Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Manusia dan jin diciptakan lebih terhormat dibandingkan makhluk lainnya, karena beratnya tanggung jawab yang diamanahkan.
Apa saja tanggung jawab itu? apakah ada yang tidak ditanya tentang pertanggungjawabannya?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Program “Hidup Bersama Al-Quran” hari ke-17 melanjutkan pembahasan Surah Ar-Rahman mulai dari ayat ke-29.
Fokus utama diskusi ini adalah mengenai nikmat Allah, pentingnya syukur, serta pertanggungjawaban manusia dan jin di hadapan Allah SWT.
Makna Kesibukan Allah (Ayat 29-30)
Ayat ke-29 menyatakan bahwa segala yang ada di langit dan di bumi memohon kepada-Nya, dan setiap saat Dia berada dalam “kesibukan” (kulla yaumin huwa fii syaโn).
- Arti “Hari” (Yaum):
Dalam konteks ini, “hari” berarti setiap saat, karena waktu Tuhan berbeda dengan waktu manusia. - Makna “Kesibukan”:
Para pakar menjelaskan bahwa Allah telah mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi (Qadha), lalu mewujudkan apa yang diketahui-Nya tersebut dalam bentuk dan kadar tertentu (Qadr). - Pentingnya Berdoa:
Manusia diajarkan untuk meminta segala kebutuhan kepada Allah, bahkan untuk hal-hal kecil seperti tali alas kaki atau garam, karena segala sesuatu dalam hidup ini ditentukan oleh-Nya.
Pertanggungjawaban Manusia dan Jin (Ayat 31-36)
Allah menyatakan akan berkonsentrasi khusus untuk meminta pertanggungjawaban kepada manusia dan jin (Sanafrughu lakum ayyuha ath-thaqalaan).
- Makna At-Thaqalaan:
Manusia dan jin disebut sebagai makhluk yang “berat” karena memiliki tanggung jawab dan beban dosa yang besar untuk dipertanggungjawabkan. - Mustahil Melarikan Diri:
Ayat ke-33 sering disalahpahami sebagai isyarat penjelajahan luar angkasa.
Namun, dalam konteks hari kiamat, ayat ini menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan bisa lari dari tuntutan Allah meski mereka mencoba menembus penjuru langit, kecuali jika memiliki kekuatanโyang pada saat itu tidak mereka miliki.
Jika mereka mencoba lari, akan dikirimkan nyala api dan tembaga panas kepada mereka.
Gambaran Kiamat dan Pengadilan (Ayat 37-45)
Ketika hari kiamat tiba, langit akan terbelah dan warnanya menjadi merah berkilauan seperti mawar atau minyak mendidih (wardatan kaddihaan) karena rusaknya sistem alam raya.
- Tanda-tanda Pelaku Dosa:
Pada hari pengadilan, para pendurhaka (al-mujrimun) tidak perlu lagi ditanya secara detail mengenai dosa mereka karena kejahatan mereka sudah mendarah daging dan terlihat jelas dari tanda-tanda di wajah mereka yang muram. - Balasan Neraka:
Mereka akan berada di neraka Jahannam dan berkeliling di antara api yang panas serta air mendidih.
Tanda Orang Beriman di Akhirat
Ustadzah Maulidatul Hijriyah menjelaskan bahwa orang beriman juga memiliki tanda di akhirat, sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Fath ayat 29.
Tanda tersebut adalah wajah yang berseri-seri dan memancarkan cahaya (An-Nuur) sebagai dampak dari banyaknya ibadah dan sujud kepada Allah, bukan sekadar bekas fisik di kening.
Hikmah Pengulangan Ayat “Fabiayyi ala irobbikuma tukadzdziban”
Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam Surah Ar-Rahman. Mengapa pengulangan ini tetap ada bahkan saat membahas ancaman neraka?
- Ancaman sebagai Nikmat:
Peringatan dan ancaman dari Allah adalah bentuk nikmat karena berfungsi sebagai petunjuk agar manusia waspada dan kembali ke jalan yang benar. - Struktur Angka:
Sebagian ulama mengaitkan jumlah 31 dengan pembagian nikmat dan ancaman:- 7 kali pengulangan terkait ancaman neraka (sesuai jumlah 7 pintu neraka).
- 8 kali pengulangan terkait nikmat surga tingkat pertama, dan 8 kali untuk tingkat kedua (sesuai jumlah 8 pintu surga).
- Sisanya merujuk pada nikmat-nikmat dunia.
Diskusi ditutup dengan harapan agar pemahaman yang utuh terhadap ayat-ayat ini dapat mengantarkan manusia menuju salah satu dari delapan pintu surga.

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441
Follow:
Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

