Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Tidak akan dapat dihitung seberapa besar nikmat Allah kepada manusia, manusia masih diberikan kemudahan dengan kewajiban mensyukuri pemberian-Nya.
Namun apakah nikmat itu? bagaimana cara bersyukur dengan benar?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Kisah Kaum Nabi Luth (Ayat 33-40)
Pembahasan dimulai dari ayat ke-33 yang menceritakan tentang kaum Nabi Luth yang mendustakan peringatan Allah.
Menariknya, dalam ayat ini Allah tidak menyebutkan nama spesifik kaum tersebut, berbeda dengan kaum ‘Ad atau Tsamud yang disebutkan namanya secara jelas.
Hal ini mengandung pelajaran bahwa agama tidak ingin mempermalukan seseorang atau kelompok meskipun perilakunya sangat buruk.
Pesan moralnya adalah kita tidak boleh “menelanjangi” atau membongkar semua rahasia keburukan orang lain.
Azab yang ditimpakan kepada kaum Nabi Luth berupa “Hasiban”, yaitu hujan batu yang terlontar dari atas.
Namun, Allah menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya pada waktu sahur, kecuali istrinya yang tidak taat.
Kejadian ini menegaskan bahwa seseorang tidak boleh hanya mengandalkan garis keturunan, karena keselamatan bergantung pada ketaatan masing-masing individu kepada Allah.
Penyelamatan tersebut merupakan nikmat dari Allah. Konsep nikmat mencakup segala sesuatu yang bukan merupakan modal pribadi kita, seperti udara untuk bernafas dan air untuk diminum.
Bahkan, satu nikmat yang kita rasakan sebenarnya terdiri dari jalinan nikmat-nikmat lain yang tak terhitung jumlahnya.
Sebagai balasan atas nikmat tersebut, manusia diminta untuk bersyukur, yang secara bahasa berarti “terbuka”.
Orang yang bersyukur adalah mereka yang menerima pemberian sedikit namun menganggapnya banyak, serta memberi banyak namun menganggapnya sedikit.
Dosa besar kaum Nabi Luth memuncak ketika mereka mencoba merayu tamu-tamu Nabi Luth, yang sebenarnya adalah malaikat berwujud manusia. Akibatnya,
Allah membutakan mata mereka atau meratakan wajah mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Di akhir kisah ini, Allah kembali mengulang ayat ke-40 tentang kemudahan Al-Quran untuk dipelajari dan diambil pelajarannya.
Tanya Jawab Mengenai Peringatan dan Siksa
Dalam sesi tanya jawab, dijelaskan berdasarkan Q.S. Al-Qashash ayat 59 bahwa Allah tidak akan menyiksa suatu kaum sebelum mengirimkan utusan yang membawa peringatan.
Jika seseorang melakukan keburukan lalu merasakan ketakutan, kekhawatiran, atau tertimpa musibah, hal itu harus dianggap sebagai peringatan agar segera berhenti sebelum azab yang lebih berat datang.
Kisah Firaun dan Kekuasaan Allah (Ayat 41-42)
Pembahasan berlanjut pada ayat 41 dan 42 mengenai Firaun. Berbeda dengan kisah sebelumnya, Al-Quran menggunakan diksi “Al” (keluarga/pengikut dekat) Firaun, bukan “Kaum”.
Hal ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan pengawasan yang ketat dalam rezim Firaun.
Nabi Musa diutus khusus untuk memperingatkan Firaun dan pengikutnya yang menindas orang lain.
Meskipun telah diberikan sembilan jenis peringatan (seperti wabah belalang, katak, hingga air menjadi darah), Firaun dan pengikutnya tetap mendustakan semuanya.
Akhirnya, Allah menyiksa mereka dengan kekuasaan-Nya yang bersifat Aziz dan Muqtadir. Aziz berarti Tuhan yang tidak ada bandingannya, tidak terkalahkan, dan kehendak-Nya tidak terbendung.
Sedangkan Muqtadir menekankan pada kemahakuasaan Allah yang digunakan terutama terhadap mereka yang membangkang.
Kesimpulan dan Pelajaran Moral
Kisah kaum ‘Ad, Tsamud, Luth, dan Firaun memberikan pelajaran bahwa kekuatan materi, keahlian seni, maupun teknologi tinggi tidak akan bisa menyelamatkan manusia jika mereka melanggar perintah Tuhan.
Betapapun hebatnya peradaban manusia, kemahakuasaan Allah melampaui segala keahlian tersebut.
Namun, perlu diingat bahwa kekuatan dan siksa Allah ditujukan bagi para pembangkang, sementara bagi mereka yang dekat dengan-Nya, Allah senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang, dan pengampunan.

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441
Follow:
Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

