Abdullah bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib terkenal dengan Abdullah al-Radhi’ dan Ali al-Ashghar adalah putra Imam Husain as yang masih menyusu dan sosok paling kecil diantara mereka yang lewat terjangan panah Harmalah bin Kahil menemukan kesyahidannya.
Dari literatur klasik Sunni dan Syiah disebutkan bahwa nama anak ini adalah Abdullah, namun dalam literatur kontemporer Syiah lebih sering disebut dengan nama Ali Asghar.
Syaikh Mufid menulis: Imam Husain a.s setelah membawa jasad Qasim bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di sisi para syuhada lainnya, ia terduduk di hadapan kemah dan meminta agar Abdullah (Ali Asghar) dibawa kepadanya. Dalam pangkuannya ia mendekap anak bungsunya itu. Tiba-tiba seorang laki-laki dari Bani Asad, melontarkan anak panah kearah Abdullah, yang kemudian menjadi penyebab kematiannya. Seketika dekapan Imam Husain dibanjiri darah, iapun berucap, “Ya Allah, jika tidak ada pertolongan dari langit, maka berilah gantinya dengan yang terbaik, dan hilangkanlah dendam kami kepada mereka yang zalim ini.” Kemudian ia membawa jasad putranya itu dan diletakkan di sisi para jenazah syuhada lainnya.”

