Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Misykat TV

Belajar TASAWUF (7): Al-I’tishom (Berpegang Pada Tali Allah)

Belajar TASAWUF (7): Al-I’tishom (Berpegang Pada Tali Allah)
Ilustrasi Belajar TASAWUF (7): Al-I’tishom (Berpegang Pada Tali Allah)
Ukuran teks:

Kajian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai Al-Tadzakkur (upaya untuk selalu menghadirkan ingatan kepada Allah).

Fokus kali ini adalah Al-I’tishom, yang secara bahasa berasal dari kata ’asma atau al-himayah, yang berarti perlindungan.
Berpegang teguh pada tali Allah bermakna menempatkan diri kita dalam perlindungan-Nya agar terlepas dari ancaman yang dapat menghancurkan.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya menggambarkan manusia yang tidak memiliki pegangan ibarat daun kering yang terbang tak tentu arah mengikuti tiupan angin.
Kehidupan manusia pada hakikatnya adalah rangkaian ujian dan persoalan yang datang silih berganti.
Tanpa pegangan yang kokoh, manusia akan mudah terombang-ambing dan terpuruk dalam kegelapan saat badai ujian menerjang.

 

Landasan Al-Qur’an dan Tingkatan Pegangan

Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berpegang teguh dalam dua konteks berbeda di Al-Qur’an:

  1. Berpegang pada Tali Allah:
    Sebagaimana dalam Surah Ali Imran ayat 103, agar kita tidak tercerai-berai dan tidak diterkam oleh “serigala” (setan).
  2. Berpegang pada Allah:
    Sebagaimana dalam Surah Al-Hajj, yang menunjukkan bahwa Allah adalah pemimpin dan penolong yang sesungguhnya.

Dalam tradisi tasawuf, terdapat tiga tingkatan atau wujud “Tali Allah” yang harus kita pegangi:

  • Syariat:
    Ini adalah ketentuan lahir dan batin yang Allah ulurkan kepada kita.
    Mengikuti syariat, seperti shalat yang khusyuk, pada hakikatnya adalah proses Mi’raj atau perjalanan ruhani menuju Allah.
  • Al-Qur’an:
    Al-Qur’an adalah realitas yang tersambung dari hakikat Ilahi.
    Membaca dan menjadikannya sahabat akan memberikan getaran dalam batin dan membimbing jiwa menuju pencipta-Nya.
  • Rasulullah dan Ahlul Bait:
    Mereka adalah “Al-Qur’an yang berbicara” (Al-Qur’an al-Nathiq).
    Berpegang pada keteladanan suci mereka adalah jaminan agar kita tidak tersesat dalam menempuh jalan spiritual yang penuh jebakan.

Manifestasi Al-I’tishom dalam Kehidupan

Berpegang pada tali Allah menuntut keyakinan yang kokoh bahwa setiap ketetapan Allah adalah yang terbaik, bahkan dalam kepedihan sekalipun.
Hal ini dicontohkan melalui kisah ketabahan Syekh Tabrizi dan seorang sahabat nabi saat kehilangan putra mereka; mereka tetap bahagia karena meyakini bahwa amanah telah kembali kepada pemilik-Nya yang Maha Pengasih.

Selain itu, orang yang melakukan Al-I’tishom akan:

  1. Melepaskan ketergantungan pada makhluk:
    Tidak menggantungkan harapan pada manusia agar hatinya tidak mudah terguncang saat dikecewakan.
  2. Menebarkan kasih sayang:
    Membantu sesama makhluk sebagai bentuk keyakinan atas rahmat Allah.
  3. Mencapai Puncak Keikhlasan:
    Melepaskan segala kesibukan angan-angan dan hanya menyisakan Allah di dalam hati, sebagaimana kondisi Sayyidah Maryam dalam mihrab-Nya.

Penutup dan Tanya Jawab

Ciri utama orang yang telah berpegang teguh pada tali Allah adalah kehadirannya menjadi nasihat bagi orang lain dan wajahnya memancarkan cahaya ketenangan Ilahi.
Dalam menghadapi kelemahan diri, seperti mata yang sulit menjaga pandangan, Dr. Khalid menyarankan metode ta’dib (pendisiplinan diri), yakni dengan memberikan “hukuman” positif pada diri sendiri, seperti memperbanyak bacaan Al-Qur’an atau mengurangi waktu tidur untuk beribadah.

Al I tishom dan Tali Allah

 

LIVE Belajar TASAWUF bersama Ustadz Dr Khalid al-Walid, setiap Ahad Jam 19.45 – 21.00
Silahkan membagikan/share video. Semoga jari-jemari Anda akan menjadi saksi mencintai Allah Swt, Rasul dan Ahlulbaitnya.
Bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.

Pusat Kajian Tasawuf Misykat:
YouTube : Misykat TV
SoundCloud : SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify : Misykat Bandung
Web : www.misykat.net

Donasi Dakwah Digital:
Bank BRI 1141 01 000 401 56 2 an Yayasan Bahtera Cinta Almustofa
Cp WA 0812 239 14000
https://saweria.co/misykattv

#DiskusiDigital #MisykatTV

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh — tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us