Renungan Doa Hari Ke 9 Ramadhan
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Doa Hari Ke-9 Ramadan mengajarkan kita untuk memohon tiga hal utama kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan penuh kekhusyukan, keseriusan, dan pengharapan.
Berikut adalah ketiga permohonan tersebut :
1. Memohon Bagian Banyak dari Rahmat Allah yang Maha Luas
Permohonan pertama adalah agar Allah menjadikan bagi kita bagian yang besar dari rahmat-Nya yang luas.
Di dalam Al-Qur’an (QS. Al-A’raf: 156), Allah berfirman bahwa siksa-Nya akan ditimpakan kepada siapa yang Dia kehendaki, namun rahmat-Nya mencakup segala sesuatu.
Berdasarkan ayat ini, rahmat Allah terbagi menjadi dua tipe:
- Rahmat Umum (Rahmaniyah):
Rahmat yang disimbolkan dengan sifat Ar-Rahman, mencakup segala sesuatu di alam semesta tanpa terkecuali. - Rahmat Khusus (Rahimiyah):
Rahmat yang disimbolkan dengan sifat Ar-Rahim, hanya diberikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya yang bertakwa, membayar zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Allah.
Kesadaran akan luasnya rahmat Allah ini melahirkan optimisme yang sangat besar pada diri seorang hamba.
Hal ini tercermin dari perbandingan pandangan antara Hasan Al-Bashri dan Imam Zainal Abidin:
- Hasan Al-Bashri berpandangan pesimis dengan mengatakan tidaklah mengherankan jika ada orang yang celaka, justru mengherankan jika ada yang selamat.
- Sebaliknya, Imam Zainal Abidin menegaskan bahwa keselamatan di akhirat bukanlah hal yang mengherankan karena rahmat Allah begitu luas.
Yang justru sangat mengherankan adalah jika ada orang yang sampai celaka dan tidak mendapatkan rahmat-Nya.
Keyakinan inilah yang menumbuhkan semangat, cinta, dan kerinduan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Petunjuk untuk Memahami Bukti-Bukti Nyata-Nya
Permohonan kedua adalah memohon petunjuk agar mampu memahami bukti-bukti kekuasaan dan petunjuk Allah yang nyata.
Salah satu bentuk rahmat Allah yang paling berharga bagi seorang mukmin adalah ketika Allah memancarkan cahaya bukti-bukti keesaan, kelembutan, dan belas kasih-Nya ke dalam pikiran hamba tersebut.
Dengan memahami bukti-bukti nyata ini, seorang hamba akan:
- Semakin mengenal (makrifat) kepada Allah.
- Semakin mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Termotivasi dan bersemangat untuk mendekatkan diri (taqarrub) serta beribadah kepada-Nya.
3. Mencapai Maqam Ridha (Keridhaan Allah)
Permohonan ketiga adalah agar dibimbing menuju keridhaan Allah yang mencakup segala hal.
Maqam Ridha merupakan puncak dari cita-cita setiap mukmin. Keridhaan ini diperoleh oleh hamba yang taat, selalu mengingat-Nya, serta memiliki rasa takut yang berbalut pengagungan kepada Allah sehingga mereka terjaga dari melanggar batasan-batasan-Nya.
Sebagaimana firman Allah, “Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Yang demikian itu adalah bagi orang yang takut kepada Tuhannya” (QS. Al-Bayyinah: 8).
Untuk mengukur apakah kita telah mendapatkan keridhaan Allah, terdapat sebuah Hadis Qudsi ketika Nabi Musa AS bertanya mengenai tanda keridhaan Allah kepada hamba-Nya. Allah SWT kemudian mewahyukan tanda tersebut:
“Wahai Musa, jika engkau melihat Aku menyiapkan untuk hamba-Ku semua fasilitas ketaatan kepada-Ku, memudahkan baginya untuk taat kepada-Ku, dan memalingkannya dari kemaksiatan kepada-Ku, maka itulah tanda keridhaan-Ku kepadanya.”
Doa di hari ke-9 Ramadan ini mendidik kita agar senantiasa menjadi hamba yang terbimbing dalam ketaatan dan dijauhkan dari kemaksiatan di bawah naungan kasih sayang Allah, Zat yang menjadi tumpuan harapan orang-orang yang merindukan-Nya.

Judul video: Renungan Doa Hari Ke 9 Ramadhan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:

Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN






