Belajar TASAWUF (6): Al-Tadzakkur (Mengingat Allah Swt)
Kajian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya mengenai Al-Tafakkur (berpikir/merenung).
Setelah seorang hamba melewati tahap keterjagaan (al-yaqazah) dan kembali kepada Allah (al-inabah), ia masuk ke proses tafakkur.
Namun, di atas tafakkur terdapat maqam yang lebih tinggi, yaitu Al-Tadzakkur,
Definisi Al-Tadzakkur
Jika tafakkur adalah proses pengerahan daya intelektual (akal) untuk memahami hakikat ilahiah di alam semesta, maka tadzakkur adalah kesadaran qolbiyah (hati).
Tafakkur adalah usaha seorang hamba untuk menyingkap realitas, sedangkan tadzakkur adalah wujud nyata atau penemuan kehadiran Allah (Al-Haq) dalam diri.
Perbedaan mendasar antara kesadaran akal dan hati adalah:
- Akal:
Seseorang bisa sadar bahwa mencuri itu buruk secara logika, namun belum tentu hatinya membenci perbuatan tersebut. - Hati:
Seseorang tidak hanya sadar secara teori, tetapi secara hakikat dirinya menolak keburukan tersebut.
Oleh karena itu, penyaksi yang terjadi dalam tadzakkur bukan lagi sekadar penyaksian ilmiah (syahadatul ‘aini), melainkan penyaksian hati (syahadatul qolbiyah) yang tidak memiliki batasan.
Perbedaan Zikir dan Tadzakkur
- Zikir:
Seringkali dipahami sebagai upaya atau ucapan lisan untuk memasukkan ingatan kepada Allah ke dalam pikiran. - Tadzakkur:
Sebuah kondisi di mana telah terjadi proses pengingatan yang membuat seseorang tersambung secara realitas dengan Allah SWT.
Bahaya Kelalaian (Ghaflah)
Dosa terbesar bagi seorang Arif (orang yang mengenal Allah) adalah saat hatinya lalai (ghaflah).
Ketika ingatan kepada Allah terputus, itulah pintu bagi setan untuk masuk dan menggenggam hati manusia, menjadikannya ibarat mainan di tangan setan.
Sebaliknya, zikir adalah majelis bagi hamba-hamba yang dicintai Allah dan merupakan penyelamat dari keburukan dunia serta akhirat.
Tiga Asas Utama Tadzakkur
Untuk mencapai maqam tadzakkur, terdapat tiga landasan utama:
- Mengambil Manfaat dari Setiap Nasehat (Intifa’ bil Mau’idzah):Menyadari bahwa setiap ayat Al-Qur’an dan petunjuk Nabi adalah nasehat langsung bagi diri sendiri.
Hamba harus berada di antara rasa harap (roja’) pada kasih sayang Allah dan rasa takut (khauf) akan ancaman-Nya. - Mengambil Pelajaran dari Setiap Peristiwa (Istibshar bil ‘Ibrah):Membuka hati untuk melihat bahwa setiap kejadian dalam hidup—baik suka maupun duka—adalah pesan ilahi.
Ujian yang berat seringkali merupakan cara Allah untuk menaikkan derajat seorang hamba, sebagaimana Allah menguji para kekasih-Nya. - Mengambil Buah dari Tafakkur (Isti’syar bi Tsamarat al-Tafakkur):Menyadari sepenuhnya keterbatasan diri dan bahwa setiap amal baik yang kita lakukan semata-mata terjadi karena bantuan, dorongan, dan taufiq dari Allah SWT.
Sesi Tanya Jawab & Tambahan
- Zikir dan Meditasi:
Boleh menggabungkan zikir lisan dengan meditasi/ketenangan hati. Zikir adalah upaya membakar “tangan-tangan setan” yang melekat pada diri. - Nur Muhammad:
Hakikat Muhammadiah atau Nur Muhammad adalah sumber dari seluruh ciptaan.
Untuk mencapainya diperlukan ikhtiar rohaniah agar tarikan Ilahi lebih dominan daripada tarikan nafsu. - Kemuliaan Sayyidah Fatimah Azzahra:
Beliau disebut sebagai Ummu Abiha (Ibu bagi Ayahnya). Beliau adalah pusat (center) dari rahasia hakikat Ilahi dan kesucian ruhani.
Mencapai keridaan beliau adalah jalan menuju keridaan Allah dan Rasul-Nya.
Penutup
Tadzakkur adalah kunci agar hati terus terhubung dengan Allah. Dengan membuka diri pada nasehat, mengambil pelajaran dari peristiwa, dan menyadari taufiq Allah, maka hati akan terbuka untuk senantiasa mengingat-Nya,.
LIVE Belajar TASAWUF bersama Ustadz Dr Khalid al-Walid, setiap Ahad Jam 19.45 – 21.00
Silahkan membagikan/share video. Semoga jari-jemari Anda akan menjadi saksi mencintai Allah Swt, Rasul dan Ahlulbaitnya.
Bihaqqi Muhammad wa Aali Muhammad.
Pusat Kajian Tasawuf Misykat:
YouTube : Misykat TV
SoundCloud : SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify : Misykat Bandung
Web : www.misykat.net
Donasi Dakwah Digital:
Bank BRI 1141 01 000 401 56 2 an Yayasan Bahtera Cinta Almustofa
Cp WA 0812 239 14000
https://saweria.co/misykattv
#DiskusiDigital #MisykatTV
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Indonesia Harus Segera Merapat Ke Iran Jika Tidak Ingin Ketinggalan Kereta
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







