16 October 2026

1. Pembukaan dan Pengantar Surah Al-Falaq

Kajian diawali dengan pembacaan doa, rasa syukur kepada Allah SWT, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau. Setelah menyelesaikan kajian Surah Al-Ikhlas, pembahasan masuk pada Surah Al-Falaq.

  • Klasifikasi Surah:
    Mayoritas ulama menyatakan bahwa Surah Al-Falaq termasuk Surah Makkiyah (turun di Makkah) yang terdiri dari 5 ayat, meskipun ada sebagian kecil pendapat yang menyebutnya Madaniyah.
  • Diskusi Latar Belakang (Asbabun Nuzul) & Riwayat Sihir:
    • Di dalam beberapa literatur Ahlussunnah, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah terkena sihir dari orang Yahudi hingga sakit, lalu Malaikat Jibril memberitahukan keberadaan benda sihir di sebuah sumur.
      Setelah benda itu diambil dan Surah Al-Falaq dibaca, kondisi Nabi membaik.
    • Namun, para muhaqqiq dan ulama Ahlulbait (seperti Al-Thabrasi) meragukan keabsahan riwayat Nabi terkena sihir tersebut berdasarkan tiga alasan utama:
      1. Jika Al-Falaq adalah surah Makkiyah, saat di Makkah Nabi SAW belum berhadapan langsung dengan komunitas Yahudi.
      2. Jika orang-orang Yahudi mampu menguasai Nabi dengan sihir, mereka tentu bisa menghentikan Nabi dari menjalankan tugas risalah, padahal Allah SWT senantiasa menjaga beliau.
      3. Al-Qur’an secara tegas menolak anggapan bahwa Nabi tersihir.
        Dalam Surah Al-Furqan, Allah mengabadikan ucapan orang-orang zalim yang menuduh Nabi terkena sihir, dan Al-Qur’an menafikan tuduhan tersebut.
    • Ustaz menjelaskan bahwa gangguan atau tekanan fisik mungkin saja terjadi pada diri Nabi, namun tidak ada sihir atau kekuatan apa pun yang dapat menaklukkan atau mencegah beliau dari menyampaikan risalah Allah.
      Selain dituduh tersihir, para nabi juga kerap dituduh sebagai penyihir oleh kaumnya, sebagaimana Nabi Musa Alaihissalam dituduh oleh Firaun dan kaumnya.

2. Keutamaan (Fadhilah) Surah Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu’awwidzatain)

Sebelum masuk pada tafsir ayat, dibahas beberapa riwayat mengenai keutamaan Al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas):

  1. Tiada Tandingannya:
    Nabi SAW bersabda bahwa telah diturunkan kepada beliau ayat-ayat yang tidak ada tandingannya, yaitu Al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas).
  2. Kabar Gembira Shalat Witir:
    Riwayat dari Imam Muhammad Al-Baqir AS menyebutkan bahwa barangsiapa membaca Surah Al-Falaq, An-Nas, dan Al-Ikhlas dalam shalat Witirnya, maka akan disampaikan kepadanya kabar gembira bahwa Allah telah menerima shalatnya.
  3. Amalan Sebelum Tidur dan Bangun Tidur:
    Nabi SAW mengajarkan kepada sahabat untuk membaca Al-Mu’awwidzatain setiap kali bangun dari tidur dan setiap kali hendak pergi tidur.

3. Tafsir Ayat demi Ayat Surah Al-Falaq

Ayat 1: Qul a’udzu birabbil falaq

(Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh/falaq).

  • Makna Perintah Qul:
    Kata Qul merupakan perintah Allah kepada Nabi SAW (dan seluruh umatnya) untuk memohon perlindungan.
    Ketika Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berlindung, itu adalah jaminan bahwa Allah siap memberikan perlindungan.
  • Prinsip Ta’awwudz (Lisan dan Tindakan):
    Berlindung kepada Allah tidak boleh berhenti pada ucapan lisan semata, melainkan harus diiringi dengan tindakan nyata (al-qawl wal-‘amal) untuk menjaga diri dari bahaya sesuai kemampuan.
  • Makna Kata Al-Falaq:
    1. Waktu Subuh / Fajar:
      Cahaya subuh yang membelah kegelapan malam.
    2. Kelahiran Makhluk Hidup:
      Terbukanya sesuatu hingga lahirlah wujud baru (seperti proses kelahiran anak dari ibunya atau menetasnya telur).
    3. Kemunculan Wujud:
      Berpindahnya segala sesuatu dari ketiadaan (‘adam) menuju keberadaan (wujud).

