Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali muhammad
Sahabat Cahaya, siapa yang malam-malam, mata udah 5 watt, tapi tiba-tiba overthinking, dan ujung-ujungnya nggak bisa tidur sampai subuh? Kali ini Habib Husein Ja’far berbagi nasehat tentang kenapa kita tidak boleh overthinking, serta bagaimana cara supaya bisa menghilangkan kebiasaan yang perlahan bisa menggerogoti fisik dan mental kita ini.
Bahaya Overthinking dan Batasan dalam Berpikir
Jangan biarkan “jatah” hati dikorupsi oleh akal sehingga Anda terjebak dalam overthinking atau berpikir yang berlebihan.
Segala sesuatu memiliki batasan; ketika batasan tersebut diterobos, maka yang akan menghampiri bukanlah kesuksesan, melainkan kecelakaan, kekacauan, dan berbagai keburukan.
Sering kali, waktu istirahat atau waktu luang kita tersita oleh overthinking.
Padahal, Al-Qur’an telah memperingatkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu buruk, sebagaimana firman Allah bahwa Dia tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (Allahu laa yuhibbul musrifin).
Hal ini berlaku dalam segala aspek, mulai dari makan, minum, hingga cara kita mengonsumsi informasi.
Membaca informasi secara berlebihan, misalnya terkait pandemi, hanya akan memicu kecemasan dan ketakutan yang tidak perlu.
Larangan Berlebihan dalam Beragama dan Berpikir
Bahkan dalam hal ibadah dan beragama pun, kita dilarang berlebih-lebihan. Rasulullah SAW pernah menegur sahabat yang ingin berpuasa terus-menerus hingga akhirnya jatuh sakit di masa tua karena memaksakan diri.
Ada pula kisah seorang pemuda yang berpuasa tanpa sahur dan buka demi merasa “lebih hebat”, namun yang terjadi bukannya iman yang meningkat, melainkan asam lambungnya yang naik.
Jika dalam urusan ibadah saja dilarang berlebihan, apalagi dalam berpikir. Kita harus menyadari bahwa akal diciptakan dengan keterbatasan.
Dalam filsafat Jalaluddin Rumi, akal disimbolkan seperti Malaikat Jibril yang hanya bisa mengantar Nabi hingga langit ketujuh, namun tidak bisa menjangkau Sidratul Muntaha.
Wilayah yang tidak terjangkau oleh nalar tersebut adalah wilayah hati. Ketika akal mulai lelah, berhentilah berpikir dan serahkan segalanya kepada hati untuk dihandle melalui tawakal dan ikhlas.
Tips Mengatasi Overthinking dalam Islam
Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk berhenti dari pola pikir overthinking:
- Ganti Kata “Seharusnya” dengan “Semampunya”
Menurut psikolog Karen Horney, overthinking sering bersumber dari “tirani seharusnya”—pikiran bahwa kita harus begini atau begitu.
Islam mengajarkan kita untuk bertakwa sesuai kemampuan, sebagaimana dalam Al-Qur’an diperintahkan: “Bertaqwalah kamu kepada Allah semampu kamu”.
Kerjakan apa yang Anda mampu, dan jangan memikirkan hal-hal di luar batas kemampuan tersebut. - Maksimalkan Ikhtiar Saat Ini
Kerjakan setiap tugas dengan maksimal agar tidak muncul pikiran “andai saya begini” atau “andai saya begitu” di kemudian hari. Penyesalan atas masa lalu hanya akan menghambat tawakal dan keikhlasan kita. - Serahkan Hasil Akhir kepada Allah
Sadarilah bahwa tidak segala hal berada di bawah kendali kita. Setelah berusaha maksimal, alihkan overthinking menjadi doa kepada Allah agar kekurangan yang ada diperbaiki. - Berdamai dengan Ketidaksempurnaan Diri
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa (Al-insan mahalul khoto wan nisyan). Jika Allah saja Maha Pengampun, mengapa Anda justru menghukum diri sendiri dengan memikirkan kesalahan secara berlebihan?
Berdamailah dengan keadaan diri agar Anda tidak terjebak dalam kondisi yang semakin buruk. - Isi Waktu Luang dengan Hal Bermanfaat
Waktu kosong adalah celah bagi pikiran untuk menjadi liar. Isilah waktu luang tersebut dengan hal positif, seperti menulis, berkarya, atau yang paling utama adalah berzikir mengingat Allah.
Menghadirkan Allah dalam pikiran akan menenangkan batin dan mencegah kita memikirkan hal-hal yang sia-sia atau bahkan maksiat.
Sebagai penutup, overthinking tidak memberikan manfaat dan justru merusak kesehatan mental. Sadarilah keterbatasan diri dan jangan biarkan pikiran Anda menjadi liar tanpa kendali.

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.
#CahayauntukIndonesia #HabibHuseinJafar #Overthinking
————————————————————————————————————————————————————————
Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

