4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Jangan jadikan nama Allah sebagai alat untuk bersumpah terus menerus sehingga engkau tidak dipercaya kalau sering mengucapkannya. Sumpah manusia itu terkandung di dalamnya kalau berbohong maka bersedia dikutuk Tuhan, maka jangan sering-sering bersumpah.
.
Lalu bagaimana jika ada seseorang yang bersumpah padahal dia berbohong?
.
Simak Penjelasan lengkap tafsir Al-Quran dari M.Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran Ramadan edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.

Program ini dimulai dengan salam dan pengantar mengenai topik utama, yaitu Surah At-Thur.
Surah At-Thur terdiri dari 49 ayat dan intinya berbicara tentang peringatan keras dari Tuhan.
Meskipun kalimat-kalimatnya tegas dan keras, para ulama menilai rangkaian ayatnya sangat indah, memiliki ritme yang mendalam, dan mampu mengetuk hati orang-orang yang belum percaya.

Makna Sumpah dalam Surah At-Thur (Ayat 1-6)

Tuhan memulai surah ini dengan rangkaian sumpah untuk menekankan suatu kebenaran.

  1. At-Thur (Demi Bukit):
    Secara bahasa berarti gunung yang dikelilingi pohon, namun banyak ulama memahaminya sebagai Gunung Sinai di Mesir, tempat Nabi Musa menerima wahyu (Sepuluh Perintah Allah).
  2. Al-Kitab al-Mastur (Demi Kitab yang Tertulis):
    Merujuk pada kitab suci yang tertulis rapi, yang dalam konteks Gunung Sinai adalah Taurat. Kitab ini tertulis di atas Raq, yaitu media tulis pada zaman dahulu seperti kulit.
  3. Al-Baitul Ma’mur (Demi Baitul Ma’mur):
    Berarti rumah yang mengantarkan kesejahteraan dan kemakmuran. Mayoritas ulama berpendapat ini adalah bangunan di langit ketujuh yang letaknya tegak lurus di atas Ka’bah.
    Di sana, setiap hari ada 70.000 malaikat yang melakukan tawaf secara bergantian dan tidak pernah kembali lagi karena banyaknya yang mengantre. Hal ini melambangkan ketenangan hati yang membawa kemakmuran.
  4. As-Saqfil Marfu’ (Demi Atap yang Ditinggikan):
    Sumpah ini merujuk pada langit yang mahatinggi tanpa batas yang diketahui manusia.
  5. Al-Bahril Masjur (Demi Lautan yang Dipenuhi):
    Dapat berarti lautan yang luas, namun penelitian modern dan pendapat lain menyebutkan ini merujuk pada lautan yang di bawahnya terdapat api (aktivitas magma), seperti fenomena yang ditemukan di Laut Merah.

Inti Peringatan dan Siksa Tuhan (Ayat 7-8)

Setelah bersumpah dengan berbagai fenomena alam yang luar biasa, Allah menyatakan intinya: “Inna adzaba Rabbika la waqi’”, yang artinya sesungguhnya siksa Tuhanmu pasti terjadi.
Sumpah ini bertujuan untuk meyakinkan orang-orang yang ragu dengan menunjukkan bukti kekuasaan Allah melalui ciptaan-Nya (gunung, langit, lautan).
Ditegaskan pula bahwa “Ma lahu min dafi’”, tidak ada satu pun kekuatan yang mampu menolak atau menghalangi datangnya siksa tersebut.

Etika Bersumpah bagi Manusia

Dalam diskusi ini, dijelaskan bahwa manusia tidak boleh sembarangan bersumpah. Manusia hanya diperbolehkan bersumpah dengan nama atau sifat Tuhan.
Al-Quran berpesan agar tidak menjadikan nama Allah sebagai alat untuk terus-menerus bersumpah hanya agar dipercayai.

Jika seseorang bersumpah palsu atau melanggar sumpahnya, ia wajib membayar kafaroh (denda) berupa: memberikan makan atau pakaian kepada sepuluh orang miskin, memerdekakan budak, atau berpuasa selama tiga hari.
Sumpah palsu adalah dosa besar yang memerlukan pertobatan nasuha kepada Allah.

Gambaran Hari Kiamat (Ayat 9-10)

Siksa yang dimaksud dalam ayat-ayat ini terutama merujuk pada siksa di akhirat. Pada hari itu, terjadi peristiwa kiamat yang dahsyat:

  • Langit bergoncang keras (tamuru) dan bergelombang.
  • Gunung-gunung bergerak (tasiru) dengan sangat kuat hingga tercabut dari akarnya dan hancur lebur seperti kapas yang beterbangan.

Sebagai penutup, ditekankan bahwa celakalah bagi para pendusta yang mengingkar ajaran ini.

Penutup dan Pesan Moral

Meskipun peringatan Allah sangat menakutkan, umat Islam diajak untuk tetap memiliki pandangan positif dan optimis.
Rasa takut terhadap siksa Allah adalah wajar sebagai pengingat, namun harus dibarengi dengan optimisme terhadap rahmat Allah yang Maha Baik.
Segala musibah pada dasarnya adalah akibat ulah manusia sebagai peringatan, sedangkan segala rahmat murni datangnya dari Tuhan. Kita memiliki kendali untuk memilih jalan yang mengantarkan pada rahmat-Nya, bukan siksa-Nya.

Tafsir Surah At Thur 1
.
Akan tayang setiap hari di bulan Ramadan hanya di Youtube Channel Quraish Shihab.

#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441

Follow:

Dapatkan buku karya M. Quraish Shihab:

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us