4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Al-Quran terpelihara sejak mulai diturunkannya ke dunia, Allah selalu menjaga kemuliaan dan keitimewaannya hingga hari akhir nanti.

Bagaimana cara Allah memeliharanya? Apakah manusia mempunyai andil untuk menjaga kemuliaan Al-Quran?

Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.

Kesempurnaan dan Kemuliaan Al-Qur’an

Pada pembahasan kali ini, kita memasuki bagian akhir dari Surah Al-Waqiah, dimulai dari ayat 77 yang menegaskan, “Innahu la-Qur’anun Karim”.
Ayat ini menekankan bahwa Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat sempurna dan mulia.
Kata “Karim” (Mulia) menyatu dalam setiap aspek Al-Qur’an: yang menurunkannya adalah Allah Yang Maha Mulia, diantar oleh Malaikat Jibril yang mulia, diterima oleh Rasulullahโ€”manusia yang paling mulia, serta diturunkan pada waktu dan mengandung isi yang semuanya mulia.
Karena kemuliaannya, mereka yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an pun menjadi sebaik-baiknya manusia.

Al-Qur’an juga disebut dengan berbagai nama yang mencerminkan fungsinya, seperti Adh-Dhikr karena ia memberi peringatan, dan Al-Furqan karena ia menjadi petunjuk yang membedakan antara yang benar dan yang salah.

Kitab yang Terpelihara dan Kesucian dalam Menyentuhnya

Dalam ayat 78, disebutkan bahwa Al-Qur’an berada dalam Kitabim Maknun (Kitab yang terpelihara).
Para ulama menafsirkan ini sebagai Lauhul Mahfudz, atau bisa juga berarti terpelihara dalam pengetahuan Allah dan di dalam dada orang-orang yang menghafalnya.
Hal ini sekaligus menjadi bantahan bahwa Al-Qur’an adalah bisikan setan atau buatan manusia, karena ia benar-benar dijaga kemurniannya.

Terkait ayat “La yamassuhu illal muthahharun” (Tidak ada yang menyentuhnya kecuali mereka yang disucikan), terdapat beberapa penafsiran:

  • Malaikat:
    Makhluk yang suci dan tidak melakukan dosa.
  • Manusia yang Berwudhu:
    Ini menjadi dasar pendapat bahwa seseorang harus dalam keadaan suci saat memegang mushaf Al-Qur’an.
  • Kesucian Hati:
    Hanya mereka yang hatinya bersih yang dapat meraih dan memberi manfaat dari tafsir Al-Qur’an.

Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai kewajiban bersuci, semua ulama sepakat bahwa Al-Qur’an harus diagungkan dan dihormati.
Terkait penggunaan aplikasi Al-Qur’an di ponsel bagi wanita yang sedang haid, hal tersebut diperbolehkan karena aplikasi digital tidak dianggap sebagai mushaf fisik yang dimaksud dalam ayat tersebut, meskipun tetap dianjurkan dalam keadaan suci jika memungkinkan.

Keniscayaan Kematian dan Kelemahan Manusia

Allah mempertanyakan sikap orang-orang yang melecehkan atau mendustakan Al-Qur’an hanya karena takut kehilangan rezeki atau kedudukan sosial.
Allah kemudian memberikan pengingat melalui fenomena kematian: ketika roh sudah sampai di kerongkongan (balaghatil hulqum), manusia tidak memiliki kuasa apa pun.

Pada saat itu, Allah (melalui malaikat-malaikat-Nya) sebenarnya lebih dekat kepada orang yang akan meninggal tersebut daripada orang-orang di sekitarnya, meskipun tidak terlihat oleh mata manusia.
Jika manusia merasa berkuasa dan tidak akan menghadapi perhitungan di hari kemudian, Allah menantang mereka untuk mengembalikan roh tersebut agar hidup kembaliโ€”sebuah hal yang mustahil dilakukan.

Tiga Golongan Manusia di Akhirats Kematian adalah hikmah untuk memberikan balasan bagi setiap orang yang dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Al-Muqarrabun (Orang yang didekatkan kepada Allah):
    Mereka mendapatkan Rauhan (ketenangan/rahmat) dan Raihaan (wewangian/rezeki), serta disambut di surga yang penuh kenikmatan.
    Mereka adalah kelompok yang “Mustarih”, yaitu beristirahat dari segala kesulitan dunia.
  2. Ashabul Yamin (Golongan Kanan):
    Mereka akan mendapatkan ucapan salam dan kedamaian (Fasalamun laka) dari sesama penghuni golongan kanan.
  3. Al-Mukadzhibin Ad-Dhallin (Golongan yang mendustakan dan sesat):
    Mereka akan mendapatkan “hidangan selamat datang” berupa air mendidih dan dibakar di neraka Jahim.

Kepastian Haqqul Yaqin

Segala uraian mengenai hari kiamat dan balasan tersebut adalah Haqqul Yaqin (kebenaran yang pasti).
Dalam tingkat keyakinan, Haqqul Yaqin adalah tingkat tertinggi di mana seseorang tidak hanya sekadar tahu (Ilmul Yaqin) atau melihat (Ainul Yaqin), tetapi sudah merasakan dan mengalami sendiri kebenaran tersebut.

Sebagai penutup, bagi orang-orang yang istiqomah dan beramal saleh, malaikat akan turun menjelang kematian mereka untuk memberikan kegembiraan sehingga rasa sakit saat sakaratul maut mungkin tidak akan terasa karena besarnya rasa bahagia menyambut janji Allah.
Pembahasan Surah Al-Waqiah ini diakhiri dengan optimisme akan kasih sayang dan rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

Tafsir Menjemput Cahaya Al Qur an

 

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab

#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441

Follow:

Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us