4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Alasan Kita Bergembira

Segala puji bagi Allah SWT yang memberikan taufik sehingga kita dapat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Para pecinta Rasulullah di seluruh dunia menyambut hari kelahiran beliau untuk menampakkan kecintaan sekaligus mempererat persaudaraan sesama umat.
Kita tidak bisa hidup tanpa rahmat dan nikmat Allah; setiap saat hidup kita dijaga oleh-Nya, dan jika dilepas sedetik saja, kita akan binasa. Begitu banyaknya nikmat Allah sehingga kita tidak akan mampu menghitungnya.

Rasulullah SAW: Rahmat Terbesar

Jika kita bertanya apa nikmat dan rahmat Allah yang terbesar bagi alam semesta, jawabannya adalah Sayyidul Wujud, Muhammad SAW.
Beliau adalah sentral ciptaan Allah, di mana seluruh jagat raya ini diciptakan dari percikan cahaya beliau.
Dalam Surah Yunus ayat 58, Allah memerintahkan kita untuk bergembira atas anugerah (fadhlullah) dan rahmat-Nya (rahmatullah).
Para mufasirin memberikan beberapa tafsir mengenai hal ini:

  1. Fadhlullah adalah nikmat lahiriah, sedangkan Rahmatullah adalah nikmat batiniah.
  2. Fadhlullah adalah awal nikmat, dan Rahmatullah adalah penjaganya hingga akhir hayat.
  3. Fadhlullah adalah Al-Qur’an, dan Rahmatullah adalah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana beliau diutus sebagai rahmat bagi semesta alam.

Tanpa Rasulullah, tidak akan ada Al-Qur’an, tidak ada petunjuk, dan tidak ada nikmat yang sampai kepada manusia.
Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk bergembira menyambut beliau.

Makna Kegembiraan yang Hakiki

Kegembiraan yang diinginkan Al-Qur’an bukan sekadar pesta, tertawa, atau makan bersama lalu berpisah.
Kegembiraan yang diizinkan adalah saat kita hidup dalam rel hidayah Allah dan menggunakan nikmat tersebut di jalan-Nya.
Sebaliknya, Al-Qur’an melarang kegembiraan yang melalaikan, seperti kisah Qarun.

Apapun yang kita milikiโ€”harta, tahta, istri, atau anakโ€”jika tidak membawa kita kepada Allah dan Rasul-Nya, maka itu adalah bencana atau fitnah.
Namun, jika semua itu membantu kita mengatur akhirat dan menyambungkan kita kepada Rasulullah, maka itulah anugerah yang harus disyukuri.
Orang shaleh justru merasa sedih jika jauh dari Rasulullah atau hanya memikirkan dunia yang sebenarnya sudah dijamin oleh Allah.

Keutamaan Menjadi Umat Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa pun yang telah diberi hidayah Islam dan Al-Qur’an namun masih mengeluh tentang kemiskinan, maka Allah akan menetapkan kemiskinan itu padanya hingga hari kiamat. Puncak kenikmatan adalah segala hal yang membawa kita ke surga, sedangkan cobaan yang tidak membawa ke neraka bukanlah bencana yang sebenarnya.

Menjadi umat Nabi Muhammad SAW adalah anugerah luar biasa yang bahkan diinginkan oleh Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS.
Di hari kiamat, umat lain akan melihat cahaya terang dari umat Muhammad yang selalu memulai perbuatan dengan Bismillah.
Umat ini adalah umat terbaik yang menyeru pada kebaikan dan mencegah kemunkaran.

Kisah-Kisah Kecintaan dan Kepercayaan (Tasdiq)

  1. Kisah Pecinta Nabi:
    Seorang sahabat merasa sedih karena takut di surga nanti tidak bisa melihat wajah Rasulullah karena perbedaan tingkatan.
    Maka turunlah ayat yang menyatakan bahwa orang yang taat akan dibangkitkan bersama para nabi dan orang shaleh.
  2. Kecintaan Sayyidah Fatimah:
    Beliau menyatakan hanya mencintai tiga hal di dunia: memandang wajah Rasulullah, membaca Al-Qur’an, dan berinfak di jalan Allah.
  3. Kisah Abu Dzar Al-Ghifari:
    Saat Perang Tabuk, Abu Dzar tertinggal karena untanya lemah, lalu ia berjalan kaki sendirian di bawah terik matahari.
    Ia membawa air, namun tidak meminumnya karena belum tahu apakah Rasulullah sudah minum atau belum. Abu Dzar juga memiliki doa yang sangat masyhur di langit, di mana ia meminta iman yang utuh dan kepercayaan (tasdiq) yang mutlak kepada nabi.
  4. Kisah Jabir bin Abdillah:
    Saat penggalian parit (Khandaq), Jabir ingin menjamu Rasulullah secara sembunyi-sembunyi karena makanannya sedikit.
    Namun, Rasulullah justru mengundang seluruh sahabat. Karena kepercayaan mutlak (tasdiq) istri Jabir kepada Rasulullah, makanan yang sedikit itu secara mukjizat cukup untuk seluruh sahabat tanpa berkurang sedikit pun.

Penutup

Keberuntungan dan kesuksesan sejati hanya bisa diraih dengan mengikuti Rasulullah SAW.
Masalah utama kita seringkali adalah kurangnya kepercayaan mutlak kepada beliau, yang terlihat dari perilaku kita yang menyimpang dari ajarannya.
Mari kita isi hidup dengan mencintai Rasulullah dan keluarganya, agar kelak kita mati membawa cinta tersebut dan dibangkitkan bersama beliau untuk masuk surga di belakangnya.

Hakikat Kegembiraan Menyambut Rasulullah SAW

Bersama Ustadz Muhammad bin Alwi BSA
Eps 15. Kita Patut Bergembira (seri Rasulullah SAW dalam Al Qur’an)

Video source: DISKUSI FATHIMAH

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us