Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Cahaya Untuk Indonesia

30 Hari Mencari Cahaya – Aku Ingin Cantik, Tapi Islam Melarang?

30 Hari Mencari Cahaya – Aku Ingin Cantik, Tapi Islam Melarang?
Ilustrasi 30 Hari Mencari Cahaya – Aku Ingin Cantik, Tapi Islam Melarang?
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Kita diajak untuk merenungkan makna cantik yang sesungguhnya Sahabat Cahaya.

Keinginan untuk Cantik dalam Islam

Setiap wanita secara fitrah pasti ingin terlihat cantik. Dalam upaya mendapatkan kecantikan tersebut, banyak orang menggunakan riasan wajah atau berhias secara berlebih-lebihan.
Sebenarnya, Islam tidak sepenuhnya melarang wanita untuk berhias atau bersolek, namun Islam mengajarkan cara berhias yang baik tanpa harus merugikan atau merendahkan martabat wanita itu sendiri.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 31, yang mengingatkan anak Adam untuk memakai pakaian indah setiap kali memasuki masjid, serta makan dan minum secukupnya.
Prinsip utamanya adalah jangan berlebih-lebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Mengenal Istilah Tabarruj

Kita perlu berhati-hati dengan istilah tabarruj.
Menurut Imam As-Syaukani, tabarruj adalah kondisi di mana seorang wanita menampakkan perhiasan dan kecantikannya yang seharusnya ditutupi, namun justru diumbar untuk memancing hasrat laki-laki yang bukan mahramnya.

Allah SWT memperingatkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 33 agar para wanita tetap di rumah dan tidak berhias maupun bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah zaman dahulu.
Penggunaan riasan yang sangat tebal, seperti eyeshadow atau lipstik yang mencolok, dikhawatirkan termasuk dalam kategori penampakan perhiasan diri yang menyerupai cara berhias kaum jahiliyah.

Kecantikan Sejati (Inner Beauty)

Perlu disadari bahwa kecantikan sejati bukanlah berasal dari polesan riasan yang tebal, melainkan dari kecantikan dalam diri atau inner beauty.
Mengejar kecantikan fisik semata akan terasa sangat melelahkan karena standar kecantikan selalu berbeda-beda di setiap negara, kota, maupun suku.

Daripada bersaing dalam hal fisik, kita seharusnya bersaing untuk memunculkan kecantikan dalam diri yang mampu mendatangkan keberkahan dan pahala menuju surga Allah.
Kecantikan abadi ini terpancar dari akhlak yang baik, yaitu usaha konsisten untuk menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan-larangan Allah (menjadi wanita yang salehah).

Menjadi Ratu Bidadari Surga

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kelak di surga, yang akan menjadi ratu bagi para bidadari adalah wanita-wanita yang salehah, bukan mereka yang sekadar cantik fisiknya, melainkan mereka yang senantiasa taat kepada Allah SWT.

Ciri muslimah yang cantik sesungguhnya adalah:

  • Selalu meluruskan niat karena Allah.
  • Fokus menjadikan setiap aktivitasnya sebagai bentuk ibadah.
  • Hatinya selalu terpaku pada keridaan Allah dan menerima segala ketetapan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Pentingnya Amalan Sunnah

Untuk menjaga akhlak yang baik, salah satu caranya adalah dengan memperbanyak ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Berdasarkan Hadits Qudsi riwayat Bukhari, Allah berfirman bahwa hamba yang senantiasa mendekatkan diri dengan amalan-amalan sunnah akan mendapatkan cinta-Nya.

Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka:

  • Allah akan membimbing pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki hamba tersebut agar selalu berada di jalan-Nya.
  • Jika ia meminta sesuatu, Allah akan mengabulkannya.
  • Jika ia meminta perlindungan, Allah akan melindunginya.

Kesimpulan

Kecantikan fisik yang kita usahakan suatu saat akan memudar seiring bertambahnya usia.
Namun, kecantikan akhlak dan kedekatan dengan Allah akan bersifat abadi, memancar, dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

Oleh karena itu, silakan berhias sewajarnya sebagai tanda syukur dan upaya merawat pemberian Allah, namun jangan sampai berlebihan.
Fokuslah untuk terus “berlari” menuju Allah agar bisa menjadi wanita tercantik, bahkan menjadi ratu bagi bidadari-bidadari di surga-Nya kelak.

Hakikat Kecantikan Sejati Wanita Muslimah

Bersama Ustadzah Oki Setiana Dewi

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia #OkiSetianaDewi
β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh β€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us