Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali muhammad
Kehidupan pernikahan tidak seindah dongeng atau drama yang kita lihat, sebaliknya penuh liku-liku.
Ketika lelah, letih, jangan lampiaskan perasaan itu pada pasangan. Apalagi sampai terucap kata-kata menyesal sudah menikahi pasangan kita.
Video kali ini merupakan pengingat sekaligus nasehat untuk Sahabat Cahaya yang mungkin sedang lelah dan bingung menjalani kehidupan berumah tangganya.
Menyikapi Penyesalan dalam Pernikahan
Ada kalanya seseorang merasa menyesal setelah menikah. Namun, perlu dicamkan dan disadari bahwa ketika kehidupan pernikahan tidak sebahagia yang dibayangkan, kita harus tetap tenang.
Pernikahan adalah sebuah
pilihan yang sudah kita ambil dan kini tengah kita jalani hingga mencapai tahapan resmi dalam satu ikatan suci.
Oleh karena itu, jadikanlah pernikahan ini sebagai sebuah
amanah.
Mengelola Pikiran dan Perasaan
Sesuatu yang telah kita pilih untuk menjadi pasangan hidup, baik itu suami maupun istri, harus dijaga dengan penuh perhatian.
Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif menyulitkan Anda. Berpikirlah yang baik, jalani dengan tenang, dan jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan atau memberikan penilaian.
Cara kita menyikapi rumah tangga sebenarnya sangat bergantung pada diri kita sendiri.
Menghindari Kata “Menyesal”
Kata “menyesal” seolah mengisyaratkan bahwa kita telah salah memilih. Padahal, jika memang sudah ditakdirkan untuk menikah, mengapa kita tidak berupaya mempertahankan rumah tangga tersebut?.
Hindarilah mengucapkan kata-kata penyesalan karena hal itu dapat melukai perasaan pasangan secara mendalam.
Menyadari Ketidaksempurnaan Manusia
Kita harus sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna, kecuali para nabi yang telah dipilih oleh Allah.
Kita semua adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan, kesalahan, dan rasa lelah.
Jika muncul perasaan menyesal, itu sebenarnya pertanda adanya keterbatasan dalam diri kita.
Maka dari itu, bersikaplah dewasa dengan mengelola rasa, ekspektasi, hati, dan perasaan kita.
Pernikahan sebagai Sarana Pembelajaran
Kehidupan rumah tangga memang memiliki pasang-surut. Jadikanlah pernikahan sebagai sarana untuk saling mengenal sifat yang berbeda dan, yang lebih penting, untuk saling mengerti.
Bayangkan betapa kecewanya pasangan Anda jika ia mendengar kata “menyesal” keluar dari mulut orang yang ia cintai.
Melihat Sisi Baik dan Mencari Pahala
Alih-alih saling menyalahkan, cobalah untuk melihat sisi baik pasangan dan saling memperbaiki diri. Ingatlah bahwa:
- Pernikahan adalah bentuk ibadah dengan visi “sehidup sesurga”.
- Suami yang bersabar menghadapi istrinya akan mendapatkan pahala seperti Nabi Ayub.
- Istri yang bersabar dan bertahan menghadapi suaminya akan mendapatkan pahala seperti Ratu Asiah saat menghadapi Firaun.
Kesimpulan
Jangan biarkan ada kata menyesal, karena penyesalan adalah salah satu cara setan untuk memutuskan silaturahmi dalam pernikahan.
Di dalam pernikahan terdapat banyak pahala, kemuliaan, dan keberkahan.
Mari terus membenahi diri, memperbaiki diri, dan memantapkan diri dalam membina rumah tangga.

Bersama Ustadz Maulana
Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.
#CahayauntukIndonesia
————————————————————————————————————————————————————————
Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo