1. Pengantar Kajian & Latar Belakang Surat At-Takatsur
- Kajian ini menyampaikan tafsir sederhana dari Surat At-Takatsur.
- Sebagian besar mufassir menyatakan bahwa surat ini tergolong Makkiyah (turun di kota Mekah) dan terdiri dari 8 ayat.
- Namun, terdapat mufassir seperti Al-Thabrasi dalam kitab Majma’ al-Bayan yang berpandangan bahwa surat ini tergolong Madaniyah.
- Surat ini berbicara tentang perilaku manusia yang saling membanggakan dan memperbanyak hal-hal yang tidak penting atau tidak mendesak.
- Al-Qur’an memberikan peringatan keras dan mengecam perbuatan menghabiskan waktu demi hal-hal remeh, serta mengingatkan bahwa manusia akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas kenikmatan yang diberikan.
2. Keutamaan (Fadhilah) Surat At-Takatsur
- Riwayat dari Rasulullah SAW:
Barang siapa membaca Surat At-Takatsur, Allah tidak akan menghisabnya atas kenikmatan dunia yang diberikan kepadanya, dan ia diberi pahala setara dengan membaca 1.000 ayat. - Riwayat dari Imam Ja’far as-Sadiq:
Membaca surat ini dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah akan memperoleh pahala seperti pahala seorang syahid.
3. Terjemahan dan Makna Ayat demi Ayat
- Ayat 1:
Manusia telah dilalaikan dan dibuat terlena oleh perkara perlombaan memperbanyak harta, keturunan, atau hal duniawi lainnya. - Ayat 2:
Kelalaian tersebut terus berlanjut hingga manusia masuk ke dalam kubur. - Ayat 3–4:
Sekali-kali tidak, manusia kelak akan segera mengetahui akibatnya. Peringatan ini diulang dua kali sebagai penekanan. - Ayat 5–6: Sekali-kali tidak, sekiranya manusia mengetahui dengan pengetahuan yang meyakinkan, mereka sungguh akan melihat neraka Jahim.
- Ayat 7:
Kemudian manusia benar-benar akan melihatnya dengan penglihatan mata kepala yang meyakinkan. - Ayat 8:
Kemudian pada hari itu manusia benar-benar akan ditanya tentang kenikmatan yang telah diberikan.
4. Sebab Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul) & Arti Lahu
- Sebab Turun Ayat:
Kabilah-kabilah di Mekah atau Madinah saling membanggakan banyaknya harta dan jumlah anggota kelompok mereka.
Ketika perhitungan anggota yang masih hidup telah selesai, mereka bahkan sengaja pergi ke pemakaman untuk menghitung jumlah kuburan anggota kabilahnya demi membuktikan kabilah mana yang terbanyak.
Perilaku bodoh dan tidak berguna ini dikecam keras oleh Al-Qur’an. - Makna Kata Lahu:
Berasal dari kata yang berarti perbuatan remeh yang menyibukkan manusia hingga lupa akan tujuan utama penciptaannya.
5. Pelajaran dari Nahjul Balaghah & Perenungan Para Tokoh
- Renungan Imam Ali bin Abi Thalib:
Imam Ali mengkritik orang-orang yang membanggakan leluhur yang telah meninggal.
Jasad yang berada di dalam kubur seharusnya dijadikan pelajaran (ibrah) bahwa setiap orang akan menyusul kematian tersebut, bukan malah dijadikan bahan perlombaan jumlah. - Komentar Ibnu Abil Hadid Al-Mu’tazili:
Mufassir kitab Nahjul Balaghah ini bersumpah bahwa selama 50 tahun ia mempelajari tulisan tersebut dan membaca khutbah Imam Ali lebih dari 1.000 kali, ia selalu merasa takut dan gemetaran.
Kata-kata tersebut sangat merasuk ke dalam jiwa karena diucapkan oleh sosok yang memiliki ketulusan niat dan keyakinan murni. - Pengakuan Muawiyah:
Muawiyah sendiri mengakui bahwa tidak ada orang yang mentradisikan ceramah tentang kezuhudan di tengah kaum Quraisy melebihi Imam Ali.
6. Peringatan akan Kematian & Dalil Azab Kubur
- Manusia memahami bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kematian bisa datang kapan saja tanpa memandang usia atau kondisi kesehatan, namun banyak orang tetap mabuk dan terlena dalam perebutan harta.
- Makna Pengulangan Peringatan:
- Peringatan pertama (Kalla saufa ta’lamun) mengisyaratkan pengetahuan tentang azab kubur di alam barzakh.
- Peringatan kedua (Thumma kalla saufa ta’lamun) mengisyaratkan azab pada hari kiamat.
- Riwayat Imam Ali dan Al-Fakhrur Razi menegaskan ayat ini sebagai dalil nyata atas keberadaan azab kubur.
7. Contoh Perilaku Bermewah-mewah (Takatsur) dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku berbangga-bangga dan memperbanyak hal duniawi tidak hanya terbatas pada harta, tetapi bisa terjadi dalam berbagai hal:
- Membanggakan banyaknya pulau atau gunung yang telah dikunjungi.
