1. Pendahuluan & Identitas Surat
- Pembukaan Kajian:
Kajian diawali dengan puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pertemuan ini merupakan awal pembahasan kajian tafsir Surat Nuh setelah sebelumnya menyelesaikan pembahasan Surat Al-Mulk. - Karakteristik Surat Nuh:
- Surat Nuh tergolong sebagai Surat Makkiyah (turun di Kota Mekkah) dan terdiri dari 28 ayat.
- Menjelaskan perjuangan dakwah Nabi Nuh AS sebagai nabi pertama dari kelompok Ulul Azmi, pembawa syariat ilahiyah pertama, serta pemilik dakwah yang bersifat universal.
2. Keutamaan (Fadhilah) Membaca Surat Nuh
Dalam kajian dijelaskan dua riwayat utama mengenai fadhilah membaca Surat Nuh:
- Riwayat Rasulullah SAW:
Barang siapa membaca Surat Nuh, ia akan dihitung dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang beriman yang menggapai dakwah Nabi Nuh AS.- Latar Belakang: Masa dakwah Nabi Nuh AS berlangsung sangat panjang, yaitu 9,5 abad (950 tahun).
Namun, yang beriman hanya satu bahtera (tercatat sekitar 80 orang), dan sahabat yang sangat dekat dengan Nabi Nuh kurang dari 10 orang.
Pembaca Surat Nuh yang ikhlas mendapatkan keberkahan dimasukkan dalam derajat tinggi orang-orang beriman tersebut.
- Latar Belakang: Masa dakwah Nabi Nuh AS berlangsung sangat panjang, yaitu 9,5 abad (950 tahun).
- Riwayat Al-Imam (Al-Imam Ja’far AS):
Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya tidak meninggalkan membaca Surat Nuh.- Jika dibaca dengan mukhtasib (semata-mata mengharap keridhaan Allah) dan shabir (sabar) dalam shalat fardhu maupun nafilah, Allah akan menempatkannya bersama orang-orang Abror dan menganugerahkan tiga surga dari surga Karomah-Nya.
3. Pembahasan Tafsir Ayat demi Ayat (Ayat 1–9)
Ayat 1
Inna arsalna Nuhan ila qaumihi an andzir qaumaka min qabli an ya’tiyahum ‘adzabun alim
- Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya: ‘Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang kepada mereka azab yang pedih.'” - Penjelasan Tafsir:
- Prinsip Keadilan Allah:
Azab Allah tidak pernah turun secara tiba-tiba tanpa didahului oleh adanya peringatan (indzar). Azab kepada kaum Nabi Nuh baru turun setelah dakwah dan penangguhan waktu selama 950 tahun. - Metode Dakwah Para Nabi:
Menggunakan kombinasi pendekatan Indzar (peringatan/ancaman sanksi atas pelanggaran) dan Tabsyir (kabar gembira/imbalan atas ketaatan).
Metode ini senada dengan sistem reward and punishment dalam kehidupan sosial dan hukum manusia.
- Prinsip Keadilan Allah:
Ayat 2 & 3
Qala ya qaumi inni lakum nadzirun mubin. Ani’budullaha wat-taquuhu wa atii’un
- Artinya:
“Nuh berkata: ‘Wahai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya, dan taatlah kepadaku.'” - Penjelasan Tafsir:
- Terdapat tiga inti ajaran yang dibawakan Nabi Nuh AS yang mencakup akidah, syariat/hukum, dan etika:
- Pengabdian Tauhid (Ani’budullah): Mengikat diri dan menyembah Allah sebagai Tuhan yang sebenarnya.
- Ketakwaan (Wattaquuh): Menjaga diri dalam ketakwaan kepada Allah.
- Ketaatan kepada Rasul (Wa atii’un): Taat kepada Nabi Nuh AS sebagai utusan atau wakil Allah di bumi.
- Terdapat tiga inti ajaran yang dibawakan Nabi Nuh AS yang mencakup akidah, syariat/hukum, dan etika:
Ayat 4
Yaghfir lakum min dzunubikum wa yu’akhkhirkum ila ajalin musamma, inna ajalallahi idza ja’a la yu’akhkhar, lau kuntum ta’lamun
- Artinya:
“Niscaya Allah mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai pada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, sekiranya kamu mengetahui.” - Penjelasan Tafsir:
- Dua Imbalan Ketaatan:
Pengampunan dosa-dosa masa lalu serta penangguhan atau perpanjangan umur. - Pembagian Konsep Ajal:
- Ajal Musamma / Adna / Mu’allaq:
Ajal yang masih dapat berubah (bertambah panjang atau lebih cepat) tergantung pada amal perbuatan manusia. - Ajal Nihai / Aqsha / Hatmi:
Ajal akhir yang pasti dan tidak dapat diundur atau dimajukan lagi ketika waktunya tiba.
