Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali muhammad
Mengatasi Kemalasan dalam Salat: Antara Kewajiban dan Kebutuhan
Rasa malas untuk mendirikan salat sering kali muncul dalam pikiran kita, terutama saat berada dalam situasi sulit di mana kita merasa jauh dari Tuhan, atau bahkan saat tingkat keimanan kita sebenarnya sedang terasa baik.
Kemalasan ini biasanya berakar pada ketidaktahuan kita akan beberapa hal mendasar terkait ibadah tersebut.
Ancaman bagi Orang yang Malas Salat
Banyak dari kita tidak menyadari betapa tegasnya peringatan Allah bagi mereka yang malas dalam salat—bukan hanya bagi mereka yang meninggalkannya sama sekali.
Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut orang yang malas salat sebagai orang yang mendustakan agama (Surah Al-Ma’un), orang munafik karena tidak menjalankan perintah utama keislamannya dengan baik (Surah An-Nisa), bahkan diserupakan dengan orang kafir karena salat adalah pembeda utama antara seorang muslim dengan kekafiran (Surah At-Taubah).
Ketidaktahuan akan Manfaat Lahir dan Batin
Seseorang sering menjadi malas karena tidak menyadari manfaat luar biasa dari salat.
Secara batin, salat adalah momentum “Mi’raj” bagi orang mukmin, saat di mana jarak antara hamba dan Penciptanya menjadi yang paling dekat, terutama dalam sujud.
Secara lahiriah, salat berfungsi sebagai tempat pengaduan atau curhat terbaik saat kita merasa suntuk dan terpuruk.
Sebagaimana nasihat Imam Hasan Al-Basri, salat adalah momen kita bercerita kepada Allah, sementara membaca Al-Qur’an adalah momen Allah bercerita kepada kita.
Selain itu, meskipun seseorang mungkin masih melakukan kemaksiatan, ia tidak boleh melepaskan salat, karena pada akhirnya salatlah yang akan membimbing dan menjauhkannya dari kekejian serta kemungkaran.
Salat sebagai Kebutuhan, Bukan Sekadar Kewajiban
Kesalahan umum lainnya adalah memposisikan salat hanya sebagai beban kewajiban.
Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi mengibaratkan manusia seperti sebuah taman yang harus terus ditengok oleh pemiliknya agar tetap indah; salat lima waktu adalah cara sang Pencipta “menengok” dan merawat batin kita agar tetap baik.
Sebagaimana raga butuh makan, minum, dan tidur, batin pun memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi melalui salat agar tidak merasa lelah.
Signifikansi dan Keistimewaan Salat
Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Ini adalah “oleh-oleh” terbesar yang tidak boleh diabaikan. Meskipun Rukun Islam ada lima, namun “Rukun Muslim” yang paling utama adalah Syahadat dan Salat, karena ibadah lain seperti zakat, puasa, dan haji sangat bergantung pada kondisi fisik dan finansial seseorang.
Salat sendiri merangkum semua rukun Islam: di dalamnya ada Syahadat, ada zakat (dalam bentuk waktu), ada puasa (larangan makan-minum), dan ada unsur haji (menghadap Ka’bah).
Malu Terlihat Lemah di Hadapan Tuhan
Ada teladan dari seorang ulama tua yang tetap berusaha berdiri tegak saat salat meskipun kakinya gemetar dan kesulitan berjalan.
Ia merasa malu jika harus terlihat lemah di hadapan Allah yang memberinya segalanya, sementara ia tidak malu terlihat lemah di hadapan manusia.
Nabi Muhammad SAW pun, meski sudah dijamin masuk surga, tetap menjalankan salat malam yang sangat panjang sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur.
Kesimpulan
Salat adalah bentuk healing atau penyembuhan batin yang sesungguhnya.
Di dalamnya terdapat meditasi di mana pikiran menyatu, hati menjadi damai, dan kita menyadari keutuhan diri sebagai manusia yang tidak memiliki daya apa pun tanpa kekuatan dari Allah.
Menjalankan salat adalah cara kita mengambil hak istimewa (privilege) sebagai hamba Allah, sehingga sudah sepatutnya kita tidak lagi merasa malas untuk mendirikannya.

Sahabat Cahaya, secara batin salat adalah jarak terdekat kita dengan Allah SWT dan moment di mana kita bisa menenangkan batin. Karena itu, jadikanlah salat sebagai sebuah kebutuhan, bukan kewajiban.
Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.
#CahayauntukIndonesia #HabibHuseinJafar
————————————————————————————————————————————————————————
Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

