4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Manusia di akhirat dibagi menjadi 3 golongan, golongan kanan mendapat kebaikan, golongan kiri mendapat keburukan, dan ada kelompok yang mendapatkan anugerah terbesar yaitu didekatkan di sisi Allah.

Siapakah kelompok itu? Apakah amalan agar menjadi kelompok istimewa itu?

Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.

Surah yang Membuat Nabi Beruban

Surah Al-Waqiah memiliki arti Hari Kiamat. Terdapat sebuah riwayat di mana Sayyidina Abu Bakar memperhatikan bahwa Rasulullah SAW terlihat menua.
Nabi Muhammad SAW kemudian menjelaskan bahwa beliau terlihat tua atau beruban karena membaca surah-surah yang berbicara tentang kedahsyatan hari kiamat, yaitu surah Hud, Al-Waqiah, Al-Mursalat, Amma Yatasa’alun (An-Naba’), dan Idzasy-Syamsu Kuwwirat (At-Takwir).
Betapapun dekatnya Nabi kepada Allah, sebagai manusia beliau tetap merasa khawatir dan takut saat merenungkan uraian tentang peristiwa besar tersebut.

Mitos dan Hakikat Membaca Al-Waqiah untuk Rezeki

Ada anggapan populer bahwa sering membaca surah Al-Waqiah dapat mengundang rezeki.
Hal ini didasarkan pada riwayat saat Sayyidina Usman bin Affan menjenguk Abdullah bin Mas’ud yang sedang sakit.
Kala itu, Usman menawarkan bantuan materi untuk anak-anak perempuan Ibnu Mas’ud agar tidak kekurangan setelah beliau wafat.
Namun, Ibnu Mas’ud menolak dan mengatakan bahwa ia telah menyuruh anak-anaknya membaca surah Al-Waqiah setiap malam.
Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang membaca surah ini tidak akan mengalami faqoh (kemiskinan/kekurangan) atau akan memperoleh ghina (kekayaan).

Mengenai hal ini, M. Quraish Shihab memberikan penjelasan penting:

  • Status Riwayat:
    Banyak ulama menganggap riwayat tersebut lemah (dhaif), sehingga tidak ada jaminan otomatis bahwa membaca surah ini akan mendatangkan kekayaan materi,.
  • Makna Faqoh dan Ghina:
    Kata faqoh berarti “dikalahkan oleh kekurangan”. Jadi, membaca surah ini membuat seseorang tidak merasa kalah oleh keadaan ekonominya, melainkan merasa cukup.
    Sementara ghina atau kaya tidak selalu berarti harta benda, melainkan kekayaan hati.
  • Perubahan Mental:
    Dengan memahami isi Al-Waqiah yang fokus pada kiamat, surga, dan neraka, seseorang akan lebih berusaha meraih akhirat dan tidak lagi terlalu terpaku pada harta benda, sehingga ia merasa cukup dengan hidup sederhana,.

Tafsir Ayat 1-6: Terjadinya Kiamat

  • Ayat 1-2:
    Idza waqa’atil waqi’ah. Kata “waqa’ah” menunjukkan sesuatu yang sudah pasti terjadi dan tersohor. Saat kiamat terjadi, tidak ada lagi satu pun jiwa yang bisa mengingkarinya.
  • Ayat 3:
    Khafidhotur Rofiah. Peristiwa ini bersifat merendahkan dan meninggikan.
    Secara maknawi, kiamat merendahkan mereka yang sombong di dunia karena kemusyrikannya dan meninggikan orang beriman yang mungkin terabaikan.
    Secara fisik, langit yang tinggi akan direndahkan (runtuh) dan bumi serta gunung-gunung akan terhempas ke atas.
  • Ayat 4-6:
    Bumi digoncang dengan dahsyat (rujjatil ardhu rajja), dan gunung-gunung dihancurkan hingga menjadi debu yang beterbangan (habā’an mumbatstsa).

Tafsir Ayat 7-10: Tiga Golongan Manusia

Pada hari itu, manusia dibagi menjadi tiga kelompok (azwajan tsalatsah):

  1. Ashabul Maimanah (Golongan Kanan):
    Kelompok yang berada di sebelah kanan, melambangkan kebaikan dan kemuliaan,.
  2. Ashabul Mash’amah (Golongan Kiri):
    Kelompok yang berada di sebelah kiri, melambangkan keburukan dan nasib yang mengerikan,.
  3. As-Sabiqun (Orang-orang yang Mendahului):
    Inilah kelompok istimewa yang paling dekat di sisi Allah (Al-Muqarrabun),.

Makna As-Sabiqun (yang mendahului) mencakup dua hal:

  • Mendahului Kematian:
    Bergegas melakukan kebaikan sebelum ajal atau penyakit menjemput,.
  • Mendahului Orang Lain:
    Berlomba-lomba dalam kebaikan agar lebih dahulu dibandingkan orang lain.

Tafsir Ayat 11-26: Kenikmatan bagi As-Sabiqun

Mereka berada di dalam surga yang penuh kenikmatan (Jannatin Na’im).
Secara persentase, golongan ini lebih banyak dari generasi terdahulu dibandingkan generasi kemudian,.
Gambaran kenikmatan mereka meliputi:

  • Harmoni dan Kesetaraan:
    Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan emas (sururin mawdhunah) yang ditenun rapat, menunjukkan kehidupan yang rukun tanpa ada yang saling membelakangi.
  • Pelayanan Sempurna:
    Mereka dilayani oleh remaja-remaja yang tetap muda (wildanun mukhalladun) yang membawakan gelas dan ceret berisi minuman dari sungai-sungai surga.
    Minuman ini istimewa karena tidak menyebabkan sakit kepala maupun mabuk.
  • Keinginan Terpenuhi:
    Tersedia berbagai buah-buahan dan daging burung sesuai keinginan mereka.
  • Bidadari:
    Terdapat bidadari-bidadari yang kecantikannya seperti mutiara yang tersimpan baik,.
  • Suasana Damai:
    Di surga tidak ada ucapan yang sia-sia (laghwun) maupun dosa (ta’tsim). Satu-satunya yang terdengar hanyalah ucapan “Salam, salam”.
    Ini menunjukkan kedamaian mutlak—damai dengan diri sendiri, damai dengan orang lain, dan damai dengan Allah.
    Syarat untuk masuk ke negeri kedamaian ini adalah memiliki hati yang bersih (qalbun salim) dan mempercayai keesaan Allah.

Kesimpulan: Pengaruh Percaya Hari Kiamat

Belajar dari surah ini, kepercayaan pada hari kiamat seharusnya tidak hanya menjadi informasi tambahan di kepala,.
Jika direnungkan sebagai hikmah, kepercayaan ini akan menjadi motivasi kuat bagi seseorang untuk terus memperbaiki dan meningkatkan amal salehnya sebelum saat itu tiba,.

Tafsir Surah Al Waqiah Quraish Shihab

 

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab

#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441

Follow:

Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us