Pertanyaan Cerdas Imam Ali bin Abi Thalib as Tentang Amal Paling Utama Di Bulan Ramadhan
Ukuran teks:
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
1. Latar Belakang Riwayat
- Kisah ini bersumber dari kitab Al-Amali, yaitu kumpulan pelajaran yang didiktekan oleh Syaikh Shaduq pada majelis ke-20, yang berlangsung pada hari Selasa, tanggal 26 bulan 12 tahun 367 Hijriah (Hadis No. 4).
- Riwayat ini memuat pidato panjang Rasulullah SAW yang menyambut kedatangan bulan suci Ramadan serta menjelaskan berbagai keutamaan bulan tersebut dan amalan yang dianjurkan bagi umat Muslim.
2. Pertanyaan Imam Ali as dan Amalan Paling Utama
- Di akhir pidato tersebut, Imam Ali bin Abi Thalib as berdiri dan mengajukan pertanyaan: “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama di bulan ini?”.
- Rasulullah SAW memanggil beliau dengan julukan kehormatan “Abul Hasan“ dan menjawab bahwa amalan yang paling utama di bulan Ramadan adalah Al-Wara’ ‘an maharimillah (menjaga diri atau meninggalkan apa saja yang diharamkan oleh Allah SWT karena takut akan dosa dan murka-Nya).
3. Nubuat Peristiwa Kesyahidan Imam Ali as
- Setelah menjelaskan amalan utama tersebut, Rasulullah SAW tiba-tiba menangis. Imam Ali as bertanya mengenai alasan beliau menangis.
- Rasulullah SAW menjelaskan bahwa beliau menangis karena menyaksikan peristiwa tragis yang akan dialami Imam Ali as pada bulan Ramadan.
Beliau melihat Imam Ali as tengah mendirikan shalat, lalu seorang manusia paling celaka dan terkutuk dari kalangan terdahulu maupun yang terakhir (yang setara dengan pembunuh unta mukjizat Nabi Shaleh as dari kaum Tsamud) akan memukul kepala Imam Ali as.
Tebasan tersebut akan mengalirkan darah yang mengubah warna jenggot putih Imam Ali as menjadi kemerahan.
Pelaku pembunuhan keji ini diidentifikasi bernama Abdurrahman bin Muljam.
4. Keselamatan Agama dan Kedudukan Agung Imam Ali as
- Mendengar nubuat kematian tersebut, Imam Ali as segera bertanya: “Apakah hal tersebut terjadi dalam keadaan agamaku selamat?”. Rasulullah SAW menjawab bahwa agama Imam Ali as berada dalam keadaan selamat karena beliau gugur dalam mempertahankan agama dan menjalankan tugas-tugas ketuhanan.
- Rasulullah SAW kemudian menegaskan kedudukan agung Imam Ali as di sisi beliau:
- Kesatuan Jiwa dan Roh:
Siapa pun yang membunuh, membenci, atau mencaci Imam Ali as, maka ia telah membunuh, membenci, dan mencaci Rasulullah SAW sendiri.
Jiwa dan roh Imam Ali as adalah bagian dari jiwa Rasulullah SAW, serta diciptakan dari tanah yang sama. - Nubuwwah dan Imamah:
Allah SWT memilih Rasulullah SAW untuk mengemban kenabian (Nubuwwah) dan memilih Imam Ali as untuk memikul tanggung jawab kepemimpinan (Imamah).
Barang siapa mengingkari kepemimpinan Imam Ali as, maka ia telah mengingkari kenabian Rasulullah SAW. - Tanggung Jawab Utama:
Imam Ali as dideklarasikan sebagai pengemban wasiat Rasulullah SAW (washi), ayah bagi anak-anak beliau, khalifah bagi umat baik di masa hidup maupun setelah wafatnya beliau, serta menjadi Hujjah Allah atas seluruh ciptaan dan pengemban amanat rahasia-Nya.
- Kesatuan Jiwa dan Roh:

Judul video: Pertanyaan Cerdas Imam Ali bin Abi Thalib as Tentang Amal Paling Utama Di Bulan Ramadhan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:

Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Hak Asasi Setiap Orang
Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA






