23 October 2026

1. Pendahuluan & Filosofi Hukum Musik dan Nyanyian (Lahwal Hadith)

Kajian diawali dengan mengulas lanjutan pembahasan mengenai Lahwal Hadith (hiburan/nyanyian yang melalaikan) dan filosofi diharamkannya jenis nyanyian serta musik tertentu.
Para ulama menyimpulkan bahwa musik dan nyanyian yang diharamkan memiliki empat dampak buruk utama:

  1. Mendorong Kerusakan Akhlak (Fasadul Akhlak):
    Sebagian nyanyian merangsang maksiat, pergaulan bebas, mengikis rasa malu, melipatgandakan syahwat, bahkan efeknya dapat membius pikiran hingga menggantikan posisi khamar (minuman memabukkan).
  2. Melalaikan dari Dzikrullah:
    Berdasarkan riwayat Imam Ali bin Abi Thalib AS, “Setiap hal yang membuat seseorang lupa dari mengingat Allah SWT, maka hukumnya seperti judi (maisir) yang haram”.
  3. Merusak Saraf Melalui Pendengaran:
    Seperti halnya zat memabukkan yang diminum, dihirup, atau disuntikkan, terdapat lantunan musik tertentu yang sanggup membius dan membuat pendengarnya kehilangan kendali diri melalui pendengaran.
  4. Alat Imperialisme/Penjajahan:
    Musik dan nyanyian sering dimanfaatkan oleh kaum penjajah untuk menina-bobokkan masyarakat agar sibuk berhura-hura dan lupa akan hak serta kewajiban penting dalam hidupnya.

Fatwa Sayyid Ali Khamenei Terkait Musik dan Nyanyian

  • Definisi Ghina’ (Nyanyian):
    Lantunan suara yang sesuai dengan majelis-majelis dosa/kelalaian hukumnya haram, baik bagi penyanyi maupun pendengarnya.
  • Penggunaan Alat Musik:
    Memainkan alat musik untuk majelis maksiat adalah haram.
    Namun, alat musik bersifat netral (bebas nilai); jika digunakan untuk mengiringi lagu perjuangan/mars (nasyid asy-tsawriyah), lagu religi, acara seni budaya yang bermanfaat, atau tujuan rasional yang halal, maka hukumnya diperbolehkan.
  • Barometer Halal/Haram:
    Tolok ukurnya dikembalikan kepada ‘Urf (penilaian umum masyarakat mukallaf), apakah musik tersebut dianggap melalaikan (lawhiyah) dan mengarah pada kebatilan atau tidak. Hal ini juga berlaku sama untuk musik klasik.
  • Suara Wanita / Membaca Puisi:
    Membaca puisi bagi wanita secara umum diperbolehkan, kecuali jika dilantunkan dengan cara yang memicu dosa atau didengarkan dengan niat menikmati secara tidak halal.
  • Jual Beli Alat Musik:
    Hukum jual belinya diperbolehkan selama tidak ditujukan untuk penggunaan yang haram.
  • Musik untuk Terapi Medis:
    Jika seorang dokter/tabib yang ahli dan terpercaya menyatakan bahwa instrumen musik tertentu dibutuhkan untuk menyembuhkan depresi atau gangguan psikologis, maka hukumnya boleh sejauh yang diperlukan untuk pengobatan.

2. Tafsir Surat Luqman Ayat 8 – 9: Balasan Bagi Orang Beriman dan Beramal Saleh

Ayat 8–9: Innalladzina amanu wa ‘amilush shalihati lahum jannatun na’im. Khalidina fiha wa’dallahi haqqan wa huwal ‘azizul hakim.

  • Penyatuan Iman dan Amal:
    Di dalam Al-Qur’an, kata amanu (beriman) hampir selalu dirangkaikan dengan wa ‘amilush shalihat (beramal saleh). Ini menunjukkan bahwa sekadar meyakini saja tidak cukup; keyakinan harus dibuktikan melalui perbuatan nyata.
  • Kenikmatan Abadi:
    Barang siapa yang mensenyawakan iman dan amal saleh, Allah menjanjikan balasan berupa surga yang penuh kenikmatan (Jannatun Na’im) dan mereka kekal di dalamnya (Khalidina fiha).
  • Kepastian Janji Allah:
    Kebahagiaan abadi ini merupakan janji Allah yang pasti (Wa’dallahi haqqan), dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya karena Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

3. Tafsir Surat Luqman Ayat 10 – 11: Tanda-Tanda Keagungan Penciptaan Allah

Ayat 10–11: Penjelasan mengenai penciptaan langit, gunung, hewan, serta hujan dan tumbuh-tumbuhan.

  1. Penciptaan Langit Tanpa Tiang Yang Terlihat:
    • Langit menjulang tinggi tanpa tiang yang tampak.
    • Riwayat dari Imam Ali bin Musa Al-Ridha AS menjelaskan bahwa langit sebenarnya memiliki penyangga/tiang, namun penyangga tersebut bersifat gaib (tidak dapat dilihat oleh mata manusia).
  2. Penciptaan Gunung sebagai Pasak Bumi (Rawasiya an Tamida Bikum):
    • Gunung diciptakan agar bumi tidak berguncang dan dapat dihuni manusia.
    • Sains modern membuktikan bahwa gunung berfungsi sebagai pasak/penyeimbang kerak bumi, yang selaras dengan isyarat Al-Qur’an.
  3. Keanekaragaman Hewan (Dabbah):
    • Allah menebarkan berbagai jenis makhluk melata di bumi.
    • Mengutip nasihat Imam Ali bin Abi Thalib AS mengenai keajaiban semut:
      Meskipun ukurannya sangat kecil, Allah melengkapinya dengan organ penglihatan, pendengaran, sistem pencernaan, serta kemampuan organisasi sosial yang luar biasa (membangun jalan, sarang, dan mengumpulkan makanan).
  4. Tumbuhan yang Berpasangan (Min Kulli Zaujin Karim):
    • Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah menurunkan hujan untuk menumbuhkan berbagai pasangan tanaman yang baik.
    • Ayat ini mengisyaratkan adanya reproduksi generatif pada tumbuhan (adanya organ jantan/benang sari dan betina/putik), suatu hakikat ilmiah yang baru diungkap sains modern abad-abad belakangan.

4. Tafsir Surat Luqman Ayat 12: Anugerah Hikmah kepada Luqman dan Hakikat Syukur

Ayat 12: Wa laqad ataina Luqmanal hikmata anisykur lillah. Wa man yasykur fa innama yasykuru li nafsih, wa man kafara fa innallaha ghaniyyun hamid.

Profil Sosok Luqman

  • Bukan Seorang Nabi:
    Luqman adalah hamba saleh yang senantiasa menjaga ketakwaan dan berhasil menundukkan hawa nafsunya (jihadun nafs).
  • Riwayat Hidup:
    Diberi umur panjang, hidup sezaman dengan Nabi Daud AS, serta memiliki hubungan kerabat dengan Nabi Ayub AS.
  • Pilihan Luqman:
    Ketika Allah memberinya pilihan antara menjadi penguasa (hakim/raja) atau menjadi orang yang berhikmah (hakim), beliau memilih menjadi sosok yang berhikmah.
  • Pelajaran Pengikhlasan Diri:
    Berdasarkan sabda Nabi SAW, barang siapa mengikhlaskan dirinya karena Allah selama 40 hari (menjaga ketakwaan dan menjauhi dosa), maka Allah akan mengalirkan sumber-sumber hikmah dari hatinya menuju lisannya.

Makna dan Keutamaan Hikmah (Al-Hikmah)

  • Pengertian:
    Hikmah adalah maqam ma’rifah tentang rahasia alam keberadaan, pemahaman hakikat Al-Qur’an, serta keterpaduan antara ilmu, ucapan, dan amal perbuatan.
  • Penjelasan Imam Musa bin Ja’far AS:
    Hikmah diartikan sebagai al-fahm wal ‘akl (pemahaman dan akal) yang membawa seseorang untuk menghamba kepada Allah hingga meraih surga.
  • Perbedaan Ilmu dan Hikmah:
    Di dalam Al-Qur’an, ilmu disifati hanya diberikan sedikit (wa ma utitum minal ‘ilmi illa qalila), sedangkan hikmah disifati sebagai kebaikan yang banyak (wa may yu’tal hikmata faqad utiya khairan katsira).
  • Kekuatan Hikmah:
    Seorang yang miskin tetapi memiliki hikmah (hakim) akan lebih dihormati daripada orang kaya, dan seorang anak kecil yang hakim dapat lebih dihargai daripada orang dewasa.

Hakikat Syukur

  • Seseorang yang bersyukur atas nikmat Allah sejatinya memberikan kebaikan bagi dirinya sendiri (wa man yasykur fa innama yasykuru li nafsih).
  • Sebaliknya, jika seseorang kufur, Allah sama sekali tidak dirugikan karena Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji (wa man kafara fa innallaha ghaniyyun hamid).

AB Tafsir Surat Luqman Ayat 8–12

 

Bersama Ustadz Abdillah Baabud

—

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINIYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us