Ayat 2: Min syarri ma khalaq

(Dari keburukan/kejahatan makhluk yang Dia ciptakan).

  • Cakupan Perlindungan:
    Kita memohon perlindungan dari seluruh bentuk keburukan, baik dari manusia, jin, hewan, musibah/bencana alam, maupun keburukan yang bersumber dari hawa nafsu diri sendiri (an-nafs al-ammarah bis-su’).
  • Hakikat Ciptaan Allah dan Asal-Usul Keburukan:
    • Apakah Allah menciptakan keburukan sejak awal? Tidak. Para mufassir menjelaskan bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang pada hakikatnya adalah buruk.
      Keberadaan (wujud) suatu ciptaan senantiasa merupakan kebaikan dibanding ketiadaannya.
    • Keburukan timbul bukan karena zat ciptaan itu buruk dari awal, melainkan karena tindakan makhluk tersebut atau salah penempatan/penggunaan.
    • Analogi Air Ludah:
      Air ludah di dalam mulut sangat bermanfaat untuk pencernaan dan menjaga kesehatan mulut, namun jika diludahkan kepada orang lain, posisinya menjadi buruk.
    • Analogi Puisi Maulawi (Rumi):
      Bagi ular, bisa/racun adalah sumber kehidupan untuk berburu, tetapi jika masuk ke pembuluh darah manusia, ia mematikan. Air laut adalah sumber kehidupan bagi ikan, tetapi mematikan bagi makhluk darat.
    • Keterbatasan Penilaian Manusia:
      Sesuatu yang tampak buruk di awal bisa jadi merupakan kebaikan di masa depan (seperti anak yang diusir orang tua lalu menjadi sukses mandiri). Begitu pula cobaan dan musibah diciptakan agar manusia tidak lalai dari Allah SWT.
  • Pesan Etika dari Ayat Ini:
    • Saat kita memohon perlindungan dari kejahatan, kita harus memastikan bahwa diri kita sendiri bukan pelaku kejahatan.
    • Keburukan memiliki efek yang panjang dan luas.
      Ustaz memberi contoh tindakan sepele seperti membuang kulit pisang sembarangan di jalan; jika ada orang yang terpeleset hingga meninggal dunia, keburukan sepele itu merenggut nyawa dan merusak masa depan satu keluarga.

Ayat 3: Wa min syarri ghasiqin idza waqab

(Dan dari keburukan malam apabila telah gelap gulita).

  • Makna Ghasiq:
    Kegelapan malam ketika telah mencapai puncaknya (sangat gelap).
  • Alasan Berlindung dari Waktu Malam:
    Secara umum, berbagai aksi kejahatan, pencurian, dan konspirasi jahat kerap dilakukan pada malam hari karena minimnya cahaya memberikan keleluasaan bagi pelaku kejahatan.
  • Sisi Positif Waktu Malam:
    Malam tidak sepenuhnya negatif. Malam adalah waktu yang sangat baik untuk bermunajat, qiyamullail, dan ibadah mendekatkan diri kepada Allah (sebagaimana masa uslah Nabi Musa selama 40 malam dan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW).

Ayat 4: Wa min syarri naffatsati fil ‘uqad

(Dan dari keburukan wanita-wanita/jiwa-jiwa penyihir yang meniup pada buhul-buhul).