- Membanggakan banyaknya buku yang telah dibaca.
- Membanggakan lamanya usia untuk meremehkan orang yang lebih muda.
- Membanggakan besarnya musibah atau penderitaan yang pernah dialami untuk menunjukkan dirinya lebih hebat.
8. Perbedaan Ilmu Yakin dan ‘Ainul Yakin
- Ilmu Yakin:
Pengetahuan yang didasarkan pada bukti-bukti dan argumentasi rasional yang kuat hingga akal menentramkannya, meskipun belum disaksikan secara langsung. - ‘Ainul Yakin:
Keyakinan yang dicapai ketika hal yang diyakini berdasarkan bukti tersebut akhirnya disaksikan secara langsung oleh mata kepala (seperti menyaksikan alam barzakh dan kiamat).
9. Sisi Psikologis & Tiga Perilaku Jahiliyah
- Psikologi Perilaku Menyombongkan Diri:
Orang yang gemar berbangga-bangga biasanya adalah orang yang mengalami kegagalan dalam meraih cita-citanya atau merasa ada kekurangan/kehinaan dalam dirinya, sehingga ia berbangga-bangga untuk menutupi rasa hina tersebut. - Tiga Perilaku Jahiliyah Menurut Imam Muhammad al-Baqir:
- Membanggakan Nasab/Keturunan:
Menjadikan kemuliaan garis keturunan sebagai bahan kesombongan pribadi. - Meremehkan Orang Lain:
Mencela asal daerah, warna kulit, atau bentuk fisik seseorang. - Memepercayai Bintang untuk Meminta Hujan:
Melakukan ritual meminta hujan melalui perantara bintang-bintang.
- Membanggakan Nasab/Keturunan:
10. Dua Perusak Manusia & Bahaya Perlombaan Harta
- Dua Hal yang Menghancurkan Manusia (Nasihat Imam Ali):
- Rasa Takut Miskin:
Menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara, menjadi kikir, serta merampas hak orang lain. - Mencari Kebanggaan Palsu:
Membuat manusia hidup dalam ilusi status yang tidak memberi makna hakiki.
- Rasa Takut Miskin:
- Kekhawatiran Rasulullah SAW:
Rasulullah tidak takut umatnya mengalami kemiskinan karena rezeki dasar telah dijamin oleh Allah.
Yang beliau khawatirkan adalah terjadinya perlombaan bertumpuk-tumpuk harta dan tanah (takatsur), yang memicu persaingan tidak sehat, permusuhan, dan pertumpahan darah. - Ciri Takatsur dalam Harta:
Mengumpulkan harta secara haram, menahan hak fakir miskin, dan menimbun harta hingga mengabaikan kerabat yang membutuhkan.
11. Hakikat Harta Manusia yang Sebenarnya
Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, bagian nyata yang diperoleh manusia dari hartanya hanya ada tiga hal:
- Makanan yang dimakan, yang kemudian menjadi kotoran.
- Pakaian yang dikenakan, yang kemudian menjadi usang.
- Harta yang disedekahkan di jalan Allah, itulah satu-satunya harta yang menjadi abadi.
12. Hakikat dan Ciri Keyakinan (Yakin)
- Keyakinan adalah tingkat keimanan tertinggi dan merupakan hal yang paling sedikit atau langka diraih oleh manusia.
- Ciri Orang yang Memiliki Keyakinan: Bertawakal kepada Allah, bersikap pasrah (taslim), ridha atas segala ketentuan Allah, dan menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya.
- Menurut Imam Ja’far as-Sadiq, ketenangan dan ketentraman jiwa terletak pada keyakinan dan keridhaan, sedangkan kecemasan dan kesedihan terletak pada keraguan dan ketidakpuasan.
13. Makna Nikmat (An-Na’im) yang Ditanyakan di Hari Kiamat
- Ketika Abu Hanifah mengira bahwa nikmat yang akan ditanyakan pada hari kiamat adalah makanan lezat dan air dingin, Imam Ja’far as-Sadiq meluruskan pemahaman tersebut.
- Secara etika, tidak mungkin Allah Yang Mahakaya menagih atau mempermasalahkan hidangan makanan dan minuman yang telah Dia berikan kepada hamba-Nya.
- Makna An-Na’im yang sesungguhnya adalah Nikmat Petunjuk dan Kepemimpinan Ilahi (Wilayah/Hujjah), yaitu nikmat diturunkannya pembimbing di muka bumi agar umat manusia tidak terpecah belah dan memiliki rujukan kebenaran.
14. Syair Penutup
Kajian ditutup dengan bait syair perenungan dari Imam Ali bin Abi Thalib:
- “Wahai orang yang disibukkan oleh urusan dunianya, engkau telah tertipu oleh panjangnya angan-angan. Kematian akan datang secara tiba-tiba, sedangkan kuburan adalah kotak penyimpanan amal. Maka siapkanlah bekal amal kebaikan untuk menghadapi Allah kelak.”

Bersama Ustadz Abdillah Baabud
—
Video sumber: ALQURBA TV
LINK QRIS UNTUK HUSEINYAH :
https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

