Buat Resolusi Semampunya, Bukan Semaunya
Oleh Habib Husein Ja’far al Hadar
Refleksi Akhir Tahun: Menata Masa Depan dengan Resolusi dan Iman
Menjelang pergantian tahun, banyak dari kita yang dilingkupi kegelisahan. Muncul pertanyaan-pertanyaan seperti, “Ya Allah, bagaimana nasibku tahun depan? Apakah jodohku akan datang? Apakah hidupku akan tetap begini saja?”.
Kekhawatiran ini semakin diperparah dengan kabar mengenai berbagai tantangan di masa depan, mulai dari masalah ekonomi, ancaman kesehatan, hingga situasi politik.
Sayangnya, sering kali momen pergantian tahun ini justru kita isi dengan festivalisasi atau perayaan semata yang tidak menyelesaikan kegelisahan di pikiran kita.
Pentingnya Refleksi dan Standar Diri
Alih-alih sekadar merayakan, sepatutnya kita menutup tahun ini dan mengawali tahun depan dengan refleksi. Refleksi berarti mengevaluasi apa yang kurang untuk diperbaiki, apa yang baik untuk ditingkatkan, dan apa yang luar biasa untuk dipertahankan.
Penting untuk diingat bahwa ukuran keberhasilan kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri. Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang hari esoknya (tahun depannya) lebih baik dari hari ini.
Kita tidak perlu membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, seperti kapan mereka menikah atau memiliki anak. Kebaikan itu datang pada waktu yang tepat, bukan sekadar waktu yang cepat.
Egoisme sering kali membuat kita ingin segala sesuatu datang dengan cepat, namun waktu akan mengajarkan bahwa ketepatanlah yang utama,.
Resolusi sebagai Bagian dari Ikhtiar
Membuat resolusi adalah hal yang sangat penting karena itu merupakan bagian dari ikhtiar atau usaha kita dalam merencanakan masa depan.
Resolusi membantu kita untuk tetap fokus pada tujuan, sehingga kita tidak mudah terbawa arus.
Orang yang memiliki tujuan yang jelas akan terus mencari jalan untuk mencapai titik yang ditujunya, sedangkan mereka yang tidak memiliki resolusi akan mudah terganggu oleh hal-hal kecil di perjalanannya.
Ada perbedaan besar antara berserah dan pasrah. Berserah adalah sikap positif di mana kita menyerahkan hasil kepada Allah setelah melaksanakan tugas berupa ikhtiar maksimal.
Sementara pasrah cenderung bermakna negatif karena menyerah tanpa usaha. Jadi, resolusi dan tawakal (berserah diri) bukan dua hal yang bertentangan; resolusi adalah awal dari ikhtiar, dan tawakal adalah akhirnya.
Resolusi “Semampunya”, Bukan “Semaunya”
Dalam menyusun resolusi, kita harus berbasis pada introspeksi diri mengenai kemampuan kita. Jangan membuat resolusi di luar batas kemampuan karena itu berarti menzalimi diri sendiri.
Allah sendiri memberikan cobaan kepada hamba-Nya sesuai dengan batas kemampuannya, maka kita pun sebaiknya menetapkan target “semampunya”, bukan “seharusnya”.
Selain itu, resolusi sebaiknya didasarkan pada kesadaran, bukan karena rasa iri atau tekanan dari orang lain.
Kita juga tidak perlu menetapkan resolusi untuk hal-hal yang memang sudah menjadi kewajiban dalam agama, seperti shalat lima waktu atau menghindari maksiat, karena hal-hal tersebut sudah seharusnya dijalankan tanpa perlu dijadikan resolusi khusus.
Manajemen Risiko dan Keyakinan pada Allah
Resolusi yang baik juga harus menyertakan manajemen risiko. Sering kali orang hanya memikirkan rencana saat sukses, namun lupa merencanakan apa yang harus dilakukan jika gagal.
Dengan memiliki manajemen risiko yang terukur, kita tidak akan terpuruk dalam depresi saat gagal, dan tidak akan bereuforia secara berlebihan saat sukses,.
Pada akhirnya, bagaimana keadaan kita di tahun depan sangat ditentukan oleh doa, usaha, dan resolusi yang kita buat hari ini.
Allah itu Maha Adil dan tidak akan memberikan sesuatu di luar hasil usaha dan doa hamba-Nya.
Tutuplah tahun dengan refleksi agar perjalanan kita ke depan lebih terukur dan fokus.
Percayalah bahwa apa pun yang terjadi nantinya adalah yang terbaik menurut Allah, karena Dia Maha Mengetahui sementara manusia sering kali salah dan lupa.

Video source: CAHAYA UNTUK INDONESIA
#CahayauntukIndonesia #HabibHuseinJafar
————————————————————————————————————————————————————————
Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