  • Makna Naffatsat:
    Meniup dengan sedikit percikan ludah.
  • Dimensi Mistik (Sihir/Santet):
    Mayoritas mufassir mengartikan ayat ini sebagai perlindungan dari penyihir wanita yang meniup ikatan/buhul-buhul.
    Kejahatan mistis seperti sihir memang ada dan diakui dalam Al-Qur’an (seperti kisah Harut dan Marut pada masa Nabi Sulaiman dalam Surah Al-Baqarah ayat 102).
  • Ujian pada Sosok Mulia:
    Terjadinya kejahatan mistis maupun fisik pada sosok mulia (seperti terbunuhnya para nabi atau gugurnya Imam Husain AS) bukanlah tanda kelemahan sosok mulia tersebut, melainkan puncak kejahatan para pelakunya.
    Kekuasaan mutlak tetap berada di tangan Allah SWT.
  • Dimensi Non-Mistik (Makna Luas):
    Kata naffatsat juga mencakup segala bentuk hembusan pengaruh buruk non-mistis, seperti tuduhan palsu, fitnah, rumor, provokasi, propaganda, hoaks di media sosial, atau spionase yang bertujuan merusak keimanan dan memecah belah masyarakat.

Ayat 5: Wa min syarri hasidin idza hasad

(Dan dari keburukan orang yang dengki apabila ia mendengki).

  • Pengertian Dengki yang Berbahaya:
    Perasaan iri yang sekadar terlintas di dalam hati belum menjadi dosa jika mampu dikendalikan.
    Dengki yang sangat berbahaya dan menjadi keburukan adalah ketika seseorang mengaktualisasikan dengkinya (idza hasad) dalam bentuk tindakan untuk merusak atau menghilangkan nikmat dari orang yang didengki.
  • Sejarah Dosa Pertama di Langit dan Bumi:
    • Dosa pertama di langit adalah kedengkian Iblis kepada Nabi Adam AS, sehingga Iblis menolak sujud.
    • Dosa pertama di bumi adalah kedengkian Qabil kepada Habil, yang berujung pada pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.
    • Sifat dengki (hasad) bahkan bisa menembus rumah kenabian, sebagaimana saudara-saudara Nabi Yusuf membuang Nabi Yusuf ke sumur karena iri pada perhatian sang ayah.
  • Empat Tingkatan Sikap Manusia Terhadap Nikmat Orang Lain (Penjelasan Mohsin Qira’ati):
    1. Ghibthah (Boleh/Baik):
      Ingin memiliki kebaikan/nikmat seperti yang dimiliki orang lain tanpa berharap nikmat orang tersebut hilang.
    2. Hasad / Iri (Buruk):
      Tidak memiliki nikmat tersebut dan ingin agar orang lain juga kehilangan nikmatnya.
    3. Bakhil / Kikir (Jiwa Egois):
      Ingin hanya dirinya yang memiliki nikmat dan tidak suka jika orang lain ikut memilikinya.
    4. Itsar (Sifat Para Nabi dan Maksumin):
      Rela memberikan nikmat atau apa yang dimilikinya kepada orang lain yang membutuhkan, meskipun dirinya sendiri menjadi tidak punya.
  • Tanda-Tanda Sifat Hasad:
    • Merasa senang jika nikmat orang lain hilang.
    • Ketika mendengar kisah sukses orang lain, ia selalu berusaha menghadirkan cerita tandingan untuk meremehkan keberhasilan tersebut.
    • Menolak kebenaran atau hukum Allah karena kedengkian (seperti penolakan sebagian kelompok terhadap kepemimpinan Ahlulbait).
  • Faktor Penyebab Timbulnya Kedengkian:
    1. Faktor Eksternal:
      Perlakuan diskriminatif, misalnya orang tua yang tidak adil dalam memperlakukan atau mencium anak-anaknya.
    2. Faktor Internal:
      Kejahilan/kebodohan dan tauhid yang belum mantap, sehingga selalu merasa protes terhadap karunia yang Allah bagikan.
  • Bahaya Hasad:
    Kedengkian dapat merusak dan memakan keimanan seseorang sebagaimana api menghabiskan kayu bakar.

4. Penutup

Kajian Tafsir Surah Al-Falaq diakhiri dengan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kita dari seluruh keburukan yang disebutkan dalam surah ini. Pembahasan ditutup dan akan dilanjutkan pada surah-surah pendek berikutnya pada pertemuan selanjutnya.

AB Tafsir dan Keutamaan Surah Al Falaq

Bersama Ustadz Abdillah Baabud

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us