Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Doa Hari Ketujuh Ramadhan dan Maknanya
Baginda Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus pada hari ketujuh bulan suci Ramadan untuk dipanjatkan dengan penuh ketundukan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa bantuan Allah.
Doa tersebut berbunyi: memohon bantuan untuk berpuasa dan beribadah, dijauhkan dari ketergelinciran serta dosa, dan dianugerahi kemampuan untuk senantiasa mengingat Allah.
Di akhir doa, Allah diseru sebagai “Dzat Pemberi Petunjuk orang-orang yang tersesat”.
Tiga Permohonan Utama dalam Doa
- Bantuan dalam Berpuasa dan Beribadah (Allahumma A’inni)
Hamba yang lemah memohon pertolongan Allah agar dimampukan melakukan berbagai ibadah seperti puasa, shalat, dan membaca Al-Qur’an.
Hal ini selaras dengan isyarat dalam Surat Al-Fatihah, Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, bahwa ibadah selalu membutuhkan bantuan Allah.
Bantuan ini mencakup dua dimensi:- Bantuan Umum:
Fasilitas dan kekuatan fisik yang diberikan Allah agar manusia bisa melakukan hal-hal yang diridai-Nya. - Bantuan Khusus:
Kemudahan beribadah tanpa halangan serta tumbuhnya semangat di dalam jiwa.
- Bantuan Umum:
- Perlindungan dari Ketergelinciran dan Dosa
Permohonan kedua adalah agar dijauhkan dari dosa-dosa yang dapat menodai kesucian bulan Ramadan maupun kesucian jiwa. - Taufik untuk Senantiasa Mengingat Allah (Dzikrullah)
Permohonan ketiga adalah meminta taufik agar selalu mengingat Allah di waktu-waktu berharga bulan Ramadan.
Bentuk nyata dari mengingat Allah (dzikrullah) ini meliputi membaca Al-Qur’an, menyebut nama dan sifat-sifat Allah, serta bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Bahaya Kemalasan dan Pentingnya Semangat Ibadah
Inti dari ketiga permohonan tersebut adalah memohon semangat ibadah dan dijauhkan dari rasa malas.
Mengingat Ramadan adalah bulan penuh bonus pahala dari Allah, sangat rugi bagi hamba yang tidak memanfaatkan waktu berharga ini untuk meraih rida, rahmat, dan ampunan-Nya.
Dalam doa Makarimul Akhlaq, dipanjatkan pula permohonan agar tidak diuji dengan rasa malas dalam beribadah, kebutaan dari jalan Allah, serta kesengajaan melakukan hal yang bertentangan dengan kecintaan kepada-Nya.
Sifat malas dalam ibadah akan membawa kerugian nyata.
Ibadah tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, melainkan juga semangat jiwa yang ditumbuhkan oleh Allah sebagai balasan atas niat baik dan keseriusan hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Judul video: Renungan Doa Hari Ke 7 Ramadhan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


