4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Hidup Bersama Al-Qurโ€™an: Tafsir Al-Mishbah Episode #4 (Q.S. Ath-Thur: 29-38)

Iman adalah pembenaran hati bukan pembenaran akal, maka adanya pengetahuan hanya mengukuhkan rasa percaya di hati bukan penyebab mutlak keimanan.

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mempercayai Al-Quran? Apakah Allah memberikan petunjuk bagi mereka?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.

Peringatan bagi Nabi dan Tuduhan Kaum Musyrik

Pada bagian awal surah At-Thur ayat 29, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk tetap memberi peringatan (Fathakkir).
Tugas utama seorang nabi maupun dai hanyalah menyampaikan peringatan, karena hidayah atau kesuksesan iman seseorang harus datang dari dalam dirinya sendiri.

Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai tuduhan dari kaum musyrik yang menyebut beliau sebagai seorang Kahin (dukun/tukang tenung) atau Majnun (orang gila).
Namun, Al-Quran menegaskan bahwa beliau bukanlah dukun, karena perkataan dukun biasanya tidak jelas maknanya dan penuh rahasia, sementara Al-Quran sangat jelas dan tidak ada yang dirahasiakan oleh Nabi.
Beliau juga dituduh sebagai penyair karena keindahan bahasa Al-Quran yang sangat menyentuh perasaan orang Arab saat itu, bahkan membuat mereka diam-diam mendengarkannya meskipun secara resmi mereka melarangnya.

Menghadapi Harapan Buruk dan Hakikat Kematian

Kaum musyrik juga sering kali menantikan kematian Nabi melalui peristiwa-peristiwa alam atau kecelakaan, yang dalam Al-Quran disebut dengan istilah Rayba al-Manun.
Istilah ini hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak percaya, karena bagi mereka kematian hanyalah peristiwa alam semesta.

Merespons hal ini, Nabi diminta menyampaikan untuk sama-sama menunggu, karena kematian adalah sebuah kepastian bagi setiap manusia.
Penting ditekankan bahwa kematian bukan sekadar disebabkan oleh peristiwa, melainkan karena telah datangnya ajal yang ditentukan oleh Allah.
Kematian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang harus dipersiapkan atau “dijemput” dengan kesiapan amal.

Iman Berasal dari Hati

Al-Quran menggambarkan bahwa kaum musyrik sebenarnya sangat mengenal kepribadian Nabi Muhammad SAW yang terpercaya (Al-Amin), namun mereka tetap mengingkari ayat-ayat Tuhan.
Hal ini menunjukkan bahwa untuk percaya tidak selalu cukup hanya dengan pengetahuan saja.
Iman didefinisikan sebagai pembenaran hati, karena seringkali mata melihat kebenaran namun hati tidak bisa percaya.

Tantangan Allah dan Bukti Eksistensi Tuhan

Untuk membuktikan bahwa Al-Quran bukanlah karangan manusia, Allah memberikan tantangan bertahap kepada mereka yang ragu.
Tantangan tersebut dimulai dari membuat kitab yang serupa, kemudian turun menjadi sepuluh surah, hingga akhirnya hanya satu surah saja.
Hingga saat ini, tidak ada satu pun manusia yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Selain itu, Al-Quran menggugah logika manusia melalui beberapa pertanyaan mendasar:

  1. Apakah manusia diciptakan tanpa tujuan?
  2. Apakah mereka menciptakan diri mereka sendiri?
  3. Apakah mereka yang menciptakan langit dan bumi?

Keteraturan alam semesta, seperti jarak matahari yang terukur agar bumi tidak terbakar atau membeku, merupakan bukti nyata adanya Pencipta yang Maha Esa.
Al-Quran lebih banyak menekankan pada pembuktian keesaan Tuhan karena fitrah manusia sebenarnya sudah menyadari keberadaan wujud Tuhan.

Keterbatasan Manusia dan Rahasia Ilahi

Allah juga menyindir keangkuhan manusia dengan bertanya apakah mereka memiliki brankas-brankas (khazain) rahmat Tuhan sehingga bisa mengatur segalanya, atau apakah mereka adalah juru kuncinya.
Tantangan lainnya adalah apakah mereka memiliki “tangga” yang bisa digunakan untuk menguping rahasia langit.
Jika mereka mengaku pernah mendengar rahasia tersebut, Allah menantang mereka untuk memberikan bukti yang nyata.

Sebagai penutup, keistimewaan Al-Quran adalah pesannya dapat dipahami oleh orang awam secara sederhana, namun juga dapat dianalisis secara mendalam oleh para filosof.
Al-Quran ditujukan untuk seluruh umat manusia, sehingga setiap orang dapat menimba ilmu sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Infografis Tafsir Surah Ath Thur 29

 

Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab

#hidupbersamaalquran #tafsiralmishbah #quraishshihab #ramadan1441

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us