SYARAH DOA KUMAIL (32) – KETIKA PERINTAH ALLAH TELAH NYATA
Teks Doa Kumail
> وَظَهَرَ أَمْرُكَ
Wa ẓahara amruka.
“Dan nyatalah perintah serta urusan-Mu.”
Kata amr dapat berarti perintah, urusan, keputusan, atau kehendak yang berlaku. Setelah menyebut rencana Allah yang tersembunyi—wa khafiya makruka—doa ini segera menegaskan bahwa perintah-Nya justru nyata.
Tidak semua rahasia hikmah Allah dapat kita ketahui, tetapi jalan ketaatan telah dijelaskan.
Tema utama
Allah tidak membuka seluruh rahasia takdir kepada manusia, tetapi Dia telah menampakkan perintah yang diperlukan manusia untuk menempuh jalan keselamatan.
Kita mungkin tidak mengetahui mengapa suatu peristiwa terjadi, kapan sebuah doa dijawab, atau ke mana suatu kesulitan sedang membawa kita.
Namun ketidaktahuan terhadap rahasia takdir tidak menghapus kejelasan kewajiban.
Kita mengetahui bahwa keadilan harus ditegakkan, amanah harus dijaga, orang lemah harus dilindungi, dan keburukan harus ditinggalkan.
Seorang hamba tidak harus memahami seluruh rencana Allah sebelum bersedia menaati-Nya.
Ayat Al-Qur’an
- QS Fussilat 41:53
> سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di seluruh cakrawala dan pada diri mereka sendiri hingga menjadi jelas bagi mereka bahwa Dia adalah kebenaran.”
Perintah Allah tidak berdiri tanpa tanda. Alam, kesadaran manusia, sejarah, dan wahyu bersama-sama menunjuk kepada kebenaran-Nya. QS Fussilat 41:53
- QS An-Nahl 16:90
> إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
“Sesungguhnya Allah memerintahkan keadilan, kebaikan, dan pemberian kepada kerabat.”
Manusia mungkin memperdebatkan banyak persoalan, tetapi arah moral wahyu sangat jelas: adil, berbuat baik, serta tidak mengkhianati hak orang lain. QS An-Nahl 16:90
- QS Al-Baqarah 2:256
> قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
“Sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan kesesatan.”
Allah tidak menjadikan seluruh kehidupan tanpa petunjuk. Jalan benar telah dibedakan dari jalan menyimpang; manusialah yang kemudian diberi ruang untuk memilih. QS Al-Baqarah 2:256
Doa Ahlul Bait
Dalam doa yang dinisbatkan kepada Imam Ali Zainal Abidin as disebutkan:
> وَلَيْسَ يَسْتَطِيعُ مَنْ كَرِهَ قَضَاءَكَ أَنْ يَرُدَّ أَمْرَكَ
“Orang yang tidak menyukai ketetapan-Mu tidak akan mampu menolak perintah-Mu.”
Doa itu juga menggambarkan amr Allah sebagai sesuatu yang menembus dan terlaksana—wa anfaża amruka. Ash-Sahifah as-Sajjadiyyah, Doa 52
Catatan: Ini merupakan teks doa dalam Ash-Sahifah as-Sajjadiyyah.
Kerangka pembahasan
- Perbedaan antara rahasia rencana Allah dan kejelasan perintah-Nya.
- Manusia tidak harus memahami seluruh takdir untuk dapat menaati Allah.
- Tanda-tanda kebenaran hadir dalam wahyu, alam, sejarah, dan diri manusia.
- Perintah tentang keadilan dan kebaikan tidak memerlukan alasan yang rumit.
- Kebingungan intelektual tidak boleh dijadikan perlindungan bagi hawa nafsu.
- Ketaatan berarti berjalan dengan cahaya yang telah diberikan sambil memercayakan rahasia perjalanan kepada Allah.
Pembuka syarah
Tidak semua pertanyaan manusia dijawab oleh Allah dengan penjelasan yang segera.
Mengapa suatu kehilangan terjadi? Mengapa doa tertentu harus menunggu? Mengapa orang yang tulus kadang-kadang melewati jalan yang lebih berat daripada orang yang curang?
Sebagian jawaban tersimpan dalam rencana Allah yang belum dapat dijangkau manusia.
Namun Doa Kumail tidak membiarkan ketidaktahuan itu berubah menjadi alasan untuk kehilangan arah:
> “Dan nyatalah perintah serta urusan-Mu.”
Rencana-Nya mungkin tersembunyi, tetapi perintah-Nya telah dinyatakan.
Kita mungkin tidak mengetahui mengapa Allah mengizinkan suatu ujian datang. Namun kita mengetahui bahwa ujian itu tidak boleh membuat kita menzalimi orang lain.
Kita mungkin tidak mengerti mengapa rezeki tertahan, tetapi kita mengetahui bahwa kesulitan tidak menghalalkan pengkhianatan.
Kita mungkin belum melihat akhir suatu perjuangan, tetapi kita mengetahui bahwa kebenaran tidak boleh dijual demi keselamatan sementara.
Sering kali manusia mengaku sedang mencari jawaban, padahal sesungguhnya ia sedang menunda ketaatan.
Ia meminta penjelasan tentang seluruh rahasia takdir sebelum bersedia melaksanakan satu kewajiban yang telah jelas.
Ia ingin memahami seluruh hikmah larangan sebelum meninggalkan perbuatan yang telah diketahui merusak dirinya dan orang lain.
Padahal seorang musafir tidak harus melihat seluruh perjalanan untuk mulai mengikuti petunjuk jalan.
Allah memberikan cahaya yang cukup untuk langkah berikutnya.
Kita tidak mengetahui seluruh yang akan terjadi esok, tetapi kita mengetahui apa yang harus dilakukan hari ini: menjaga amanah, mengembalikan hak, menahan lidah dari fitnah, melindungi orang lemah, dan tidak berpihak kepada kezaliman.
Kedewasaan iman bukanlah mengetahui seluruh rahasia Allah.
Kedewasaan iman adalah tetap menaati perintah yang telah nyata ketika rahasia hikmah-Nya belum tersingkap.

Hasyim Arsal Alhabsi
Dehills Institute
—
Artikel dan gambar sumber: https://www.facebook.com/share/p/1JLaoPCkhF/
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN


