3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

SAFINAH TV – Kisah Teladan kali ini tentang Nabi Muhammad saw. dalam menjaga persatuan antar sesama saudara muslim.

Suatu saat terjadi perdebatan tentang siapakah yang lebih mulia di antara kaum Anshor, Muhajirin dan Bani Hasyim bagi Nabi Muhammad saw. Riuh perdebatan menarik perhatian, hingga hadirlah Rasulullah saw di tengah-tengah mereka.

Bagaimanakah Rasulullah memandang kedudukan para shahabat beliau?

Selamat menyaksikan.

Kedudukan Anshar, Muhajirin, dan Bani Hasyim di Mata Rasulullah saw.

Diskusi Tentang Siapa yang Paling Dicintai

Kisah bermula ketika sekelompok kaum Muhajirin, Anshar, dan beberapa pria dari Bani Hasyim berkumpul.
Masing-masing kelompok mulai menceritakan keutamaan mereka dan mengklaim bahwa merekalah yang paling dekat di hati Rasulullah saw.

  • Kaum Anshar berkata:
    “Bagaimana mungkin kami tidak menjadi yang paling dekat dengan Nabi?
    Kamilah yang menyambut beliau saat orang lain menjauhinya, dan kami membenarkan risalahnya saat orang lain mendustakannya.”.
    Mereka terus menyebutkan jasa-jasa dan sejarah awal mereka dalam membela Islam.
  • Kaum Muhajirin menanggapi:
    “Kamilah yang berhijrah, meninggalkan rumah, harta, saudara, dan orang tua kami demi agama ini. Rasulullah lebih kami cintai daripada segalanya, karena itulah kami merasa paling dekat dengan beliau.”.
  • Bani Hasyim menyatakan:
    “Kami memiliki semua keutamaan yang kalian sebutkan, ditambah lagi kami adalah keluarga dan kerabat dekat beliau.”.

Kehadiran dan Penjelasan Rasulullah saw.

Di tengah diskusi tersebut, Rasulullah saw. datang menghampiri mereka dengan wajah yang berseri-seri.
Beliau mendengarkan klaim mereka dan berkata:

“Kalian benar, kalian benar. Siapa yang bisa menyangkal atau menolak apa yang kalian katakan?”.

Beliau kemudian memberikan kedudukan istimewa kepada masing-masing kelompok:

  1. Kepada kaum Anshar:
    Beliau bersabda, “Wahai kaum Anshar, sesungguhnya kalian adalah saudara-saudaraku dan sahabat-sahabatku.”
    Mendengar hal ini, kaum Anshar sangat bersukacita dan merasa sangat beruntung.
  2. Kepada kaum Muhajirin:
    Beliau menegaskan identitas beliau dengan bersabda, “Adapun kalian wahai kaum Muhajirin, sesungguhnya aku adalah bagian dari kaum Muhajirin.”.
  3. Kepada Bani Hasyim:
    Beliau menyampaikan pesan yang sangat mendalam, “Kalian adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian dari kalian.”.

Pesan Penutup

Setelah memberikan pengakuan kepada semua pihak, suasana menjadi penuh dengan kegembiraan.
Rasulullah saw. kemudian menutup pertemuan itu dengan mengingatkan pesan universal dari Allah Swt. melalui suaranya yang lantang:

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”.

Keutamaan Kaum di Hati Rasulullah

Baca Kisah Teladan Rasulullah saw. di Safinah-Online.com dengan mengeklik tautan berikut:

Kisah-kisah Nabi Muhammad saw.: Bantuan dan Canda Nabi Kepada Wanita Tua [https://goo.gl/xQ2FTs]

Kisah Nabi Muhammad saw. dan Nabi Musa a.s. Tentang Ibu [https://goo.gl/uB113r]

Kisah-kisah Nabi Muhammad saw.: Akhlak Nabi Di Masa Kecil (Bag. Terakhir) [https://goo.gl/UttSk8]

Selamat Membaca!

Anda dapat mengikuti kami di:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline

Yuk Subscribe Safinah TV Channel:
Subscribe Channel Safinah TV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us