Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Renungan doa hari keenam bulan suci Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Doa tersebut berbunyi:
“Allahumma laa ta’khudzuhuu nihili ta’aruf bima-x Yeti [bima’siyatik] walata Britney bisyauqin api magnetik wazn yihiin mujibati sakatik himanika wa Ayah Dik yamuntaha Roro batrry Bin”
Artinya: “Ya Allah, jangan engkau hinakan aku di bulan ini dengan keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan engkau cambuk aku dengan cambuk murka-Mu, dan jauhkan aku dari segala perbuatan yang menyebabkan murka-Mu; dengan anugerah dan kekuasaan-Mu, wahai Puncak harapan para pengharap.”
Sebab Maknawi dalam Ketaatan dan Kemaksiatan
Dalam mendekatkan diri kepada Allah selama menjalankan ibadah puasa, ketaatan dan kemaksiatan tidak hanya bergantung pada faktor material atau godaan duniawi saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh sebab-sebab maknawi (spiritual/batiniah).
Pada dasarnya, baik orang mukmin yang taat maupun orang yang tidak taat memiliki kekuatan fisik yang serupa. Perbedaannya terletak pada bagaimana kekuatan tersebut digunakan: orang mukmin menggunakan kekuatan fisik dan fasilitas dari Allah untuk beribadah, sedangkan orang fasik atau kafir menyalahgunakannya untuk bermaksiat. Di sinilah peran besar Taufik (bimbingan dan kemudahan dari Allah) yang memungkinkan seseorang untuk konsisten beribadah.
Rahasia Dzikir Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah
Berdasarkan penjelasan dari Al-Imam al-Baqir AS, terdapat rahasia dan makna mendalam di balik dzikir yang sering diucapkan ini:
- Tiada daya bagi kita untuk menghindari kemaksiatan kepada Allah kecuali dengan adanya bantuan, penjagaan, dan kekuatan yang diberikan oleh Allah.
- Tiada kekuatan bagi kita untuk melakukan ketaatan kepada Allah kecuali berkat taufik (bimbingan dan kemudahan) yang Allah anugerahkan kepada kita.
Sebaliknya, jika bimbingan (taufik) Allah tidak menyertai kita, maka kehidupan kita akan dikuasai oleh Al-Kizlan—yaitu kondisi ketika Allah menelantarkan dan membiarkan seorang hamba hingga akhirnya ia tergelincir ke dalam lembah kemaksiatan.
Tiga Permohonan Utama dalam Doa Hari Ke-6
Doa hari keenam ini merangkum tiga permohonan penting agar kita terhindar dari kehancuran spiritual:
- Memohon Perlindungan dari Al-Kizlan (Kehinaan Maksiat)
Kita memohon agar Allah tidak menghinakan kita dengan membiarkan kita berani melakukan maksiat kepada-Nya.
Kita meminta agar Allah tidak menelantarkan kita, melainkan senantiasa membimbing, mengawal, dan menyelamatkan kita saat akan tergelincir. - Memohon Terhindar dari Cambuk Kemurkaan Allah
Meskipun setiap maksiat mengundang murka Allah, kita memohon agar Allah tidak menghukum kita dengan cambukan kemurkaan-Nya.
Kita berharap Allah menanamkan kesadaran yang mendalam dalam jiwa dan pikiran kita untuk segera meninggalkan maksiat, serta membuka pintu hati kita untuk lekas bertobat sebelum siksa-Nya jatuh. - Memohon Dijauhkan dari Segala Penyebab Murka Allah
Hal yang mengundang murka Allah adalah ketika manusia menantang-Nya dengan cara meremehkan perintah-perintah-Nya, melanggar larangan-Nya, serta menerjang batasan-batasan-Nya.
Kita memohon agar dijauhkan dari segala tindakan pembangkangan tersebut.
Kesimpulan
Renungan ini ditutup dengan harapan agar Allah SWT berkenan mengabulkan doa kita, menjauhkan kita dari kemurkaan-Nya, serta memasukkan kita ke dalam kelompok Al-Marhumin—yaitu golongan orang-orang yang selalu mendapatkan rahmat dan kelembutan dari Allah SWT.

Judul video: Renungan Doa Hari Ke 6 Ramadhan – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


