak kecil sekalipun.
    Jika seseorang memiliki motivasi untuk mempelajari dan menghafalnya, Allah akan terus memberikan kemudahan.

Menjadikan Al-Quran sebagai Sahabat

Sebagai penutup, Abi memberikan pesan agar kita menjadikan Al-Quran sebagai sahabat,.
Seorang sahabat akan bersedia menceritakan rahasia-rahasianya kepada kita.
Jika kita berinteraksi dengan Al-Quran secara rutin, membacanya seakan-akan Allah sedang berbicara langsung kepada kita, maka kita akan merasakan rindu untuk terus bertemu dengannya,.

Allah telah memastikan bahwa Al-Quran itu mudah untuk dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmah Surah Al Qamar 22

 

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab

#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441

Follow:

Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us