Mukjizat Al-Quran Seputar Palestina, Arab dan Iran
MUKJIZAT ALQURAN
Seputar Palestina, Arab dan Iran
Oleh : Muhammad Rusli Malik
Komunitas yang paling banyak diceritakan dalam Alquran adalah Bani Israel. Ada 40 kata di 40 ayat pada 16 surat* (sama dengan jumlah nama Nabi Yaqub, ayah moyang mereka, yang juga muncul sebanyak 16 kali). Bahkan ada satu surat yang menggunakan nama Bani Israel, yaitu surat ke-17, yang kadang disebut Surat al-Isra.
Dan satu surat lagi yang khusus mengisahkan ihwal Bani Israel. Yaitu Surat Yusuf, surat yang ke-12. Pada surat inilah diceritakan tentang Nabi Yaqub dan anak-anaknya yang 12 orangโyang kelak menjadi marga-marga Bani Israel.
Suatu hari, sepuluh anak Nabi Yaqub berkonspirasi membunuh adiknya, Yusuf (anak ke-11) yang masih balita, dengan memasukkan ke dalam sumur yang dalam, setelah sebelumnya menipu dan membohongi ayahnya.
Sementara itu, ayat 1 Surat Bani Israel berbicara tentang perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW dari Masjid al-Haram (yang ada di Mekah, Arab Saudi) ke Masjid al-Aqsa (yang ada di Yerusalem, Palestina). Tujuannya: Untuk memperlihatkan kepada Nabi-Nya beberapa mukjizat (ayat).
Lalu di ayat 4, Tuhan menyampaikan sebuah nubuat tentang Bani Israel:
“Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam Kitab itu, bahwa kamu pasti akan berbuat kerusakan di Bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”
Di ayat 6, dituturkan bahwa Bani Israel akan kembali ke Palestina dan mengalahkan (mengusir) penduduknya. Tentu saja seraya melakukan kerusakan dan kesombongan, seperti disebutkan di ayat 4 tadi.
Hal itu terjadi karena Bani Israel didukung oleh harta kekayaan, anak keturunan, dan nafiir yang lebih banyak. Dalam Bahasa Arab, nafiir artinya: tanduk, terompet, dan kelompok. Tanduk bisa bermakna kekuatan persenjataan. Terompet bisa bermakna media arus utama. Dan kelompok bisa bermakna NATO, PBB, dan lembaga-lembaga turunannya.
Tetapi di ayat 7, Alquran menyebutkan bahwa tiba-tiba bangkit musuh Bani Israel yang membuat wajah (atau masa depan) mereka menjadi suram. Kekuatan baru inilah yang lalu mengalahkan Bani Israel dan memasuki atau mengambil alih kembali Masjid al-Aqsa.
Lantas siapakah kekuatan baru itu? Sebelumnya, kita bicara bangsa Arab dan Iran dulu.
Berdasarkan Alquran, bangsa Arab itu terbagi dua.
Arab yang pertama: “(Ada) orang-orang Arab yang lebih kuat kekafiran dan kemunafikannya, dan sepantasnya tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS.9:97)
Arab yang kedua: “Tapi di antara orang-orang Arab ada (juga) yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan banyak bersalawat kepada Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya (infak dan selawat) itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam Rahmat-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”_ (QS.9:99)
Arab yang pertama itulah agaknya yang dimaksud oleh ayat berikut ini: “Beginilah kalian! (Yaitu) orang-orang yang jika diajak untuk menginfakkan (hartanya) di jalan Allah, maka di antara kalian ada yang bakhil. Padahal siapa yang bakhil maka sesungguhnya dia bakhil terhadap dirinya sendiri. Allah-lah Yang Maha Kaya, dan kalianlah yang membutuhkan-Nya. Maka jika kalian berpaling (dari jalan yang benar), Dia akan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, yang mereka tidak akan (durhaka) seperti kalian.” (QS.47:38)
Saat ayat ini turun, bersama dengan QS.62 ayat 3 dan QS.5 ayat 54, para sahabat bertanya: โSiapakah *kaum* itu ya Rasulullah?โ
Nabi lalu menaikkan tangannya di atas pundak Salman al-Farisi (orang Persia/Iran) sambil menjawab: “Sekiranya keimanan itu ada di bintang Tsuraya, niscaya keimanan itu tetap akan diperoleh oleh orang-orang atau seseorang dari mereka (bangsa Persia/Iran) itu.” (HR. Bukhari No.4518)
Coba gunakan ayat dan hadis tadi dalam memotret apa yang kini sedang berlangsung di Gaza dan Masjid al-Aqsa.
Tanah Palestina tinggal secuil. Dan penduduk dari wilayah yang secuil itu pun saban hari digenosida oleh (Bani) Israel dengan cara yang sesombong-sombongnya. Sementara negara-negara Arab di sekitarnya hanya menjadi penonton pasif, bahkan tak sedikit yang mengkhianatinya.
Ibnu Umar (radhiallahu anhuma) meriwayatkan bahwa Nabi suatu hari berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.”
Para sahabat berkata: “Juga untuk negeri Najed kami.”
Beliau kembali berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.”
Para sahabat berkata lagi: “Juga untuk negeri Najed kami.”
Nabi lalu bersabda: “Di sanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.” (HR. Bukhari No.979)
โCatatan: Najed adalah Arab Saudi sekarang.
Faktanya, sekarang hanya Arab Syam (Lebanon, Suriah, Palestina), Yaman dan Irak-lah yang tergabung ke dalam, atau bersimpati kepada, Hamas, Jihad Islam, Hizbullah, Ansharullah, Nujaba, Kataib Hizbullah, dan kelompok-kelompok _muqawamah_ (perlawanan) lainnya.
Kelompok-kelompok perlawanan ini berjuang dengan sungguh-sungguh di bawah โkoordinasiโ dan bantuan bangsa Persia (Iran).
Itulah sebabnya mengapa Israel, Amerika, Inggris, Prancis dan kawan-kawannya dari NATO marah besar kepada Iran. Sehingga sama sekali tak mengutuk Israel saat merudal Konsulat Iran di Damaskus. Sementara mereka semua, termasuk PBB, marah besar ketika Iran mengirim ratusan drone dan rudal ke (Bani) Israel.
Makna Taqwa Menurut Rahbar
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
Gelombang Protes Eropa Meluas, Generasi Z Jerman Turun ke Jalan

