4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali muhammad

Sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk mempercayai hal yang gaib, yang tidak bisa kita lihat dengan mata kita saat ini. Namun, kepercayaan kita akan hal tersebut bukan berarti menutup mata akal ini. Termasuk hal menyangkut kejadian setelah kematian kita.

Pentingnya Kepercayaan pada Hal Gaib dan Peran Akal

Salah satu hal paling utama yang digarisbawahi oleh kitab suci Al-Qur’an adalah kepercayaan pada yang gaib, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah: “Alif Lam Mim, dzalikal kitabu la raiba fiihi hudan lilmuttaqin, alladzina yu’minuna bil ghaib…”.
Secara harfiah, gaib berarti sesuatu yang tersembunyi, tidak nampak, dan tidak terjangkau oleh panca indra.

Dalam kehidupan manusia, terdapat beragam tingkatan kegaiban:

  • Gaib Mutlak:
    Sesuatu yang tidak ada satu pun makhluk yang mengetahuinya kecuali Allah SWT, contohnya adalah waktu datangnya hari kiamat.
  • Gaib Nisbi:
    Sesuatu yang diketahui oleh satu pihak namun tidak diketahui oleh pihak lain, atau dahulu tidak diketahui tetapi sekarang terungkap. Contohnya adalah bidang meteorologi atau prakiraan cuaca, di mana sesuatu yang tadinya belum diketahui dapat diprediksi melalui indikator-indikator tertentu sehingga tidak lagi menjadi gaib.

Jika sesuatu telah diketahui hakikatnya, maka ia bukan lagi kegaiban; sebaliknya, jika kita tidak bisa melihat atau meraih hakikatnya, itulah yang disebut gaib.

Kriteria Mempercayai Hal Gaib

Meskipun percaya pada hal gaib adalah syarat keberagamaan, tidak semua hal yang diklaim orang sebagai “gaib” harus otomatis dipercayai, meskipun mengatasnamakan Tuhan atau agama.
Islam menekankan bahwa mempercayai yang gaib bukan berarti menutup mata akal. Segala sesuatu yang irasional atau mustahil menurut akal harus ditolak.

Ada tiga kategori informasi dalam kaitannya dengan akal:

  1. Rasional:
    Hal yang dapat diterima dan dibenarkan oleh akal.
  2. Irasional:
    Hal yang dinilai mustahil oleh akal sehingga harus ditolak.
  3. Suprarasional:
    Hal yang tidak dipahami oleh akal, namun dinilai tidak mustahil.

Kepercayaan pada gaib dalam Islam menjadi objek iman jika diinformasikan oleh Al-Qur’an atau Sunnah, dengan puncak keimanan adalah percaya pada wujud dan keesaan Tuhan serta informasi dari para Rasul-Nya.
Alat untuk membenarkan hal gaib adalah hati, karena akal manusia memiliki batas kemampuan dalam menjangkau hakikat kegaiban tersebut.
Dengan mempercayai hal gaib, wawasan manusia meluas melebihi binatang yang hanya mampu menjangkau apa yang terlihat oleh panca indra saja.

Kehidupan Setelah Kematian dan Kesaksian Anggota Tubuh

Salah satu bentuk kegaiban yang wajib diimani setiap muslim adalah apa yang terjadi setelah kematian, sejauh itu bersumber dari dalil yang pasti (Al-Qur’an dan Sunnah).
Contohnya adalah pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur mengenai Tuhan, Nabi, dan kiblat.

Mengenai bagaimana manusia menjawab pertanyaan di hari kemudian, Al-Qur’an menjelaskan dalam Surah Yasin ayat 65: “Pada hari itu Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka menyangkut apa yang dahulu mereka lakukan”.

Di akhirat kelak, seseorang tidak bisa lagi membela diri dengan lidahnya.
Jawaban atas segala amal perbuatan tidak diberikan melalui ucapan mulut, melainkan melalui sifat dan kesaksian dari anggota tubuh masing-masing yang mengungkapkan apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.

Menyeimbangkan Akal dan Iman

Bersama KH. M. Quraish Shihab

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia
————————————————————————————————————————————————————————

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us