Renungan Doa Hari Ke 17 Ramadhan
Ukuran teks:
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Doa Hari Ke-17 Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW mengandung dua permohonan utama, yaitu memohon bimbingan (hidayah) untuk melakukan amal-amal saleh dan memohon agar Allah SWT memenuhi segala hajat serta cita-cita kita.
Berikut adalah poin-poin penting isi renungan tersebut:
- Pentingnya Amal Saleh dan Bahaya Salah Menilai Perbuatan:
Amal saleh merupakan fondasi utama untuk meraih kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) di dunia dan akhirat.
Namun, tantangan terbesar manusia adalah sering kali salah menilai perbuatannya sendiri—menganggap suatu keburukan yang dilakukannya sebagai sebuah kebaikan atau amal saleh.
Allah SWT menyebut kelompok ini dalam Al-Qur’an (Surat Al-Kahfi) sebagai orang yang paling merugi usahanya karena mereka telah salah menempuh jalan tetapi merasa berada di jalan yang benar.
Kondisi ini terjadi karena mata hati mereka telah tertutup (terhijab) oleh tumpukan dosa yang membuat hati berkerak, sehingga tidak mampu lagi memantulkan cahaya kebenaran. - Hakikat Berdoa dan Taqarrub kepada Allah:
Meskipun Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan kebutuhan makhluk-Nya tanpa perlu dijelaskan, kita tetap diperintahkan untuk mengangkat tangan dan berdoa menyampaikan hajat kita.
Hal ini karena berdoa itu sendiri merupakan ibadah dan amal taqarrub (mendekatkan diri) yang sangat dicintai oleh Allah SWT.
Imam Ja’far ash-Sadiq meriwayatkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih mendekatkan diri kepada Allah melebihi doa.
Beliau juga berpesan agar kita tidak meremehkan hal-hal kecil dalam berdoa; mintalah bahkan perkara yang remeh sekalipun, karena Tuhan yang mengabulkan hal-hal kecil adalah Tuhan yang sama yang mengabulkan hal-hal besar. - Doa sebagai Kunci Gudang Rahmat:
Merujuk pada wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kepada putranya, Imam Hasan al-Mujtaba, Allah yang memiliki seluruh gudang langit dan bumi telah mengizinkan dan menjamin pengabulan doa kita.
Kunci dari gudang-gudang nikmat Allah berada di tangan kita, dan cara menggunakannya adalah dengan berdoa.
Kapan pun kita berdoa, kita sedang membuka pintu nikmat dan meminta guyuran hujan rahmat-Nya. - Sikap Menghadapi Keterlambatan Pengabulan Doa:
Dalam wasiatnya, Imam Ali juga mengingatkan agar jangan sekali-kali kita berputus asa apabila pengabulan doa terasa lambat atau ditunda oleh Allah SWT.
Hal ini karena pemberian dan anugerah dari Allah senantiasa diberikan sesuai dengan kadar niat dari hamba-Nya.
Renungan ini ditutup dengan harapan agar di bulan Ramadhan yang mulia ini, Allah SWT berkenan mengabulkan segala hajat kita dan membimbing kita untuk selalu bergegas melakukan amal-amal saleh.

Judul video: Renungan Doa Hari Ke 17 Ramadhan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:

Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Hak Asasi Setiap Orang
Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA






