2 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

SAFINAH TV – Kaum musyrikin sangat getol mencari cara agar mendapat celah untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Salah satunya dengan mengadakan perang terhadap umat Islam. Namun upaya membunuh Nabi Muhammad saw, mengalami kendala dan selalu gagal. Akhirnya terjadilah perdebatan untuk memuluskan jalan mengelabui umat Islam dengan sebuah muslihat.

Apakah upaya yang ingin ditempuh kaum musyrikin dan bagaimanakah sikap Nabi Muhammad dalam menghadapinya?

Selamat menyaksikan!

Kisah Nabi Muhammad SAW: Muslihat dan Taubat Umair bin Wahab

Persekongkolan di Mekah

Setelah kaum Muslimin meraih kemenangan dalam Perang Badr Al-Kubra, kaum musyrikin Mekah mulai memikirkan cara untuk membalas dendam di putaran berikutnya.
Berbagai usul bermunculan, mulai dari serangan besar secara mendadak hingga mengirim penyusup yang berpura-pura masuk Islam untuk memecah belah kaum Muslimin dari dalam.
Di tengah perdebatan tersebut, seorang pria bernama Umair bin Wahab maju dan menyatakan bahwa ia akan pergi ke Madinah untuk melaksanakan rencana pembunuhan terhadap Nabi Muhammad.
Rencana ini disepakati untuk dijaga kerahasiaannya dengan sangat ketat.

Pertemuan di Madinah

Setibanya di Madinah, Umair langsung menuju masjid. Ketika bertemu dengan Rasulullah SAW, ia menyapa dengan salam jahiliyah, “Selamat pagi, wahai Muhammad”.

Namun, Nabi SAW mengoreksinya dengan mengatakan bahwa Allah telah memuliakan umat Islam dengan salam yang lebih baik, yaitu salam penduduk surga: “Assalamu’alaikum”.

Terbongkarnya Rahasia

Nabi SAW kemudian bertanya mengenai maksud kedatangan Umair. Umair mencoba berbohong dengan berdalih bahwa ia datang untuk menebus salah satu tawanan perang.
Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda, “Engkau bohong, wahai musuh Allah”.
Beliau kemudian mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan: pertemuan rahasia Umair dengan kaum musyrikin di Mekah dan kesepakatannya untuk membunuh Nabi.

Keislaman Umair bin Wahab

Mendengar rahasia itu terbongkar, Umair bin Wahab gemetar. Ia menyadari bahwa tidak ada seorang pun di Madinah yang mengetahui rencana rahasia tersebut kecuali Allah.
Dengan penuh keyakinan, ia berseru bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Allah dan segera bersyahadat: “Asyhadu alla ilaha illallah, wa anna Muhammadar Rasulullah”.

Penerimaan Rasulullah

Melihat keislaman Umair, Nabi Muhammad SAW mendekatinya dan mengusap keringat di dahi Umair. Beliau kemudian memerintahkan para sahabat untuk:

  • Mengajarkan Umair tentang agama Islam.
  • Membacakan Al-Qur’an kepadanya.
  • Membebaskan tawanan yang merupakan kerabatnya, karena kini Umair telah menjadi saudara seiman.

Perjalanan Hidayah Umair bin Wahab

 

Anda dapat membaca kisah lain di https://Safinah-Online.com, seperti berikut:

“Maulid Nabi dan Persatuan Umat Islam” [http://bit.ly/MaulidPersatuan]

“Jangan Didustakan!” [http://bit.ly/JanganDustakan]

“Wawancara: Persatuan Islam Perspektif Mazhab Ahlulbait” [http://bit.ly/PersatuanIslam]

Selamat membaca dan ikuti updatenya di link berikut:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
_
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline
Youtube: http://bit.ly/SafinahTV

Yuk Subscribe Safinah TV Channel:
Subscribe Channel Safinah TV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us