- Ajal Musamma / Adna / Mu’allaq:
- Pengaruh Perbuatan terhadap Usia (Riwayat Al-Imam Ja’far AS):
- Perbuatan Baik & Takwa:
Menjadi penyebab bertambahnya usia manusia. - Perbuatan Buruk & Dosa:
Mempercepat datangnya ajal sebelum batas ajal nihai-nya. - Contoh Nyata:
Mengemudi ugal-ugalan yang memicu kecelakaan, pola makan berlebihan (israf) yang menimbulkan penyakit (jantung, darah tinggi, diabetes), serta penggunaan narkoba yang menyebabkan meninggal overdosis pada usia muda (rata-rata di bawah 30 tahun).
- Perbuatan Baik & Takwa:
- Dua Imbalan Ketaatan:
Ayat 5 & 6
Qala rabbi inni da’autu qaumi lailan wa nahara. Falam yazidhum du’a’i illa firara
- Artinya:
“Nuh berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, tetapi seruanku itu tidak menambah mereka kecuali berlari menjauh.'” - Penjelasan Tafsir:
- Kegigihan Nabi Nuh:
Nabi Nuh menyampaikan munajat kepada Allah bahwa beliau telah berdakwah siang dan malam tanpa kenal lelah maupun jemu selama 950 tahun. - Penolakan Kaum:
Seruan kebenaran justru membuat kaumnya semakin lari menjauh dari petunjuk.
Penolakan ini bukan karena cela pada Nabi Nuh AS (sebab beliau utusan yang sempurna dalam cara berdakwah), melainkan karena keburukan watak penerima dakwah itu sendiri.
- Kegigihan Nabi Nuh:
Ayat 7
Wa inni kullama da’autuhum litaghfira la hum ja’alu ashabi’ahum fi adzanihim wastaghsyaub tsiyabahum wa asarru wastakbaru stikbara
- Artinya:
“Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari mereka ke telinganya, menutupi dirinya dengan pakaiannya, serta menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” - Penjelasan Tafsir:
- Menjelaskan bentuk kesombongan dan penolakan fisik ekstrem dari kaum Nabi Nuh:
- Menyumbat telinga dengan jari-jari tangan agar tidak mendengar.
- Menutupi kepala/tubuh dengan pakaian agar tidak melihat.
- Bersikap angkuh (wastakbaru) dan meremehkan Nabi Nuh AS.
- Alasan Penolakan Visual & Auditori: Kaumnya merasa takut terhadap daya tarik serta aura positif kebenaran (Al-Haq) yang ada pada diri seorang Nabi, sehingga mereka berupaya menutup rapat indra pendengaran dan penglihatan mereka.
- Menjelaskan bentuk kesombongan dan penolakan fisik ekstrem dari kaum Nabi Nuh:
Ayat 8 & 9
Tsumma inni da’autuhum jihara. Tsumma inni a’lantu lahum wa asrartu lahum israra
- Artinya:
“Kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka secara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku menyampaikan secara terbuka dan secara sembunyi-sembunyi kepada mereka.” - Penjelasan Tafsir:
- Menunjukkan keanekaragaman pendekatan dakwah Nabi Nuh:
- Secara Terang-terangan (Jiharan / I’lan): Berdakwah secara terbuka di hadapan khalayak umum.
- Secara Rahasia (Israran): Berdakwah secara personal dari pribadi ke pribadi.
- Kendati seluruh metode rasional, kelembutan, serta pendekatan terbuka maupun tertutup telah dikerahkan, mayoritas kaumnya tetap memilih berpaling.
- Menunjukkan keanekaragaman pendekatan dakwah Nabi Nuh:
4. Hikmah Utama Kajian & Penutup
- Menghargai Nikmat Keimanan:
Mengingat beratnya perjuangan dakwah Nabi Nuh selama 950 tahun yang menghasilkan 80 orang beriman, nikmat iman yang ada pada diri kita hari ini sangat berharga dan wajib disyukuri. - Kesiapan Fitrah Penerima Dakwah:
Agar dakwah dapat terhubung (connect), manusia harus senantiasa menjaga kesucian fitrah dan ketakwaan dasar (Hudan lil Muttaqin). - Pelajaran Istiqamah bagi Pendakwah:
Kisah Nabi Nuh mengajarkan para pendakwah untuk tidak pernah putus asa atau jemu dalam menyampaikan kebenaran. - Sunnatullah Pertentangan Hak dan Batil:
Kehidupan akan senantiasa diwarnai oleh pertentangan antara Ahlul Haq (golongan kebenaran) dan Ahlul Batil, sehingga tugas manusia adalah memastikan dirinya berada di barisan Ahlul Haq. - Penutup Kajian:
Penceramah mengakhiri sesi kajian pada ayat ke-9 ini karena terdapat sedikit gangguan teknis dan menyampaikan akan dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.

Bersama Ustadz Abdillah Baabud
—
Video sumber: ALQURBA TV
LINK QRIS UNTUK HUSEINIYAH :
https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

