3 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

SAFINAH TV – Suatu ketika Al-Makmun, khalifah di masa dinasti Abbassiyah mengisahkan tentang bagaimana dirinya dapat mengenal Syiah. Serta bagaimana ayahnya, Harun ar-Rasyid, memperlakukan Imam Musa al-Kazhim as. (Imam ke-tujuh).

Selamat menyaksikan.

Imam Musa Al-Kazhim as. di Mata Al-Makmun dan Harun ar-Rasyid

Sifat dan Kedudukan Imam Musa Al-Kazhim

Imam Musa al-Kazhim as. dikenal luas oleh masyarakat sebagai “Hamba yang Saleh” (Al-Abdu as-Salih) dan sosok yang gemar memberi.
Gelar utamanya, Al-Kazhim, merujuk pada kemampuannya menahan amarah.
Semua orang yang melihatnya mengakui bahwa beliau adalah orang yang paling ahli ibadah dan paling zuhud di masanya.
Bahkan, para musuh Ahlul Bait pun tidak menyangkal sifat-sifat mulia tersebut.

Kesaksian Al-Ma’mun tentang Ayahnya

Al-Ma’mun al-Abbasi pernah bertanya kepada para pengikut dekatnya dari kalangan Bani Abbas mengenai siapa yang mengajarkan mereka tentang dasar-dasar Syiah (kecintaan pada Ahlul Bait). Mereka terkejut dan mengaku tidak tahu, lalu Al-Ma’mun mengungkapkan bahwa ayahnya sendiri, Harun ar-Rasyid—yang dikenal banyak membunuh keturunan Ali dan pengikut para Imam—adalah orangnya.

Pertemuan Harun ar-Rasyid dengan Sang Imam

Al-Ma’mun menceritakan sebuah peristiwa ketika Harun sedang berada di Mekkah dan Madinah.
Saat itu, Al-Fadhl bin Al-Rabi’ melaporkan bahwa ada seorang pria di depan pintu yang mengaku sebagai Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib.
Harun segera memerintahkan agar beliau diizinkan masuk dan tidak diperbolehkan turun dari tunggangannya hingga menginjak permadani istana.

Ketika Imam masuk, Harun menunjukkan penghormatan yang luar biasa yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun sebelumnya; ia berdiri, menyambut, dan mencium kening sang Imam. Harun bahkan memerintahkan anak-anaknya, termasuk Al-Ma’mun dan Al-Amin, untuk melayani sang Imam.

Pengakuan Rahasia Harun ar-Rasyid

Melihat penghormatan yang begitu besar namun pemberian materi yang sangat sedikit, Al-Ma’mun bertanya kepada ayahnya siapa sebenarnya sosok pria tersebut. Harun menjawab:

“Dia adalah pemimpin umat manusia, Hujjah (Bukti) Allah atas makhluk-Nya, dan khalifah-Nya atas hamba-hamba-Nya”.

Al-Ma’mun yang bingung bertanya mengapa ayahnya tidak menyerahkan kekuasaan jika memang demikian sifatnya.
Harun menjelaskan bahwa ia memimpin hanya berdasarkan kekuatan lahiriah dan paksaan, sementara Musa bin Ja’far adalah pemimpin yang sebenarnya berdasarkan hak.
Harun bahkan bersumpah bahwa Imam Musa lebih berhak menduduki kedudukan Rasulullah daripada dirinya sendiri dan seluruh umat manusia. Ia juga menegaskan betapa haus kekuasaannya dirinya dengan berkata bahwa jika anaknya sendiri (Al-Ma’mun) berani merebut kekuasaannya, ia tidak akan segan untuk membunuhnya.

Kesimpulan

Kisah ini mengungkap kebenaran yang sering kali disembunyikan oleh para penguasa lalim pada masa itu.
Para Imam dari keluarga Nabi Muhammad adalah pemegang hak wilayah dan khilafah yang sesungguhnya.
Namun, ambisi duniawi dan “kekuasaan yang mandul” membuat para penguasa tersebut tega membunuh orang-orang saleh ini demi mempertahankan takhta mereka.

Keagungan Imam Musa Al Kazhim

Kenali Imammu! [http://bit.ly/KenaliImam]

Tasbih Imam Zainal Abidin as. [http://bit.ly/TasbihImamAliZainalAbidin]

Doa Ma’rifat Imam Mahdi pada Zaman Kegaiban [http://bit.ly/2GTiZuE]

Selamat Membaca!

Anda dapat mengikuti kami di:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline

Yuk Subscribe Safinah TV Channel:
Subscribe Channel Safinah TV

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us